Kenapa Harus Khilafah? Bukannya Pancasila Udah Cukup? Saya paham banget kegelisahan di balik pertanyaan atau ungkapan seperti ini. Kamu ingin harmoni. Saya pun sama. Kita semua pastinya ingin menjaga kedamaian di tanah ini. Niat menjaga persatuan itu bukan cuma mulia, itu wajib. Kita ingin menjaga apa yang sudah diperjuangkan para pendiri bangsa, kan? Ini adalah niat yang sangat mulia. Tapi, izinkan saya mengajak kamu mendudukkan persoalan ini dengan sudut pandang yang sedikit berbeda, lebih jernih dan logis. Pertama, Izinkan saya bertanya terlebih dahulu, Sebagai seorang Muslim, siapa yang paling berhak membuat aturan untuk mengatur hidup kita? Manusia, atau Sang Pencipta manusia? Pertanyaan ini penting. Sebab dari sinilah sebenarnya arah pembahasan kita ditentukan dan kita dudukkan tanpa perlu sentilan emosional. Nah, untuk menjawab ini, kita perlu membedah dulu sebuah istilah agar tidak salah kaprah. Dalam literatur pemikiran Islam, ada tiga istilah yang harus kenal: Ideolog...
Aturan Islam Tentang Mata Uang Berbeda dengan Sistem Ekonomi Kapitalis yang berbasis sektor non-real (moneter) yang terbukti menimbulkan kekacauan, Sistem Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi real, dalam arti, jauh dari kegiatan-kegiatan ekonomi non-real. Dalam hal ini, Islam telah menetapkan sejumlah hukum/aturan dalam bidang ekonomi. Di antaranya adalah hukum-hukum tentang mata uang. Islam menetapkan mata uang dalam negara Khilafah berupa emas dan perak, atau mata uang dengan asas emas dan perak, baik dalam bentuk mata uang logamnya atau mata uang kertas yang di-back up dengan emas dan perak senilai uang kertas yang dikeluarkan (uang kertas substitusi). Uang kertas tersebut bisa dipertukarkan dengan emas dan perak secara langsung setiap saat tanpa pengurangan sedikitpun. Sistem ini akan mewujudkan kestabilan nilai mata uang karena nilainya bersandar pada nilai intrinsik. Berbeda dengan mata uang flat money yang nilainya hanya dijamin...