Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD

 MAKSUD "WAJIBUL WUJUD" Asy Syaikh Al Mujahid Taqiyuddin An Nabhani rahimahuLLaah menyatakan dalam kitabnya, Nizhamul Islam: وحين ننظر إلى المحدود نجده ليسَ أَزَلِياً وإلا لما كان محدوداً فلا بدَّ مِنْ أن يكون المحدود مخلوقاً لغيره، وهذا الغير هو خالق الإنسان والحياة والكون، وهو إِمَّا أَنْ يكون مخلوقاً لغيره، أو خالقاً لنفسه، أو أزلياً واجب الوجود. أما أنَّه مخلوق لغيره فباطل، لأنَّهُ يكون محدوداً، وأما أنَّه خالق لنفسه فباطل أيضاً، لأنه يكون مخلوقاً لنفسه وخالقاً لنفسه في آن واحد، وهذا باطل أيضاً، فلا بُدَّ أنْ يكونَ الخالق أزلياً واجب الوجود وهو الله تعالى. Artinya: "Dan ketika kita memperhatikan sesuatu yang terbatas, kita mendapati bahwa ia bukanlah azali (tidak tanpa awal), sebab kalau ia azali tentu ia tidak terbatas. Maka pastilah yang terbatas itu merupakan makhluk yang diciptakan oleh selainnya. Dan yang lain itu adalah Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Ia (Pencipta) itu, kemungkinan: diciptakan oleh selainnya, atau menciptakan dirinya sendiri, ata...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...

𝑴𝑬𝑴𝑩𝑨𝑪𝑨 𝑲𝑨𝑻𝑨-𝑲𝑨𝑻𝑨 𝑺𝒀𝑨𝑰𝑲𝑯 𝑻𝑨𝑸𝑰𝒀𝑼𝑫𝑫𝑰𝑵 𝑨𝑵-𝑵𝑨𝑩𝑯𝑨𝑵𝑰

 𝑴𝑬𝑴𝑩𝑨𝑪𝑨 𝑲𝑨𝑻𝑨-𝑲𝑨𝑻𝑨 𝑺𝒀𝑨𝑰𝑲𝑯 𝑻𝑨𝑸𝑰𝒀𝑼𝑫𝑫𝑰𝑵 𝑨𝑵-𝑵𝑨𝑩𝑯𝑨𝑵𝑰  Ketika Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani رحمه الله تعالى berkata: “𝑼𝒎𝒂𝒕 𝒊𝒏𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒎𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒂𝒕𝒊 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒏𝒚𝒂, 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒖𝒓𝒏𝒚𝒂, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒚𝒂𝒓 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒍𝒂𝒊𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒌𝒘𝒂𝒉 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒏𝒋𝒖𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒍𝒊 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝑰𝒔𝒍𝒂𝒎, 𝒚𝒂𝒌𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒂 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 𝒅𝒊𝒂𝒅𝒖𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓𝒌𝒂𝒏.” — beliau tidak sedang melontarkan harapan kosong. Beliau sedang membaca sunnatullah dalam perubahan, mendiagnosis realitas umat dengan pandangan tajam, dan melukiskan garis masa depannya. 1. Umat akan menemukan jati dirinya Hari ini umat Islam hidup dalam krisis identitas, di bawah sistem & hukum asing, dan kurikulum pendidikan yang menjauhkan mereka dari akar sejarahnya. Namun, aqidah Islam tet...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

kita berjuang berdasar kapasitas kita masing masing ?

 _Berikut tulisan ust Dwi Condro ketika mengcounter pendapat salah seorang teman yang mengatakan :_ _*kita berjuang berdasar kapasitas kita masing2, jadi silahkan bila ada yang berjuang untuk tegaknya khilafah, dan ada yang berjuang untuk kebaikan yang lain, yang penting fastabiqul khoirot....*_ 🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔹🔹 Berikut jawbannya  📌Dalam beramal seharusnya tidak hanya sekedar mendasarkan pada kapasitas kita.  📌Namun, berdasarkan taklif yang dibebankan Allah kepada kita, yaitu berdasarkan hukum syari’at yang lima: 1⃣ wajib, 2⃣ sunnah,  3⃣ mubah  4⃣ makruh  5⃣ haram.  📌Dan, untuk mengamalkannya-pun harus mengikuti aulawiyatnya,  yaitu:  ✅wajib harus didahulukan daripada sunnah; ✅ sunnah didahulukan daripada mubah dan seterusnya. 📌Oleh karenanya, yang harus kita fikirkan adalah bagaimana agar segala kewajiban itu dapat kita amalkan terlebih dahulu. 📌 Sebab, jika ada kewajiban yang masih kita tinggalkan, maka kita akan berdosa dan bisa t...