Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2011

Menggugat Hari Wafat Isa Almasih alias Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan

Menggugat Hari Wafat Isa Almasih alias Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan Jum’at 22 April 2011 adalah hari libur nasional bertepatan dengan hari raya umat kristiani, yaitu hari kematian Yesus Kristus alias hari wafat Isa Almasih. Bagi umat Islam, istilah hari wafat Isa Almasih ini kurang tepat, karena menurut aqidah Islam, Nabi Isa alaihissalam tidak mati dan tidak pula disalib. Agama yang meyakini kematian Yesus di tiang salib adalah Kristen. Maka istilah yang lebih tepat adalah Hari Kematian Yesus Kristus. Karena dalam pandangan Kristen, Yesus adalah salah satu oknum Tuhan, maka istilah yang lebih pas lagi adalah “Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan Kristiani.” Di kalangan Kristen, hari kematian Yesus itu masyhur dengan sebutan Jum’at Agung. Ulang tahun kematian Yesus di tiang salib adalah salah satu inti iman Kristiani. Dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Credo Nicaeano-Constantinopolitanum), umat Kristen memakai tiga perkataan untuk menekankan keyakinan akan kematian Yesus: “Dan kep...

Beda Islam & Kristen: Perang, Penjarahan, Perbudakan & Pembunuhan

Beda Islam & Kristen: Perang, Penjarahan, Perbudakan & Pembunuhan Jawaban untuk Pendeta Antonius Richmon Bawengan (7) Tanpa menyebutkan fakta dan dasar apapun, Pendeta Antonius Richmon Bawengan mengumpat Islam sebagai agama sadis yang menghalalkan peperangan, pembunuhan, penjarahan dan perbudakan. Mari kita buktikan, ajaran Islam ataukah Kristen yang mengajarkan perangai sadistis itu. Peperangan dalam Al-Qur'an dan Bibel Al-Qur`an memang membolehkan peperangan sebagai alat pertahanan diri bila diserang oleh musuh: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Qs. Al-Baqarah 190). “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” (Qs. Al-Hajj 39). Meski membolehkan perang bila terlebih dahulu diperangi musuh, namu...

Motif Durjana di Balik Isu Kekerasan Agama

Motif Durjana di Balik Isu Kekerasan Agama -->Maraknyakekerasan dengan mengatasnamakan agama telah menyisakan sebuah pertanyaan penting; siapa aktornya serta apa motif dan tujuan sejati dari seluruh aksi kekerasan tersebut. Hanya saja, kebanyakan orang menyakini bahwa peristiwa kekerasan berlatar belakang agama yang melanda negeri ini adalah hasil dari sebuah rekayasa. Selain itu, ada sebuah keajegan yang seakan-akan menjadi sebuah pola, yakni setiap terjadi aksi kekerasan agama, kelompok-kelompok penjaja demokrasi-sekularisme, liberalisme, dan pluralisme menjadikan momentum itu untuk menyerang Islam dan para pejuang formalisasi syariah Islam. Melalui pemberitaan dan opini media massa, mereka menjejalkan pemberitaan tak seimbang dan opini-opini salah mengenai akar masalah dan solusi atas kekerasan yang berlatar belakang agama dan keyakinan. Tidak berhenti di sini saja, mereka pun tanpa malu-malu lagi menyodorkan gagasan-gagasan sampah untuk menyelesaikan persoalan tersebut semacam p...

