Mengapa pemimpin yang wajib ditaati hanya pemimpin yang landasan kepemimpinannya hanya Islam? 1. Karena tidak mungkin orang-orang kafir/fasik/zhalim dibarengkan/digandengkan dengan Allah dan Rasul-Nya dalam hak ditaati. Sementara, Allah telah tegaskan: "Dan barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir". "... orang-orang zhalim". "..... orang-orang fasik". 2. Tidak mungkin taat penguasa yang dasar kepemimpinannya adalah hukum jahilnyah lalu Allah berikan hak ditaati perintah dan larangannya, sementara Allah menegaskan: "Maka, apakah hukum Jahilnyah yang mereka cari?!!" 3. Tidak mungkin Rasulullah mengakui pemimpin yang menerapkan hukum kufur sebagai Amir/pemimpin yang menjadi wakil/penerus beliau sehingga taat kepadanya adalah taat kepada beliau dan taat kepada Allah. Rasulullah bersabda: من أطاع أميري فقد أطاعني ومن أطاعني فقد أطاع الله "Barangsiapa taat kepada al-amirku maka sungguh...
DISKUSI LANJUTAN #2 Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri: Telaah Islam terhadap Cara Berpikir dan Kepribadian. Di era modern, masyarakat sangat akrab dengan istilah “otak kanan” dan “otak kiri”. Anak yang pandai matematika sering disebut dominan otak kiri, sedangkan anak yang menyukai seni dan kreativitas disebut dominan otak kanan. Teori ini begitu populer hingga digunakan dalam dunia pendidikan, motivasi, bahkan parenting. Banyak orang akhirnya percaya bahwa kepribadian manusia ditentukan oleh belahan otak tertentu. Namun benarkah manusia sesederhana itu? Dalam kajian Islam, khususnya dari pembahasan tentang hakikat berpikir dan kritik terhadap psikologi Barat dalam karya-karya Taqiyuddin An-Nabhani dan kitab مفاهيم علماء النفس oleh Syaikh Hisyam Abdul Karim Albadrani (Ulama Hizb) ditemukan bahwa manusia dipandang jauh lebih kompleks dibanding sekadar pembagian biologis otak kanan dan kiri. Islam tidak melihat manusia hanya sebagai kumpulan jaringan saraf dan reaksi kimia. Islam...