Skip to main content

# TENTANG_POLITIK_ISLAM # TENTANG_KHILAFAH


# TENTANG_POLITIK_ISLAM
# TENTANG_KHILAFAH

Di beberapa forum, kadang saya melihat jika bahas masalah politik, kepemimpinan dan pemerintahan, aroma diskusi menjadi agak sedikit tegang. Bahkan dalam sebuah pengajian, ketika membaca hadits-hadits terkait imarah dan imamah, panitia berbisik, “jangan terlalu bahas politik,!Padahal sedang ngaji Kitabul Imarah dalam Shahih Muslim.


Alhamdulillah, sekarang membahas politik islam tidak rancu lagi,di beberapa forum, dengan para ulama, kyai, ajengan, dll. mereka membuka kitab dan membahasnya dengan kepala dingin bersama Apapun hasil kajiannya itu adalah amanah ilmu.
Ajaran Islam itu mencakup semua hal,
ﻭَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺗِﺒْﻴَﺎﻧًﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ﻭَﺑُﺸْﺮَﻯ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ
Sayyidina Abdullah Ibn Mas'ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan, sebagaimana dikutip oleh Al-Hafizh Ibn Katsir dalam tafsirnya, "Sungguh Dia (Allah) telah menjelaskan untuk kita semua ilmu dan semua hal". (Imam Al-Hafizh Abul Fida' Ismail Ibn Katsir, Tafsirul Qur'anil Adzim, juz IV hlm. 594).


Ayat ini menegaskan bahwa Allah melalui al-Qur'an telah menjelaskan semua hal, tentu termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Saudaraku, kita juga makin paham mengapa tema terkait pemerintahan ini sangat asing di telinga umat, karena itu adalah simpul yang pertama kali lepas,
ﻟﺘُﻨْﻘَﻀَﻦَّ ﻋُﺮَﻯ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ، ﻋُﺮْﻭَﺓً ﻋُﺮْﻭَﺓً، ﻓَﻜُﻠَّﻤَﺎ ﺍﻧْﺘَﻘَﻀَﺖْ ﻋُﺮْﻭَﺓٌ، ﺗَﺸَﺒَّﺚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻠِﻴﻬَﺎ، ﻭَﺃَﻭَّﻟُﻬُﻦّ ﻧَﻘْﻀًﺎ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ، ﻭَﺁﺧِﺮُﻫُﻦَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ

"Sungguh simpul-simpul Islam akan terurai satu persatu, setiap kali satu simpul terlepas manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya, dan simpul yang pertama lepas adalah al-hukm (pemerintahan) dan yang terakhir adalah shalat" (HR. Ahmad)


Membahas ini memang harus hati-hati, jangan sampai tergelincir. Imam al-Haramain al-Juwaini al-Syafi’i mengingatkan kita semua dalam kitab al-Irsyad,
ﺍَﻟْﻜَﻠَﺎﻡُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﻣَﺔِ ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻦْ ﺃُﺻُﻮْﻝِ ﺍﻟْﺎِﻋْﺘِﻘَﺎﺩِ، ﻭَﺍﻟْﺨَﻄْﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﻳَﺰِﻝُ ﻓِﻴْﻪِ ﻳُﺮَﺑِّﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺨَﻄْﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﻳَﺠْﻬَﻞُ ﺃَﺻْﻼ ﻣﻦ ﺃﺻﻮﻝِ ﺍﻟِّﺪﻳْﻦِ
“....Pembicaraan tentang imamah tidak termasuk pokok-pokok akidah (keyakinan), namun bahayanya bagi orang yang tergelincir di dalamnya melebihi bahayanya bagi orang yang tidak mengerti pokok-pokok agama.”


Kata kuncinya bagi kita sebenarnya hanya dua: ilmu dan dakwah. Jadi ketika kita belajar dan menyampaikan kembali kepada umat adalah karena amanah ilmu dan dakwah. Tidak perlu takut celaan orang-orang yang suka mencela. Meski eksesnya kadang tidak sederhana. Mengapa? Karena ini terkait kepentingan kekuasaan dan kekuatan. Makanya, umat sudah lama jauh (dijauhkan) dari politik.