Peringatan, bukan Hinaan

Peringatan, bukan Hinaan Oleh redaksi @ Thu, 24 Maret 2011 — Tulis komentar “Sepeninggalku, tidak aku tinggalkan fitnah (godaan) yang lebih berbahaya untuk lelaki melebihi wanita.”(Mutafaq ‘alaih) “Wanita itu kurang agamanya.” “Kebanyakan penduduk neraka adalah wanita.” (al Hadits) Jika dibaca dengan kacamata buram milik orientalis dan kaum liberal, mungkin yang bakal tampak dari petikan hadits di atas adalah “Islam merendahkan kaum perempuan. Hadits-hadits ini mestinya dinonaktifkan dari fungsinya sebagai dalil karena sudah tidak sesuai dengan jaman. Jika tidak, Islam bisa tercoreng namanya karena masih saja mendeskreditkan perempuan, padahal di zaman sekarang persamaan gender telah menjadi tuntutan.” Tapi kacamata seorang muslimah, wanita yang berserah diri kepada syariat-Nya, tentunya tidak demikian. Imannya akan membuat lensanya lebih jernih dalam membaca dan menyelami isi dari setiap kata yang disabdakan utusan-Nya, Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Panda...

Kebatilan Istilah "Demokrasi-Islam

Kebatilan Istilah "Demokrasi-Islam Kami melihat sebagian kaum muslimin berbicara kepada umat, bahwa mereka adalah "pendukung demokrasi", "memperjuangkan demokrasi". Setelah kami berdiskusi dengan sebagian orang tersebut; setelah kami bicara mengenai asal-usul landasan fiosofis, dan konsep praktis dari demokrasi; setelah kami paparkan contoh-contoh kasus dalam impementasinya yang rusak; setelah kami bandingkan dengan aqidah dan syariah Islam; dan setelah kami nyatakan pertentangannya dengan tauhid, maka sebagian dari mereka mengatakan: "kami tidak sedang memperjuangkan jenis demokrasi seperti yang anda sampaikan. Demokrasi seperti itu demokrasi barat, dan memang demokrasi barat bertentangan dengan Islam. Tapi kami mengusung demokrasi yang lain, yakni demokrasi Islam, demokrasi yang dipraktekkan oleh para Khulafaa'ur Rasyidiin". Demi Allah, Ini adalah jawaban bathil yang harus dibungkam. Wallaahul musta'aan. Sebenarnya, istilah demokrasi-Islam...

Peradaban Emas Khilafah

Peradaban Emas Khilafah -->Sepanjang sejarah Khilafah tidak semuanya lurus. Khalifah adalah manusia yang juga bisa menyimpang dari Islam. Namun, penyimpangan perilaku khalifah dari hukum syariah bukan karena kesalahan sistem Khilafahnya. Karena itu, kalau ada khalifah yang terbunuh, yang salah bukanlah sistem Khilafahnya, tetapi tindakan pembunuhan itulah yang menyimpang dari hukum syariah. Karena itu, menyerang sistem Khilafah berdasarkan praktiknya yang menyimpang dari syariah Islam tentu adalah kesalahan fatal. Dalam sejarah sistem demokrasi Amerika Serikat, empat presidennya (Abraham Lincoln, James Abram Garfield, William McKinley, dan John F Kennedy) semuanya tewas terbunuh. Sejarah demokrasi AS juga mengalami perang saudara antara pihak Utara (Union) dengan Selatan (konfederasi). Lebih dari 500 ribu orang terbunuh dalam perang ini. Meskipun demikian, pengusung demokrasi tidak pernah menyalahkan sistem demokrasi karena adanya pembunuhan terhadap presidennya atau perang saudara ...

KH. Kholil Ridwan : Wamakaru Wamakarullah, Wallahu Khairul Maakirin

KH. Kholil Ridwan : Wamakaru Wamakarullah, Wallahu Khairul Maakirin KH. Kholil Ridwan, Wakil Ketua MUI, dan Penasehat DDII Pusat, memberikan pandangan-pandangannya seputar kejadian akhir-akhir ini, seperti bom bunuh diri, bom buku, dan NII. Di bawah ini petikan wawancaranya : Eramuslim : Apa komentar ustadz dengan kejadian yang ada sekarang (terror bom) dan lainnya? KH. Kholil Ridwan : Kita ambil hikmahnya. Seperti dalam AlQur’an dikatakan tiada sesuatu yang terjadi di luar kehendak Allah. Termasuk bom-bom ini. Karena ini tidak mungkin di luar kehendak Allah, kita berfikir positif mencari hikmahnya. Justru dengan tuduhan-tuduhan seperti ini Islam akan tampil utuh, bangkit seperti di Timur Tengah. "Wamakaru wamakarulloh Wallahu khoirul maakiriin." Umat Islam gak usah kecil hati karena di belakang kita ada Allah, "Intansurullah yansurkum"… Adanya bom buku, bom Serpong, pernyataan pesantren itu teroris ini adalah kenyataan pahit buat umat, yang penting jangan sampa...

