Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Saatnya Remaja Bicara Masa Depan Bangsa, Selamatkan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah

Saatnya Remaja Bicara Masa Depan Bangsa, Selamatkan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah Surabaya, HTI Press. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung Semeru dari akarnya. Tapi berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Itulah kalimat yang diucapkan oleh mantan presiden pertama Indonesia, Bung Karno, tentang pemuda. Ini membuktikan bahwa sesungguhnya kedudukan pemuda (termasuk di dalamnya remaja) merupakan pilar penting bagi kemajuan negeri ini. Maka tak salah jika Klub Remaja Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Jatim mempersembahkan acara Liqo’ dan Talkshow Remaja Muslimah bertema “Saatnya Remaja Bicara Masa Depan Bangsa; Selamatkan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah”. Liqo’ dan talkshow tersebut diselenggarakan pada 23 September 2012 yang lalu di aula SMK Negeri 6 Surabaya. Remaja digambarkan memiliki 2 sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, ia disanjung karena semangat mudanya dalam membawa perubahan, penentu nasib ba...

Selamatkan Anak dari Jerat Pornografi dan Seks Bebas

Selamatkan Anak dari Jerat Pornografi dan Seks Bebas Selamatkan Anak dari Jerat Pornografi dan Seks Bebas Oleh Eko Pujiastuti, SP. Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Anak adalah permata hati bagi orang tua dan keluarga. Anak juga merupakan mutiara-mutiara bangsa  yang menjadi tumpuan dan harapan bagi kemajuan peradaban  dan kemuliaan sebuah bangsa.  Jika anak memiliki kepribadian yang baik, masa depan bangsa tersebut juga akan baik. Namun, jika mutiara-mutiara bangsa itu mengalami kehancuran, disorientasi hidup, dan kebobrokan moral, akan hancurlah sebuah bangsa. Lalu bagaimana dengan potret anak-anak kita saat ini? REALITAS DUNIA ANAK  Data-data terkait fakta dan perilaku anak-anak Indonesia saat ini begitu mengerikan. Berikut di antaranya: Badan pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jawa Barat melakukan survey di enam kabupaten di Jawa Barat tahun 2009 diperoleh hasil: 29 % remaja pernah melakukan seks pranikah. Artinya j...

Pro Kontra Klub Poligami, Untuk Apa ?

Pro Kontra Klub Poligami, Untuk Apa ? Oleh : Rina Komara (Lajnah Tsaqafiyah Muslimah DPD I HTI Jawa Barat) http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/27/poligami-dalam-pandangan-syariat/ Isu seputar poligami kembali bergulir menyusul terbentuknya Klub Poligami Indonesia yang dilaunching di hotel Grand Aquila, Bandung belum lama ini. Berbagai tanggapan muncul dari berbagai pihak,mulai dari ulama hingga ormas. Dr. Qurais Syihab mengatakan bahwa Al-Qur’an memperbolehkan poligami bukan menganjurkan, karena hanya untuk kasus-kasus penting dan dibutuhkan [1] , sedang menurut ketua Umum Ormas Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Jabar, Ani Rukmini, poligami memang tidak dilarang oleh Islam, namun (dengan berdirinya klub poligami) beliau mengkhawatirkan perbuatan poligami menjadi trend dan gaya hidup. Masyarakat yang hendak berpoligami melalaikan indicator atau syarat-syarat berpoligami versi Islam. [2] . Respon keras dilontarkan oleh Masrucqoh (sekjen Koalisi Perempuan Indone...

Seputar Khilafah Quraisy: Syarat Afdhaliyah, atau Syarat In’iqad?

Seputar Khilafah Quraisy: Syarat Afdhaliyah, atau Syarat In’iqad? Pengantar Keturunan (nasab) Quraisy telah mendapatkan perhatian besar dari jumhur (mayoritas) ulama terkait masalah akad khilafah. Dalam masalah ini terdapat perbedaan yang besar di antara mereka. Sebagian menganggapnya sebagai syarat in’iqâd (syarat keabsahan akad Khilafah) sehingga selain orang Quraisy tidak boleh menjadi khalifah. Sebagian lagi hanya memasukkannya sebagai syarat afdhaliyah (keutamaan) semata. Bahkan ada yang menolak persyaratan itu karena tidak jelas asal-usulnya dalam syariah karena ketiadaan nash yang sahih yang menunjukkannya (al-Khalidi, Qawâ’id Nidzâm al-Hukm fil Islâm, hlm. 302). Telaah Kitab kali ini akan membahas Rancangan UUD (Masyrû’ Dustûr) Negara Islam pasal 30, yang berbunyi: Orang yang dibaiat sebagai khalifah tidak disyaratkan kecuali memenuhi syarat in’iqâd, dan tidak harus memiliki syarat afdhaliyah. Sebab, yang dinilai adalah syarat in’iqâd.” (An-Nabhani, Muqaddi...
[82] TOT BNPT: Menebar Adu Domba http://mediaumat.com/media-nasional/3816-82-tot-bnpt-menebar-adu-domba.html BNPT tak berani face-to-face dengan kelompok yang selama ini diasosiasikan radikal dan fundamentalis bahkan yang sudah dalam justifikasi sebagai kelompok teroris versi Amerika. Program deradikalisasi terus bergulir. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akhir bulan 25-27 April lalu menyelenggarakan training of trainer (TOT) bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 45 peserta mewakili beberapa elemen ormas dan pesantren. Acara yang berlangsung sebuah hotel di Mojokerto, Jawa Timur itu diikuti peserta dari Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Madura, Nganjuk dan Ponorogo. Semua biaya ditanggung panitia, baik transportasi maupun akomodasi. Mereka pun mendapat sertifikat TOT Anti Radikalisme dan Terorisme setelah dinyatakan lulus. Itu bukan yang pertama kalinya BNPT mengadakan kegiatan seperti ...

Siapa Bilang Khilafah Utopis?

Siapa Bilang Khilafah Utopis? Oleh : Mush’ab Abdurrahman Dalam kesempatan acara diskusi wacana pembubaran salah satu ormas islam beberapa bulan yang lalu, saya menjadi salah satu pembicara yang diundang oleh panitia. Pembicara lainnya adalah Dr. Moqsith Ghazali, kita semua pasti tahu, di adalah salah satu ‘pentolan’ Jaringan Islam Liberal (JIL). Panitia meminta saya untuk menanggapi berbagai wacana yang menyangkut isu pembubaran salah satu ormas islam yang anggapan sebagian masyarakat sering menimbulkan anarkis alias islam radikal. Singkat punya cerita, saya memang tidak mau terjebak dalam diskusi ini, seperti apa yang panitia inginkan yaitu, ingin memecah belah umat islam dengan memanfaatkan momentum pembubaran ormas radikal. Instink politik saya dalam diskusi semacam ini harus dipertajam. Pada forum itu saya ungkap bahwa, mengangkat tema pembubaran ormas bukanlah tujuan utamanya, pembubaran ormas hanya isu kulit saja (skin issue) sedangkan agenda terselubungnya (hid...