Aturan Islam Tentang Mata Uang Berbeda dengan Sistem Ekonomi Kapitalis yang berbasis sektor non-real (moneter) yang terbukti menimbulkan kekacauan, Sistem Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi real, dalam arti, jauh dari kegiatan-kegiatan ekonomi non-real. Dalam hal ini, Islam telah menetapkan sejumlah hukum/aturan dalam bidang ekonomi. Di antaranya adalah hukum-hukum tentang mata uang. Islam menetapkan mata uang dalam negara Khilafah berupa emas dan perak, atau mata uang dengan asas emas dan perak, baik dalam bentuk mata uang logamnya atau mata uang kertas yang di-back up dengan emas dan perak senilai uang kertas yang dikeluarkan (uang kertas substitusi). Uang kertas tersebut bisa dipertukarkan dengan emas dan perak secara langsung setiap saat tanpa pengurangan sedikitpun. Sistem ini akan mewujudkan kestabilan nilai mata uang karena nilainya bersandar pada nilai intrinsik. Berbeda dengan mata uang flat money yang nilainya hanya dijamin...
Saya mendukung Khilafah, tapi bukan versi Hizbut Tahrir, tapi versi Imam Mahdi. Sebenarnya saya paham betul ya arah pernyataan atau ungkapan seperti ini, namun menurutku nggak ada masalah sih. Saya pikir itu malah bagus. Artinya apa? Artinya kita sama-sama sepakat kalau Khilafah itu memang janji Allah, Taajul Furud (mahkota kewajiban), Nubuwat Nabi dan bagian dari masa depan umat Islam. Kita nggak anti, kita nggak alergi sama syariat. Tapi...mari kita dudukkan persoalan ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda ya. Menurut keyakinan saya, memang betul, Khilafah di akhir zaman itu bakal dipimpin Imam Mahdi, itu haditsnya jelas, nggak ada perbedaan di situ. Tapi masalahnya, sejak kapan "menunggu" itu jadi alasan untuk "menggugurkan" kewajiban? Kita semua sepakat shalat itu wajib. Tapi apa iya, kita harus nunggu imam shalat dari luar daerah datang dulu, baru kita mau mendirikan shalat? Kan nggak begitu logikanya. Satu hal yang saya tahu dan pahami bahwa Hizbut Tah...