Skip to main content

Posts

๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ’๐—”๐—พ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—›๐—ถ๐˜‡๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐—ฟ๐—ถ๐—ฟ ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฆ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—พ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—ต๐—น๐˜‚๐˜€ ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐˜„๐—ฎ๐—น ๐—๐—ฎ๐—บ๐—ฎ'๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜๐—ถ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—บ ๐—”๐˜€๐˜†'๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐˜†?

 ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ’๐—”๐—พ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—›๐—ถ๐˜‡๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐—ฟ๐—ถ๐—ฟ ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฆ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—พ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—ต๐—น๐˜‚๐˜€ ๐—ฆ๐˜‚๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐˜„๐—ฎ๐—น ๐—๐—ฎ๐—บ๐—ฎ'๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜๐—ถ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—บ ๐—”๐˜€๐˜†'๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐˜†? (๐—Ÿ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜  ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—บ ๐—š๐—ต๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜ ๐—™๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—บ ๐—”๐˜€๐˜†'๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐—ง๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป) ๐—ฆ๐˜†๐˜‚๐—ฏ๐—ต๐—ฎ๐˜: Sebagian penebar syubhat dan muqallid fanatik menyatakan bahwa ’aqidah Hizbut Tahrir tidak sama dengan ’aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena tidak ada statement tegas dari Hizbut Tahrir bahwa ia mengikuti Imam Asy’ari dan Maturidiy dalam masalah ’aqidah, khususnya terkait dengan persoalan Sifat dan Dzat Allah swt, dan perbuatan manusia.    Mereka menyatakan bahwasanya seseorang baru absah disebut ahlus sunnah wal jama’ah jika dalam bidang ’aqidah mengikuti paham Asy’ariyah dan Maturidiyah, sedangkan dalam bidang fikih mengadopsi salah satu dari Imam...
Recent posts

๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ก๐—”๐—› ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—”๐—Ÿ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐——๐—”

 ๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ก๐—”๐—› ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—”๐—Ÿ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐——๐—” Masalahnya Bukan Islam — Tapi Partai yang Mengatasnamakannya Islam memiliki konsep pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang jelas, tegas, dan operasional. Dalam Islam, SDA strategis seperti tambang, energi, air, dan hutan bukan milik negara, apalagi milik swasta. Ia adalah milik umum (milkiyyah ‘ammah). Negara hanya pengelola, bukan pemilik. Karena itu, privatisasi SDA adalah haram, dan hasilnya wajib kembali kepada rakyat, bukan kepada elit, korporasi, atau asing. Ini bukan soal etika atau simbol agama. Ini struktur hukum ekonomi Islam. DALIL SYAR‘I TENTANG SDA MILIK UMUM Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud) Para ulama menjelaskan bahwa “air, padang rumput, dan api” mencakup seluruh kebutuhan publik dan sumber daya vital—energi, tambang, dan sarana hidup bersama—yang haram dimonopoli dan haram diprivatisasi. Negara mengel...

๐Œ๐„๐๐†๐€๐Š๐” ๐€๐’๐˜‘๐€๐‘๐ˆ๐˜๐˜๐€๐‡, ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐‡๐“๐ˆ ๐€๐“๐€๐” ๐’๐„๐๐„๐๐€๐‘๐๐˜๐€ ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐Š๐‡๐ˆ๐‹๐€๐…๐€๐‡? .

 ๐Œ๐„๐๐†๐€๐Š๐” ๐€๐’๐˜‘๐€๐‘๐ˆ๐˜๐˜๐€๐‡, ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐‡๐“๐ˆ ๐€๐“๐€๐” ๐’๐„๐๐„๐๐€๐‘๐๐˜๐€ ๐Œ๐„๐๐Ž๐‹๐€๐Š ๐Š๐‡๐ˆ๐‹๐€๐…๐€๐‡? . . “Mengapa saya tidak nyambung dengan Hizbut Tahrir? Karena saya penganut akidah Asy‘ari.” . Kalimat ini terdengar ilmiah. Tapi ketika diuji dengan literatur Asy‘ariyyah sendiri, langsung runtuh. Pertanyaannya tajam: Benarkah akidah Asy‘ariyyah bertentangan dengan kewajiban menegakkan khilafah? Atau ini hanya alasan untuk menolak sesuatu yang tidak diinginkan?  . Mengingat HTI itu mendakwahkan kewajiban menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Itu saja, tidak mendakwahkan firqah akidah Asy'ari ataupun firqah lawannya Asy'ari. Pasalnya, HTI itu parpol Islam ideologis, bukan parpol firqah Islam. Akidahnya Islam, bukan salah satu firqah akidah Islam. Jadi, tidak masuk ke ranah firqah akidah.  . Walhasil, Hizbut Tahrir itu cocok untuk semua umat Islam, baik yang berfirqah Asy-Ari, Maturidi, maupun firqah akidah Islam lainnya yang ...

