Skip to main content

Posts

Makin di HaTI Umat.

 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Makin di HaTI Umat. Oleh :M.Muhajirin Penikmat kopi hitam 18 Agustus 2026 Dakwah merupakan kewajiban, konsisten adalah modal utama, dan kejujuran adalah penyempurna. Begitulah mungkin yang bisa kita gambarkan terhadap gerakan dakwah islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).  Mungkin ada segelintir oknum yang sengaja membangun narasi buruk terhadap kelompok dakwah satu ini (HTI), Akan tetapi jika kita perhatikan justru serangkaian serangan narasi atau framing buruk terhadap HTI menjadi penjelas atas sikap jahil mereka sendiri. Berikut beberapa contoh yang ada. 1. Para pembenci dakwah syari'ah kaffah senantiasa menjual narasi basi bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Merupakan ancaman bagi negeri ini, padahal yang menyatakan demikian beberapa bulan kedepan pada menggunakan rompi oranye. Artinya cukup menunjukkan sikap konsisten dalam dakwah saja para pembenci sibuk dengan urusan mereka sendiri. 2. Narasi yang dibangun bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ...
Recent posts

𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗢𝗟𝗔𝗞 𝗞𝗛𝗜𝗟𝗔𝗙𝗔𝗛 𝗩𝗘𝗥𝗦𝗜 𝗧𝗔𝗤𝗜𝗬𝗨𝗗𝗗𝗜𝗡 𝗔𝗡-𝗡𝗔𝗕𝗛𝗔𝗡𝗜!!

 𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗢𝗟𝗔𝗞 𝗞𝗛𝗜𝗟𝗔𝗙𝗔𝗛 𝗩𝗘𝗥𝗦𝗜 𝗧𝗔𝗤𝗜𝗬𝗨𝗗𝗗𝗜𝗡 𝗔𝗡-𝗡𝗔𝗕𝗛𝗔𝗡𝗜!!! Pernah dengar atau bahkan kamu sendiri pernah mikir begini:‘Saya percaya Khilafah itu ada dalam ajaran Islam, tapi kalau bentuk negaranya versi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani... maaf, saya menolak. Itu kan cuma ijtihad manusia!’ ​Kalau kamu berpikir seperti itu, saya tidak akan  mengatakan kamu salah. Karena memang benar: Taqiyuddin an-Nabhani bukan Nabi. Beliau seorang ulama dan pemikir besar. Dan pemikiran beliau bukan wahyu. Tapi, apakah mengatakan ‘itu cuma ijtihad manusia’ sudah cukup untuk membuktikan bahwa pemikirannya salah? 𝗡𝗮𝗵. 𝗠𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗯𝗲𝗱𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗻-𝗽𝗲𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝘂𝗱𝘂𝘁 𝗽𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗱𝗶𝗸𝗶𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮 𝘆𝗮. ​ 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮, 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗮𝗱𝗶𝗹. Kalau seseorang mengatakan: Saya berbeda pendapat dengan Taqiyuddin an-Nabhani’, itu sendiri bukan masalah. ​Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama memang dapat berbeda...

MENEMUKAN JALAN MENUJU KHILAFAH

 MENEMUKAN JALAN MENUJU KHILAFAH Oleh: Pasukan Pembebasan Banyak orang baru mulai tertarik mengkaji Islam, lalu mereka penasaran tentang Khilafah.  Muncul segudang pertanyaan di benak mereka: apa itu Khilafah, bagaimana cara menegakkannya, dan mengapa urgensinya begitu besar bagi kehidupan umat?  Sayang seribu sayang, langkah pertama mereka sering kali terjerumus karena bertanya kepada pihak yang salah.  Mereka bertanya kepada negarawan sekuler yang sejak awal memisahkan agama dari negara. Tentu saja jawabannya akan selalu sama: Khilafah adalah ancaman.  Sebab, Khilafah akan menyatukan agama dengan negara, menjadikan syariat islam sebagai aturan negara. yang mana hal ini jelas sangat bertentangan dengan doktrin sekuler yang memisahkan agama dari negara. Maka, jangan pernah berharap mendapatkan penjelasan yang jujur dari mereka yang posisinya saja sudah berseberangan dengan syariat Allah. Kesalahan kedua, yang lebih sering terjadi adalah ketika seseorang bertanya...

