๐๐จ๐๐จ๐ ๐๐๐ฅ๐๐ก๐ ๐ง๐๐ ๐จ๐๐ก Izin bertanya ustadz tentang uang temuan di jalan itu halal atau harus dikemanakan uang tersebut ustadz ? ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ป Oleh: KH. Ahmad Syahrin Thoriq Islam adalah agama kasih sayang dan keadilan, melarang segala bentuk kedzaliman dalam segala hal, sampai masalah harta. Diwasiatkan dalam sebuah hadits: ุฅَُِّูู َูุง َูุญُِّู ู
َุงُู ุงู
ْุฑِุฆٍ ุฅَِّูุง ุจِุทِูุจِ َْููุณٍ ู
ُِْูู، “Tidak halal harta seorang muslim (buat orang lain) kecuali dengan kerelaan hatinya.’’ (HR. Ahmad) Hak kepemilikan harta seseorang dijamin dalam Islam meskipun sempat lenyap dari tangannya dan ditemukan oleh orang lain, yang dalam syariat dikenal dengan istilah hukum luqathah atau barang temuan. Mari kita simak pembahasannya. ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ฎ๐ป Luqathah (ุงูููุทุฉ) berasal dari kata luqath ( (ููุท) yang artinya memungut. Sedangkan secara istilah adalah setiap harta yang lepas dari pemiliknya dan ditemukan oleh orang lain.[1] ๐๐๐ธ๐๐บ ๐บ๐ฒ๐บ๐๐ป๐ด๐๐ ๐น...
Keraguan Di Balik Tembok Teluk: Mengapa Perlindungan AS Menjadi Ancaman Laporan terbaru dari Bloomberg dan Reuters mengguncang koridor-koridor kekuasaan. Sebuah fakta menarik terungkap, negara-negara Teluk yang selama puluhan tahun menjadi mitra setia Amerika Serikat mulai mempertanyakan segalanya. Di tengah konflik yang membara dengan Iran, mereka menyuarakan keraguan. Bukan di panggung publik, tapi di ruang-ruang tertutup. Apa yang mereka pertanyakan? Kredibilitas jaminan keamanan Washington. Mereka bertanya-tanya, di mana strategi jelas Donald Trump yang dulu berapi-api? Apakah Amerika masih sanggup melindungi? Atau justru pangkalan-pangkalan militer AS di tanah mereka kini menjadi magnet yang akan menarik peluru dan rudal ke wilayah mereka sendiri? Inilah kegelisahan kelas penguasa Teluk. Mereka berada di atas pagar yang tajam, di satu sisi bergantung pada dukungan militer AS, di sisi lain mulai merasakan bahwa “pelindung” itu mungkin akan meninggalkan mereka dalam kobar...