Padahal politik adalah bagian dari ajaran Islam. Pengertian politik di dalam Islam didiskripsikan di dalam Mu'jamu Lughatil Fuqaha' dengan,
ﺭﻋﺎﻳﺔ ﺷﺌﻮﻥ ﺍﻻﻣﺔ ﺑﺎﻟﺪﺍﺧﻞ ﻭﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻭﻓﻖ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ .
"Pemeliharaan terhadap urusan umat baik di dalam negeri maupun di luar negeri sesuai dengan syariah Islam". (Muhammad Qal'aji, Mu'jamu Lughatil Fuqaha', juz I hlm. 253).
Makna seperti inilah yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺑَﻨُﻮ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﺗَﺴُﻮﺳُﻬُﻢْ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀُ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻫَﻠَﻚَ ﻧَﺒِﻲٌّ ﺧَﻠَﻔَﻪُ ﻧَﺒِﻲٌّ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻧَﺒِﻲَّ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻭَﺳَﺘَﻜُﻮﻥُ ﺧُﻠَﻔَﺎﺀُ ﺗَﻜْﺜُﺮُ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻓُﻮﺍ ﺑِﺒَﻴْﻌَﺔِ ﺍﻟْﺄَﻭَّﻝِ ﻓَﺎﻟْﺄَﻭَّﻝِ ﻭَﺃَﻋْﻄُﻮﻫُﻢْ ﺣَﻘَّﻬُﻢْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺳَﺎﺋِﻠُﻬُﻢْ ﻋَﻤَّﺎ ﺍﺳْﺘَﺮْﻋَﺎﻫُﻢْ
Imam an-Nawawi dalam shahih Muslim bisyarhin Nawawi menjelaskan pengertian "tasusuhum al-anbiyaa'" dengan: Mengatur urusan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh para pemimpin dan wali terhadap rakyat (nya). (Imam Al-Hafizh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Marwa An-Nawawi, Syarah An-Nanawi 'ala Shahihil Muslim, juz VI hlm. 316, syarah hadits nomor 3420).


Dalam hadits diatas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, bahwa yang mengatur atau yang memelihara urusan Bani Israil adalah para nabi, sedangkan untuk umat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para khulafa', dan jumlahnya banyak.


Saudaraku, jadi karena amanah ilmu dan dakwahlah kita belajar fiqih thaharah, shalat, puasa, zakat, dan haji. Karena amanah ilmu dan dakwah pula kita belajar fiqih keluarga, jual beli, ijarah (sewa), dan pergaulan. Karena amanah ilmu dan dakwah juga kita belajar syariat jihad, hudud dan jinayat (pidana), qadha (peradilan), kepemimpinan, dan pemerintahan (khilafah). Sekali lagi, kita belajar dan menyampaikannya karena amanah ilmu dan dakwah. Bukan yang lain.
Saudaraku, tiap pekan saya ngisi kajian Ghayah wa al-Taqrib (Matan Abi Syuja) di salah satu majelis. Apakah isinya hanya thaharah dan shalat? Tidak. Padahal itu kitab paling ringkas dalam Madzhab Syafi’i. Isinya mulai bab thaharah, shalat, hingga membahas bab jihad, ghanimah, jizyah, dan qadha (peradilan). Buku Fikih Islam karya KH. Sulaiman Rasyid saja membahas mulai dari thaharah hingga pemerintahan. Sekarang kita jujur pada diri sendiri, apakah kita sudah khatam belajar fiqih dari thaharah hingga masalah perdagangan, jinayah, peradilan dan pemerintahan?


Demikian juga ketika mengkaji hadits, apakah kita sudah mengkaji sampai selesai? Tahukah kita bahwa dalam Shahih Bukhari ada Kitabul Ahkam dan dalam Shahih Muslim ada Kitabul Imarah? Tahukah kita dalam Sunan Abi Dawud ada Kitabul Aqdhiyyah, dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah ada Kitabul Ahkam, serta dalam Sunan Nasa’i ada kitabul Bai’ah? Jangan-jangan kita sebagai thullab, belajarnya tidak pernah tuntas.


Saudaraku, amanah ini ada di pundak kita. Amanah untuk mempelajari Islam secara baik, dan amanah untuk menyampaikannya kembali ke masyarakat. Seperti yang digambarkan oleh Syeikh Ali Bin Haj, ada dua hal penting amanah bagi ahli ilmu: pertama, ulama' yang memadukan ilmu dan amal; kedua, selalu membela dan memperjuangkan hak-hak umat. (Abu Abdul Fatah Ali bin Haj, Fashlul Kalam fii Muwajahati Zhulmil Hukkam, hlm. 255-258).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, sanksi yang akan diberikan di hari kiamat kelak bagi yang mereka yang kitman terhadap Ilmu dengan sabda beliau,
ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺭَﺟُﻞٍ ﻳَﺤْﻔَﻆُ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﻓَﻴَﻜْﺘُﻤُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺃُﺗِﻲَ ﺑِﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣُﻠْﺠَﻤًﺎ ﺑِﻠِﺠَﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
"Tidaklah seorang laki-laki yang menghafal satu ilmu lalu dia menyembunyikannya kecuali dia akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan (diberi) kekang dengan (kekang) dari api neraka". (HR. Ibnu Majah).


Semoga nasihat ini menguatkan kita semua untuk terus belajar secara mendalam, mempercantik adab, dan meneguhkan dalam dakwah....


# Menyambut_Tegaknya_Khilafah
# Copas_Dari
# Cahaya_Peradaban_Muslim

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...