Skip to main content

Khilafah dan taqwa

KHILAFAH DAN TAQWA

 قال لي: إنكم تكثرون الكلام عن الخلافة،
لماذا لا تحدثوننا عن التقوى؟!

 قلت له: لأن تعريف التقوى هو العمل لإقامة الخلافة.

 قال: أين هذا ؟!

قلت له: في تعريف سيدنا علي بن أبي طالب للتقوى بأنها:

١) الخوف من الجليل:
وهذا يقتضي تنفيذ أوامره بتطبيق شرائعه، لذلك فقد أوضح هذا الفهم في البند الثاني للتعريف.

٢) العمل بالتنزيل:
فلم يقل: (حفظ التنزيل أو تلاوة التنزيل) فحسب. والعمل بالتنزيل يقتضي تطبيقه بدولة ثم الصبر على صدود الناس وتضييق الأعداء، وهذا ظاهر في البند الثالث.

٣) الرضى بالقليل:
فضيقٌ في طاعة الله أفضل من رخاء في معصيته.

٤) الاستعداد ليوم الرحيل:
أفضل ما أعده الرسول ﷺ قبل الرحيل هو : توحيد الأمة بدولة ترعى حياتنا بطاعة الله وشرعه الحنيف.

ثم قلت له: يا سيدي، إن التقوى التي تعلمناها من سيدنا علي، قد تَعلَّمَها بدوره من رسوله العظيم, الذي كانت مواجهته لطواغيت عصره واستنهاض الأمة لخلعهم، هي أبرز تجليات التقوى في سيرته العطرة.

المشكلة هي فيمن يقصر التقوى على (الخوف من الجليل) فقط،

ويظن أنه بذلك يحقق الخوف من الله، ولا يعلم أنه بذلك يحقق الخوف من أعدائه.

(أبو نزار الشامي)

Ada yang berkata kepadaku: Sesungguhnya Anda banyak berbicara tentang Khilafah, mengapa Anda tidak berbicara kepada kami tentang taqwa?!

Aku katakan kepadanya: Karena definisi taqwa adalah beramal untuk menegakkan Khilafah.

Dia bertanya: Dimana ada (definisi) tersebut?!

Aku katakan padanya: Di dalam definisinya paduka kita Ali bin Abi Thalib tentang taqwa, bahwa ia adalah:

1. Takut kepada Dzat Yang Maha Mulia.
Dan ini menuntut penerapan perintah-perintah-Nya dengan melaksanakan syari'at-syari'at-Nya. Oleh karena itulah beliau telah menjelaskan pemahaman ini di dalam poin kedua dari definisi.

2. Mengamalkan Al-Qur'an.
Beliau tidak mengatakan "menghafal Al-Qur'an atau membaca Al-Qur'an" saja. Mengamalkan Al-Qur'an menuntut penerapannya lewat daulah/negara kemudian bersabar terhadap penentangan manusia dan usaha penyempitan dari musuh-musuh.
Dan ini sangat jelas di poin ke tiga.

3. Ridha dengan yang sedikit.
Karena kesempitan di dalam ketaatan kepada Allah itu lebih baik daripada kemewahan di dalam kemaksiatan terhadap-Nya.

4. Persiapan untuk hari kepergian (kematian).
Hal yang paling utama yang disiapkan oleh Rasulullah ﷺ sebelum kepergian/kematian beliau adalah: Menyatukan umat dengan sebuah daulah/negara yang mengatur kehidupan kita dengan ketaatan kepada Allah dan syari'at-Nya yang lurus.

Kemudian aku katakan kepadanya: Wahai tuanku, sesungguhnya taqwa yang telah kita pelajari dari paduka kita, Ali, sungguh telah beliau pelajari dengan peran beliau dari Rasulullah yang agung. Dimana beliau berhadapan dengan para thaghut/rezim kafir di masa beliau dan upaya beliau membangkitkan umat untuk melepaskan mereka, adalah manifestasi taqwa yang paling menonjol di dalam kisah hidup beliau yang semerbak mewangi.

Masalahnya adalah pada orang yang hanya membatasi taqwa pada "Takut kepada Dzat Yang Maha Mulia" saja.

Dan dia mengira bahwa dengan itu dia sedang merealisasikan takut kepada Allah, padahal dia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya dengan itu dia sedang merealisasikan takut kepada musuh-musuh-Nya.

(Ustadz Abu Nizar Asy-Syami)

Penerjemah: Ustadzh Afiyah Mahfudhoh

===
Raudhah Tsaqafiyyah Jawa Barat
https://t.me/raudhahtsaqafiyah

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...