Musuh Negara yang Sejati

Musuh Negara yang Sejati “Musuh negara itu bukan Islam, tetapi imperialisme, kapitalisme, individualisme, komunisme!” tegas Jenderal (purn) Tyasno Sudarto. Mantan Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) mengkritik frasa “musuh negara” dalam Rancangan Undang-Undang Intelijen yang tengah digodog Dewan Perwakilan rakyat. Pernyataan Tyasno yang disampaikan dalam Halaqoh Islam Perabadaban (HIP) ke-29 ini penting kita kutip , mengingat selama ini ada upaya sistematis dari kelompok-kelompok liberal untuk menempatkan Islam sebagai musuh. Apalagi kalau tidak dengan tudingan ekstrim kanan, radikal, teroris dan sebagainya. Menjadikan Islam sebagai musuh negara, disamping keliru juga sangat berbahaya. Keliru , karena sesungguhnya Islam yang tidak bisa dipisahkan dari aqidah dan syariahnya, sesungguhnya adalah rahmatan lil ‘alamin. Sehingga kalau syariah Islam diterapkan justru akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim. Tentu tidak masuk akal, aqid...

Musa VS Firaun

Musa VS Firaun Dinul Islam merupakan nikmat Allah yang tertinggi nilainya dan terpenting fungsinya untuk menata kehidupan di dunia ini. Nilai syari'at Islam ini merupakan kebenaran mutlak yang tidak tercampuri kebatilan sedikit pun. "Sesungguhnya, orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu datang kepada mereka maka mereka itu pasti akan celaka dan sesungguhnya, Al-Qur'an itu adalah kitab yang mulia, yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya; yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (QS. Fushshilat: 41-42) Peran syari'at Islam sebagai tatanan hidup--yang mampu menata kehidupan setiap bangsa di setiap zaman—tidak memerlukan perubahan karena adanya perubahan zaman dan ilmu pengetahuan. Ajaran ini merupakan satu-satunya konsep yang menjamin—dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala—terwujudnya ketentraman, kemakmuran, kebahagian, dan keselamatan, baik di dunia...

DDII: Jika Tak Terbukti, Jangan Salahkan Masyarakat Simpulkan Kasus Bom Didesain

DDII: Jika Tak Terbukti, Jangan Salahkan Masyarakat Simpulkan Kasus Bom Didesain Akhir-akhir ini isu radikalisme dan fundamentalisme dijadikan wajah khas yang identik dengan ajaran Islam. Jika dahulu kita hanya mendengar, orientalis yang berbicara bahwa fundamentalisme dikaitkan pada Gerakan Islam tertentu, selangkah lebih maju, kini pengamat teroris (yang juga didikan Barat) justru menyudutkan ajaran Islam itu sendiri sebagai biang radikalisme. Ayat-ayat Al Qur’an pun kemudian menjadi tertuduh. Wacana penegakkan Syariat Islam dan pendirian Negara Islam menjadi isu yang seksi untuk dimainkan. Media pun berlomba-lomba menghadirkan pengamat-pengamat terorisme baru dari mulai akademisi, pakar Intelejen, sampai mantan mujahidin. Padahal menurut, KH. Syuhada Bahri, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), ada aktor intelektual yang sengaja memainkan kasus ini. “Isu ini dimanage oleh orang yang punya kepentingan,” tukasnya ketika ditemui Eramuslim.com, Rabu 27/04/2011, di KantoR ...