Perjanjian Sykes-Picot

 Dialah pria yang berhasil membongkar konspirasi terbesar abad ini. Jika bukan karena dirinya, Perjanjian Sykes-Picot mungkin akan tetap menjadi rahasia yang terkubur rapat di bawah tanah. Namun, yang benar-benar mengejutkan bukanlah siapa sosok di balik pembongkaran itu, melainkan bagaimana reaksi Syarif Husain saat pertama kali mendengar kabar tersebut! Sosok itu adalah Leon Trotsky, Menteri Luar Negeri dari era Revolusi Bolshevik, pemikir komunis ternama, sekaligus pendiri Tentara Merah. Pada tahun 1917, setelah Revolusi Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin berhasil menggulingkan Tsar Rusia, Trotsky tengah memeriksa dokumen-dokumen lama di arsip Kekaisaran Rusia yang runtuh di dalam istana Tsar. Secara tidak sengaja, ia menemukan sebuah dokumen yang sangat berbahaya—dokumen yang sanggup memicu efek gempa politik di seluruh dunia. Dokumen itu adalah sebuah perjanjian rahasia antara Inggris, Prancis, dan Kekaisaran Rusia untuk membagi-bagi wilayah Arab (Timur Tengah) setela...

Jawaban atas Syubhat: "Bagaimana keabsahan Khilafah Abbasiyah, Utsmaniyah, dan Khilafatul Muslimin?"

 Jawaban atas Syubhat: "Bagaimana keabsahan Khilafah Abbasiyah, Utsmaniyah, dan Khilafatul Muslimin?" Pertanyaan Abu Jaysh tersebut sekilas tampak ilmiah, tetapi sebenarnya mencampuradukkan beberapa kasus sejarah yang sama sekali berbeda.  #Pertama, Khilafah Abbasiyah di bawah Bani Buwaih dan Seljuk Khilafah Abbasiyah tetap merupakan Daulah Islam yg telah berdiri berabad2 sebelumnya. Ketika kekuatan politik khalifah melemah dan sebagian kekuasaan militer berada di tangan Bani Buwaih atau Seljuk, yg diperdebatkan para ulama adalah apakah kekuasaan khalifah menjadi lemah atau terbatas, bukan apakah khilafahnya masih memiliki daulah. Faktanya: tetap ada khalifah, tetap ada wilayah kekuasaan, tetap ada Baitul Mal, tetap ada para qadhi, tetap ada pengangkatan gubernur, tetap ada administrasi negara, tetap ada hubungan internasional. Jadi persoalannya adalah khalifah yang lemah di dalam sebuah negara yang tetap eksis, bukan khalifah tanpa negara. Ini sangat berbeda dengan mengklaim...

PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH

 PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH Banyak yang mengira isu Khilaf4h di Indonesia baru ramai dibicarakan belakangan. Padahal, lebih dari 100 tahun lalu, H.O.S. Tjokroaminoto telah membahasnya secara serius. Bagi Tjokroaminoto, Khilaf4h bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan menyangkut arah politik dan persatuan umat Islam. 1. Tahun 1924 menjadi titik guncangan besar bagi dunia Islam. Pada 3 Maret 1924, Khil4fah Utsmaniyah resmi dihapus oleh pemerintah Turki. Bagi banyak Muslim saat itu, peristiwa ini bukan sekadar pergantian sistem pemerintahan. Ini dipandang sebagai hilangnya simbol persatuan dan otoritas politik terakhir umat Islam di tingkat global. 2. Bahkan sebelum runtuh, Khilaf4h Utsmaniyah masih memiliki pengaruh simbolik yang kuat. Meskipun secara politik melemah, banyak Muslim di luar wilayah Utsmaniyah tetap menaruh loyalitas moral kepadanya. Mengapa? Karena Kh1lafah dipandang sebagai lambang kedaulatan Islam yang masih bertahan di tengah dominasi kolonial Barat...

Era Baru Geopolitik, Runtuhnya Hegemoni dan Alternatif Peradaban

 Era Baru Geopolitik, Runtuhnya Hegemoni dan Alternatif Peradaban Mari kita menepi sejenak dari hiruk-pikuk berita dollar yang terus naik serta dari pernyataan ninabobo kaum Neo murji'ah dan fatalis terhadap kezaliman sistem. Kita akan melihat peta dunia dari atas dan menelusuri sebuah narasi besar yang sedang terbentang di depan mata kita. Ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan, Sebuah imperium tidak pernah mati karena pembunuhan, melainkan karena bunuh diri perlahan. kita akan membicarakan tentang sebuah raksasa yang sedang terluka, yaitu Amerika. Mari kita bayangkan situasi saat ini. Amerika Serikat, sang negara adidaya, memasuki arena perang melawan Iran. Tapi, perhatikan kondisi mereka saat melangkah ke medan laga. Mereka datang bukan dengan kekuatan penuh dan bugar. Mereka datang memanggul beban yang sangat berat. Di dalam negeri, perpecahan politik menganga lebar bak jurang yang tak berdasar. Krisis ekonomi dan tumpukan utang yang menggunung mencekik napas mereka. Di luar n...