BAGAIMANA KITA MEMAHAMI KATA "JILBAB" DALAM HADITS 'AISYAH "MENUTUP WAjAH DENGAN JILBAB"?

 BAGAIMANA KITA MEMAHAMI KATA "JILBAB" DALAM HADITS 'AISYAH "MENUTUP WAjAH DENGAN JILBAB"?  Untuk menjawab pertanyaan di atas:  ๐Ÿ“ŽPertama Perlu saya sampaikan fakta, bahwa:  ๐Ÿ‘‰ Banyak orang mengira bahwa pakaian perempuan saat di luar rumah atau saat berada di tengah-tengah laki-laki ajnabi (kehidupan umum) yg penting menutup aurat!  ๐Ÿ‘‰ Banyak juga yg mengira bahwa bagian bawah pakai celana panjang dan bagian atas pakai kaos panjang pun tak mengapa yang penting tidak ketat dan rapat menutup aurat! ๐Ÿ‘‰ Banyak juga yang mengira bahwa jilbab dan khimar (kerudung) itu sinonim!  ๐Ÿ‘‰ Banyak yg mengira bahwa Allah tidak menentukan model pakaian bagi wanita saat berada dalam kehidupan umum. Boleh pake rok tentunya!  Semua asumsi di atas salah. Mengapa? Lanjutkan membaca, InsyaAllah akan terjawab.  +++  ๐Ÿ“Ž Kedua Harus kita ketahui dan fahami bahwa Allah berfirman:   ูˆَู„ْูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฎُู…ُุฑِู‡ِู†َّ ุนَู„ٰู‰ ุฌُูŠُูˆْุจِู‡ِู†َّۖ  "Dan hendaklah mereka ...

RUKYAT HILAL DAN PERHITUNGAN ASTRONOMIS 1 SYAWAL 1443 H

 RUKYAT HILAL DAN PERHITUNGAN ASTRONOMIS 1 SYAWAL 1443 H   Segala pujian hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah dan kepada keluarga, para shahabat dan orang yang mengikuti beliau. Wa ba’du.. Kepada saudara-saudara yang mengirimkan pesan ke laman kami mempertanyakan tentang rukyat hilal dan perhitungan astronomis Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Saya telah membaca pertanyaan-pertanyaan Anda seputar rukyat dan perhitungan astronomis. Kami telah berulang kali mengeluarkan soal-jawab tentang masalah ini, tetapi tidak apa-apa. Saya akan menambah penjelasan dan penegasan, dengan harapan kepada saudara-saudara untuk memperhatikannya dengan seksama dan penuh perhatian. Saya katakan dan dengan taufik dari Allah.. PERTAMA, Sesungguhnya kita, ya ikhwah, kita tidak memasukkan perhitungan (hisab) astronomis dalam topik ini. Jadi dalil hanya bersandar kepada rukyat saja. Kita berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal. Jika kita tid...

BOLEHKAH MENOLAK KESAKSIAN RUKYAT HILAL BERDASARKAN HASIL HISAB, WALAU DENGAN ASUMSI HASIL HISAB ITU QATH'IE?

