Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2019

*RAHASIA MENGAPA HTI DITEMBAK

*RAHASIA MENGAPA HTI DITEMBAK?* *Oleh: Hafid Karmi Al Julaniy* _Pengkaji di Forum Kajian Kitab Kuning Aswaja (FK3A) Jawa Barat, Peneliti di Muntada al-Tsaqafah al-Islamiyyah Wil. Jawa Barat, dan Cucu dari Ulama NU di Jampang Tengah Sukabumi yang Juga Merupakan Pejuang Kemerdekaan_ =============== Orang menyangka saya ini pendatang baru di jagat media sosial (medsos), padahal saya adalah pengamat yang setia mengikuti perkembangan dunia Islam. Saya ini dari kampung, “ndeso” kalau kata Kaesang. Tapi cara pandang-ku “ngota” insyaAllah. Meski tak punya TV, tapi saya punya akun medsos. Ba’da memanjatkan syukur kepada Allah yang Maha Ghafur, mari bershalawat kepada Habibana wa Nabiyana Kangjeng Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tak lupa mohon perkenannya mengirimkan al-Fatihah untuk Mbah-ku rahimahullahu ta’ala yang telah mengajarkan saya ngaji Tafsir Jalalain di Masjid Kecil di Pelosok Kampung Sana. Mbah-ku itu bukan hanya tokoh di lingkungan NU, tapi juga salah satu pejuan...

KHILAFAH TERMASUK ‘URAL ISLAM (BANTAHAN ATAS TUDUHAN SESAT “TIDAK BOLEH BOMBASTISASI KHILAFAH”)

KHILAFAH TERMASUK ‘URAL ISLAM (BANTAHAN ATAS TUDUHAN SESAT “TIDAK BOLEH BOMBASTISASI KHILAFAH”) Oleh Irfan Abu Naveed | Dosen, peneliti & penulis kajian balaghah dan hadits nabawi Dari Abu Umamah al-Bahili r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: «لَتُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا، فَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ، وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ» “Ikatan-ikatan Islam akan terburai satu per satu, setiap kali satu ikatan terburai orang-orang bergantungan pada ikatan selanjutnya. Yang pertama kali terburai adalah al-hukm (kekuasaan/pemerintahan) dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, al-Hakim) a. Ungkapan ’Urâ Al-Islâm Yakni Ikatan-Ikatan Islam: Al-Hukm wa Al-Shalât Ungkapan ’urâ al-Islâm, termasuk di antaranya shalat, Menunjukkan bahwa yang dimaksud ’urâ al-Islâm adalah perkara yang sangat penting, terlebih ikatan tersebut ditautkan (al-idhâfah) kepada Din Islam, sehin...

DIALOG HIZBUT TAHRIR INDONESIA DENGAN KEDUBES JERMAN

DIALOG HIZBUT TAHRIR INDONESIA DENGAN KEDUBES JERMAN (Sebuah diskusi yang menarik dan sangat inspiratif antara Ust Ismail Yusanto dengan Kedubes Jerman. Pernah dimuat di majalah Al-waie). Kedutaan Besar Jerman baru-baru mengundang Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia untuk sebuah dialog. Hadir dalam acara yang diadakan pada hari Rabu, 4 Juni 2003 jam 16.30 sampai 18.00 di Hotel Mandarin Jakarta itu Duta Besar Jerman untuk RI, Dr. Gerhard Fulda, Dr. Gunter Mulack (Botschafter Beauftragter fur Islam – Dialog, Dialog der Kulturen), Irja Berg (First Secretary Political Affair,) dan Lantip Prakoso Kusmanhadji yang menjabat sebagai Seksi Politik dan Protokoler Kedubes Jerman. Sementara itu, dalam dialog tersebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diwakili oleh juru bicaranya, Islamil Yusanto, yang didampingi oleh Farid Wajdi. Berikut petikan dialog kedua belah pihak. Gerhard Fulda: Apa arti dari Hizbut Tahrir? Mengapa Anda menamakan ini? Jubir HTI: Tahrîr artinya pembebasan. Jadi, Hizbut T...

Konsep khilafah Hizbut Tahrir lebih kaku dari konsep Aswaja?

Konsep khilafah Hizbut Tahrir lebih kaku dari konsep Aswaja? Terakhir A.Biyadi pada majalah Ijtihad PP Sidogiri Pasuruan Jatim, edisi 31 pada hal 11 mengatakan ; Walhasil, konsep khilafah Hizbut Tahrir memang lebih kaku dari konsep Ahlussunah. Ahlussunah memiliki konsep ideal tapi juga bisa menjadi lebih longgar. Dengan khilafiyah furu'iyah yang beragam dapat menjadi solusi jika memang realita yang ada tidak memungkinkan. Terlepas dari itu semua, coba anda bayangkan jika konsep khilafah ditegakkan namun dengan akidah mereka. Maka bisa jadi setelah khilafah tegak, mereka akan menekan umat yang tidak sepaham dengan mereka. Ingat! Taqiyuddin an-Nabhani dengan tegas menyatakan bahwa Ahlussunah hakekatnya adalah jabariyah [asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, juz 1, 53-54]. Hal itu bukan berarti kita tidak berusaha untuk merealisasikan ajaran Islam secara sempurna. Namun yang jelas kita berusaha untuk syariat Islam ala Ahlussunah. Dengan akidah Ahlussunah dan tentu saja dengan cara yang s...

Definisi Daarul Islam Hizbut Tahrih Tidak Tepat?

Definisi Daarul Islam Hizbut Tahrih Tidak Tepat? A.Biyadi (Idrus Ramli) dan orang-orang yang seideologi dengannya mengatakan ; "Ketiga, tentang Darul Islam. Mereka menyebutkan dalam Hizbut Tahrir, hal 5, "Umat Islam sejak runtuhnya khilafah, mereka hidup tanpa daerah Islam dan tanpa hukum Islam". Juga pada hal 29 dan Manhaj Hizbit Tahrir, hal 5 dan 8, "Dan di neger i-negeri kaum muslimin sakarang tidak satu negeri atau pemerintahan yang mempraktekkan hukum-hukum Islam dalam hal hukum dan urusan kehidupan, karena itulah semuanya terhitung darul-kufr meskipun penduduknya adalah muslimin". Menurut Imam ar-Rafi'I dan beberapa ulama lain dengan mengutip pendapat kalangan syafi'iyyah, darul-Islam ada tiga macam. Pertama, tempat bermukim para muslimin. Kedua, daerah yang ditaklukkan oleh umat Islam. Ketiga, tempat yang ditinggali umat Islam tapi kemudian dikuasai oleh orang-orang kafir. Memang mayoritas ulama Sunni menyatakan bahwa daerah-daerah yang perna...

Hizbut Tahrir pecahan Muktazilah yang sangat mendewakan akal?

Hizbut Tahrir pecahan Muktazilah yang sangat mendewakan akal? KH Masduqi Mahfudz sebagai Dewan Syura PWNU Jawa Timur, ketika ditanya wartawan Ijtihad; "Bagaimana pandangan kiai tentang Hizbut Tahrir?". Beliau menjawab ; "Hizbut Tahrir ini kan pecahan dari Muktazilah yang sangat mendewakan akal. Orang NU yang ikut Hizbut Tahrir itu namanya kesasar". (Majalah Ijtihad, PP Sidogiri Pasuruan Jatim, edisi 31, hal 17). MEMBONGKAR PAT: Hizbut Tahrir pecahan Muktazilah yang sangat mendewakan akal? Terkait Hizbut Tahrir pecahan Muktazilah yang mendewakan akal, ini adalah tuduhan miring yang jauh panggang dari api. Andai saja KH Masduqi Mahfudz membaca kitab asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah juz I, terkait akidah secara keseluruhan, maka di sana justru Syakh Taqiyyuddin an-Nabhani mengkritik dengan sangat pedas terhadap kesalahan manhaj mutakallimin yang sangat mendewakan akal. Berikut adalah sebagian perkataan beliau; "Kekeliruan manhaj mutakallimin yang; Ketiga; Sesung...

Khalifah Yang Saleh Tidak Dapat Merubah Keadaan Masyarakatnya Menjadi Lebih Baik?

Khalifah Yang Saleh Tidak Dapat Merubah Keadaan Masyarakatnya Menjadi Lebih Baik? Pada topik Lingkungan Masyarakat Ideal, Idrus Ramli berkata: “Ada asumsi di sebagian kalangan, terutama kalangan Hizbut Tahrir , bahwa pemimpin yang baik dapat merubah keadaan masyarakatnya menjadi lebih baik dan menanamkan nilai-nilai kesalehan dalam ranah individu dan social. Asumsi ini dapat dibenarkan apabila yang dimaksud dengan pemimpin tersebut adalah seorang nabi atau rasul. Akan tetapi apabila yang dimaksudkan dengan pemimpin tersebut adalah seorang kepala pemerintahan seperti presiden, raja dan khalifah, maka asumsi tersebut tidak benar. Sebab lahirnya pemimpin yang baik tidak dapat dilepaskan dari lingkungan yang kondusif berupa masyarakat yang baik. Seorang pemimpin yang baik tidak akan dapat menerapkan berlakunya hukum-hukum syariat terhadap rakyatnya tanpa dukungan masyarakat yang dipimpinnya.” Lalu Idrus Ramli mengemukakan hadits Imam Bukhari terkait kronologi Kaisar Romawi Heraclius de...
K Pada topik Lingkungan Masyarakat Ideal, Idrus Ramli berkata: “Ada asumsi di sebagian kalangan, terutama kalangan Hizbut Tahrir , bahwa pemimpin yang baik dapat merubah keadaan masyarakatnya menjadi lebih baik dan menanamkan nilai-nilai kesalehan dalam ranah individu dan social. Asumsi ini dapat dibenarkan apabila yang dimaksud dengan pemimpin tersebut adalah seorang nabi atau rasul. Akan tetapi apabila yang dimaksudkan dengan pemimpin tersebut adalah seorang kepala pemerintahan seperti presiden, raja dan khalifah, maka asumsi tersebut tidak benar. Sebab lahirnya pemimpin yang baik tidak dapat dilepaskan dari lingkungan yang kondusif berupa masyarakat yang baik. Seorang pemimpin yang baik tidak akan dapat menerapkan berlakunya hukum-hukum syariat terhadap rakyatnya tanpa dukungan masyarakat yang dipimpinnya.” Lalu Idrus Ramli mengemukakan hadits Imam Bukhari terkait kronologi Kaisar Romawi Heraclius dengan rakyatnya setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Lalu Idrus Ramli berk...

Hizbut Tahrir Hanya Prihatin Terhadap Hilangnya Khilafah?

Hizbut Tahrir Hanya Prihatin Terhadap Hilangnya Khilafah? Kemudian imajinasi Idrus Ramli berikutnya tertuang dalam topik yang berjudul ‘Keprihatinan Setiap Muslim’. Idrus Ramli berkata: “Beberapa aliran revivalisme dalam Islam juga mengekspresikan keprihatinan yang mendalam melihat kondisi umat Islam dewasa ini menghadapi aneka problem yang tidak berkesudahan. Namun sayang sekali keprihatinan mereka terkadang tidak sesuai dengan tuntunan agama. Kelompok Hizbut Tahrir merasa prihatin dan meratapi hilangnya khilafah dari genggaman kaum muslimin, sistem yang menjadi simbol persatuan dan kejayaan umat pada masa-masa silam, sejak Mushthafa Kamal Attaturk menghapus sistem khilafah di Negara Turki dan kemudian menyulap Turki menjadi Negara sekular pertama dalam dunia Islam. Abdul Qadim Zallum, pemimpin Hizbut Tahrir dan pengganti Taqiyyuddin al-Nabhani, telah menulis buku berjudul Hakadza Hudimat al-Khilafah (Demikianlah Khilafah Telah Dirobohkan). Dalam buku ini, Zallum sangat bagus dal...

Hizbut Tahrir Tidak Mau Menengok Sejarah Islam Masa Silam?

Hizbut Tahrir Tidak Mau Menengok Sejarah Islam Masa Silam? Imajinasi Idrus Ramli berikutnya tertuang dalam topik ‘Balajar dari Sejarah’: “Para aktipis Hizbut Tahrir biasanya merasa enggan apabila diajak bediskusi dengan menengok kesejarah Islam masa silam. Mungkin karena terbawa oleh semangat yang berlebihan dalam memperjuangkan tegaknya khilafah tunggal di muka bumi. Hizbut Tahrir merasa akan mudah dipatahkan ketika dihadapkan dengan realita sejarah bahwa sebagian khalifah masa silam tidak konsisten dengan ajaran agama. Menurut mereka, “Kelompok yang anti HT selalu berargumen dengan sejarah, padahal sejarah bukanlah dalil dalam beragama. Para ulama telah menetapkan bahwa dalil dalam agama adalah al-Qur’an, Sunnah, ijma’ dan qiyas (analogi). Dan tak seorangpun dari ulama menganggap sejarah sebagai dalil.” Demikian argumen mereka. Pada dasarnya sejarah memang bukan dalil dalam pengambilan keputusan hukum dalam agama. Tetapi sejarah masa silam tetap harus kita jadikan pelajaran yang ...