BOLEHKAH MENOLAK KESAKSIAN RUKYAT HILAL BERDASARKAN HASIL HISAB, WALAU DENGAN ASUMSI HASIL HISAB ITU QATH'IE?  QAUL MU'TAMAD MADZHAB SYAFI'I: TIDAK BOLEH.  PENDAPAT MAINSTREAM (ZHAHIR QAUL) MALIKIYAH: TAK PEDULIKAN PERKATAAN AHLI HISAB. Al Imam Al Khathib Asy Syirbini Asy Syafi'i (w. 977 H), menerangkan: ๏ป“๏บฎ๏ป‰: ๏ปŸ๏ปฎ ๏บท๏ปฌ๏บช ๏บ‘๏บฎ๏บ…๏ปณ๏บ” ุง๏ปŸ๏ปฌ๏ปผ๏ป ๏ปญุง๏บฃ๏บช ๏บƒ๏ปญ ุง๏บ›๏ปจ๏บŽ๏ปฅ ๏ปญุง๏ป—๏บ˜๏ป€๏ปฐ ุง๏ปŸ๏บค๏บด๏บŽ๏บ ๏ป‹๏บช๏ปก ๏บ‡๏ปฃ๏ปœ๏บŽ๏ปฅ ๏บญ๏บ…๏ปณ๏บ˜๏ปช. ๏ป—๏บŽ๏ป ุง๏ปŸ๏บด๏บ’๏ปœ๏ปฒ: ๏ปป ๏บ—๏ป˜๏บ’๏ปž ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ุง๏ปŸ๏บธ๏ปฌ๏บŽ๏บฉ๏บ“؛ ๏ปท๏ปฅ ุง๏ปŸ๏บค๏บด๏บŽ๏บ ๏ป—๏ป„๏ปŒ๏ปฒ ๏ปญุง๏ปŸ๏บธ๏ปฌ๏บŽ๏บฉ๏บ“ ๏ป‡๏ปจ๏ปด๏บ”، ๏ปญุง๏ปŸ๏ปˆ๏ปจ๏ปฒ ๏ปป ๏ปณ๏ปŒ๏บŽ๏บญ๏บฝ ุง๏ปŸ๏ป˜๏ป„๏ปŒ๏ปฒ، ๏ปญ๏บƒ๏ปƒ๏บŽ๏ป ๏ป“๏ปฒ ๏บ‘๏ปด๏บŽ๏ปฅ ๏บญ๏บฉ ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ุง๏ปŸ๏บธ๏ปฌ๏บŽ๏บฉ๏บ“، ๏ปญุง๏ปŸ๏ปค๏ปŒ๏บ˜๏ปค๏บช ๏ป—๏บ’๏ปฎ๏ปŸ๏ปฌ๏บŽ، ๏บ‡๏บซ ๏ปป ๏ป‹๏บ’๏บฎ๏บ“ ๏บ‘๏ป˜๏ปฎ๏ป ุง๏ปŸ๏บค๏บด๏บŽ๏บ ๏ป›๏ปค๏บŽ ๏ปฃ๏บฎ. "Cabang pembahasan: Manakala ada satu atau dua orang bersaksi merukyat hilal, sedangkan menurut hisab hilal tidak mungkin untuk dirukyat:  Berkata As-Subki: Persaksian semacam ini tidak dapat diterima. Sebab hisab itu bersifat pasti (qath'ie) sementara persaksian itu bersifat asumtif (zhanni). Sedangkan yang zanni itu tidak dapat mengalahkan yang qath'ie. Panjang lebar beliau menjelaskan ketertolakan persaksian tersebut.  Sedangka...

FAKTA, TEROPONG, HISAB, ASTRONOMIS, DAN SAINS BUKANLAH DALIL SYARIAH DALAM MENENTUKAN HILAL SYAR'I

 *FAKTA, TEROPONG, HISAB, ASTRONOMIS, DAN SAINS BUKANLAH DALIL SYARIAH DALAM MENENTUKAN HILAL SYAR'I* Oleh: Zakariya Al-Bantany Dalam perkara Syariat, khususnya seperti halnya penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal (Hari Raya Idul Fithri). Itu rujukannya adalah dalil Syariat. Adapun, dalil syariat itu meliputi yang utama adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Dan juga Ijma' Shahabat dan Qiyas Syar'iyyah. Dalil Syariat Islam, khususnya yang utama seperti Al-Quran dan As-Sunnah pasti mutlak benar dan mustahil salah. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman: ุฐَٰู„ِูƒَ ุงู„ْูƒِุชَุงุจُ ู„َุง ุฑَูŠْุจَ ۛ ูِูŠู‡ِ ۛ ู‡ُุฏًู‰ ู„ِّู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 2). ูˆَู…َุงٓ ุกَุงุชَู‰ٰูƒُู…ُ ูฑู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ูَุฎُุฐُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ู†َู‡َู‰ٰูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ ูَูฑู†ุชَู‡ُูˆุง۟ ۚ ูˆَูฑุชَّู‚ُูˆุง۟ ูฑู„ู„َّู‡َ ".....Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah........