Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Jangan Salahkan Islam

Jangan Salahkan Islam gaulislam edisi 325/tahun ke-7 (12 Rabiul Awwal 1435 H/ 13 Januari 2014) Hampir di setiap kesempatan mengisi acara remaja, saya selalu memberikan pertanyaan di awal pembahasan materi, atau di pertengahan, termasuk menjelang akhir penyampaian materi. Pertanyaan sederhana dan saya sekadar ingin mengetahui tingkat pengenalan dan pengetahuan mereka terhadap Islam. Umumnya saya menyodorkan pertanyaan yang kira-kira gampang dijawab. Misalnya meminta mereka untuk menyebutkan nama-nama sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. selain Khulafa ar-Rasyiddin. Eh, tapi malah banyak juga yang menjawab Ali bin Abi Thalib ra, Umar bin Khaththab ra, Usman bin Affan ra, dan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Halah, entah mereka tidak mendengar pertanyaannya atau memang nggak tahu nama-nama sahabat mana saja yang tergolong al-Khulafa ar-Rasyidin dan sahabat mana yang bukan termasuk Khulafa ar-Rasyiddin. Ada pula yang malah sama sekali nggak tahu...

Cinta Tanpa Maksiat 1

Cinta Tanpa Maksiat 1 gaulislam edisi 328/tahun ke-7 (3 Rabiul Tsani 1435 H/ 3 Februari 2014) Udah deh, nggak usah ditutup-tutupin. Maksiat yang kamu lakukan suatu saat akan terbongkar juga. Nggak usah ngerasa bahwa kamu akan aman-aman saja atas apa yang kamu lakukan selama ini. Allah Ta’ala Mahatahu, lho. Awas, jangan coba-coba berbohong ya. Widiw, ngancem ceritanya nih. Hehehe.. sori, bukan nuduh, tapi sekadar membaca fakta saja. Jadi, kalo kamu nggak ngerasa berbuat salah, ya tulisan ini jangan dimasukkin ke hardisk, eh ke hati. Anggap saja sebagai bahan sentilan buat yang lain. Oke? Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Ngomongin soal cinta dan juga tentang maksiat, sepertinya hubungannya ama dekat lho. Gimana pun juga, masa remaja emang sedang hot-hotnya dengan perasaan suka terhadap lawan jenis. Rasa suka itu kemudian dirangsang sedemikian hebat melalui tayangan sinetron, lagu, film dan juga acara-acara di televisi lainnya...

Ingat! Pacaran Itu Berbahaya

Ingat! Pacaran Itu Berbahaya gaulislam edisi 331/tahun ke-7 (24 Rabiul Tsani 1435 H/ 24 Februari 2014) Remaja mana yang tak pernah mendengar istilah pacaran? Mulai remaja perkotaan hingga pelosok desa, pasti pernah mendengar istilah ini. Tak peduli apakah ia bersekolah di sekolah umum yang serba bebas hingga pesantren yang identik dengan dunianya yang serba ketat dan terbatas. Semua pasti pernah mendengar istilah ini. Termasuk mungkin kamu yang saat ini baru membaca buletin gaulislam ini. Lalu, dari sekian banyak remaja yang pernah mendengar istilah pacaran ini, berapa banyak sih yang ikut ‘ambil bagian’ di dalamnya? Baik itu para ‘eksekutor’ lapangan hingga simpatisannya? Jumlahnya ternyata banyak sekali alias mayoritas. Tapi mudah-mudahan, kamu bukan termasuk di dalamnya ya. Sobat gaulislam, mungkin kamu bertanya-tanya, maksud eksekutor dan simpatisan pacaran itu apaan? Kok pacaran saja ada eksekutor dan simpatisannya? Bukankah eksekutor it...

Jangan Lupakan Sejarah

Jangan Lupakan Sejarah Posted by Leila Amra gaulislam edisi 332/tahun ke-7 (1 Jumadil Awal 1435 H/ 3 Maret 2014) Sobat gaulislam, sampai saat ini militer Bashar al-Assad masih aja ngebantai saudara kita di Suriah. Belum lagi di Afganistan, Irak, Rohingya dan lain-lain. Malahan bulan Januari kemaren di facebook rame ama berita para ektrimis di Afrika Tengah ngebantai, ngebakar ama makanin jasad kaum Muslim. Kejadiannya itu di daerah Bangui, Afrika Tengah. Salah seorang ektrimis itu malahan nyebut dirinya sebagai ‘Mad Dog’ atau ‘Anjing Gila’ dan bangga karena udah ngelahap kaki si korban. Astaghfirullah! Ya, kejadian kayak gini emang udah nggak aneh lagi. Kaum Muslimin ditindas ama kaum kafir yang emang dari dulu benci benget ama umat Islam. Banyak tuh saudara kita di luar sana yang nggak ngerasa aman padahal kan di tanah kelahirannya sendiri. Sobat gaulislam , udah 80 tahun lebih nih kaum Mus...

Jebakan Labirin Split Personality

Jebakan Labirin Split Personality gaulislam edisi 333/tahun ke-7 (8 Jumadil Awal 1435 H/ 10 Maret 2014) Serius amat judulnya.. Kesannya abis ngeakses hal-hal yang berbau psikologi gitu, deh. Bener banget, mbak Sis en mas Bro.. Hehe.  Coz , kali ni saya dapat jatah ngebahas ‘split personality.’  Jiaaah..berat nih bahasannya. Tapi, deket kok ama kehidupan kita sehari-hari.  Bahkan banyak dari umat Islam yang terjebak dalam masalah ‘split personality’ alias ‘kepribadian yang terpecah-belah’ ini.  Makanya belingnya ampe nusuk banget… Kan, pecah-belah? Eh.. #tepokjidat. Hehehe nggak usah stres baca judul buletin gaulislam edisi 333 ini. Biasa aja lagi. Ini hanya istilah aja. Intinya sih kita mau ngobrolin bahwa ‘kepribadian yang terbelah’ ini maksudnya ada ketidakcocokan antara pola pikir dan pola sikap. Pikirannya bilang A, tapi sikapnya malah bilang B. Nah, kira-kira dengan perumpaan ini kamu jadi paham atau tambah bingung? Kal...

Dana Cukong Dianggap tidak Bahaya, Khilafah Dianggap Bahaya Ahad, 02 Maret 2014 04:22 Redaksi Syabab.Com - Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib merasa heran dengan jalan pikiran mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menganggap tidak berbahaya capres yang dicukongi konglomerat tetapi menganggap bahaya perjuangan menegakkan Khilafah. “Itu jelas ungkapan yang aneh oleh seorang yang mengerti politik!” tegasnya kepada mediaumat.com, Rabu (26/2) melalui telepon seluler. Menurut Rokhmat, cukong-cukong itu tidak mungkin memberikan dana secara gratis. Motivasi utama mereka mendanai capres adalah sebagai modal investasi. Maka keuntungannya akan ditagih saat capres tersebut terpilih menjadi presiden. “Jadi cukong-cukong itu perusahaannya besar dan akan menjadi lebih besar lagi setelah mendapatkan proyek-proyek, serta berbagai regulasi yang menguntungkan mereka tetapi merugikan rakyat itu,” ungkapnya. Rokhmat pun merasa aneh dengan pernyataan Mahfud yang menganggap berbahaya gerakan ideologis yang memperjuangkan tegaknya Khilafah. Karena Khilafah merupakan sistem pemerintahan Islam —yang akan mengambil kembali kekayaan umat yang kini dikuasai korporasi negara-negara asing—, mengelola kekayaan alam tersebut kesejahteraan rakyat. “Coba di mana bahayanya? Justru dengan sistem yang membolehkan cukong membiayai capres akan semakin membenamkan negara ini ke dalam cengkeraman cukong korporasi asing tersebut,” ungkap Rokhmat. Ia pun kembali menanyakan di mana letak bahayanya khilafah yang menerapkan syariah. Syariah kan hukum Allah SWT yang dijamin kebenarannya dan tidak bisa diperjualbelikan. “Bandingkan dengan sistem demokrasi, yang membuat undang-undang, termasuk seperti lembaga yang Pak Mahfud MD pernah menjadi ketuanya, UU itu bisa diperjualbelikan dengan para pemodal (cukong). Dengan kata lain UU tersebut membela yang bayar!” tegas Rokhmat. Sekali lagi Rokhmat mempertanyakan letak bahayanya khilafah. “Khilafah itu memerintahkan yang makruf dan mencegah kemunkaran. Sedangkan dalam sistem demokrasi kemunkaran terus dibiarkan merajalela. Malah bukan hanya dibiarkan tetapi dilegalisasi!” tegasnya. Seperti diberitakan tribunnews.com, Selasa (25/2) Mahfud menyatakan bantuan kepada Jokowi (untuk nyapres 2014) dari para konglomerat itu adalah dana legal, dana swasta, bukan dari APBN dan bukan dana kolusi dan korupsi. “Saya pun mau dicukongi, kalau ada cukong yang menyediakan dananya sendiri yang halal untuk membekingi saya,” kata Mahfud. Sebelumnya, republika.co.id, Jum’at (21/2), memberitakan pernyataan Mahfud yang menyebut ada tiga gerakan ideologis yang sangat berbahaya yang sedang beroperasi di Indonesia karena merongrong eksistensi NKRI. Salah satunya adalah kelompok yang sangat aktif menginginkan Indonesia menjadi negara seperti di zaman Kekhalifahan Turki Usmani. [mediaumat/syabab.com]

Dana Cukong Dianggap tidak Bahaya, Khilafah Dianggap Bahaya Ahad, 02 Maret 2014 04:22 Redaksi Syabab.Com - Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib merasa heran dengan jalan pikiran mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menganggap tidak berbahaya capres yang dicukongi konglomerat tetapi menganggap bahaya perjuangan menegakkan Khilafah. “Itu jelas ungkapan yang aneh oleh seorang yang mengerti politik!” tegasnya kepada mediaumat.com, Rabu (26/2) melalui telepon seluler. Menurut Rokhmat, cukong-cukong itu tidak mungkin memberikan dana secara gratis. Motivasi utama mereka mendanai capres adalah sebagai modal investasi. Maka keuntungannya akan ditagih saat capres tersebut terpilih menjadi presiden. “Jadi cukong-cukong itu perusahaannya besar dan akan menjadi lebih besar lagi setelah mendapatkan proyek-proyek, serta berbagai regulasi yang menguntungkan mereka te...

Silaturahmi Akbar HTI: Ulama CIanjur Turut Dukung Perjuangan HTI

Silaturahmi Akbar HTI: Ulama CIanjur Turut Dukung Perjuangan HTI HTI Press . Ahad (16/9) Hizbut Tahrir Indonesia Cianjur Sukabumi menghelat acara akbar, silaturahmi keluarga besar HTI 1433 H dengan tema “peran tokoh dan umat dalam menegakkan khilafah, Negara ideal yang menyejahterakan. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Liqo Syawal Ulama 1433 H yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia mulai tanggal 1 – 29 September 2012. Alhamdulillah acara yang diselenggarakan di gedung As-Sakinah berlangsung sukses dan lancar. Gedung yang hanya menampung 1000 orang ini, penuh sesak dihadiri 1200 orang ulama dan tokoh umat di sekitar wilayah Cianjur dan Sukabumi. Tepat pada pukul 08.00 WIB kaum muslimin dan muslimah sudah mulai menyemut di sekitar tempat acara.  Mereka berdatangan mulai dari pinggiran Samudera Hindia Belanda sampai Kaki Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Salak. Bahkan di antara mereka ada yang menginap di ...

Dunia Islam 2013 : Masih Dijajah, Khilafah Solusinya

Dunia Islam 2013 : Masih Dijajah, Khilafah Solusinya Sama dengan tahun-tahun sebelumnya sepanjang tahun 2013 ini umat Islam dunia masih diliputi berbagai persoalan. Intinya, dunia Islam masih dijajah. Baik penjajahan itu secara langsung dengan pendudukan militer, ataupun penjajahan dalam bentuk lain secara ideologi, ekonomi, politik atau sosial budaya. Secara ideologi hampir semua negeri Islam mengadopsi ideologi kapitalisme sebagai dasar negara dan asas pengaturan masyarakat. Penjajahan ideologi inilah yang memberikan jalan bagi penjajahan dalam bentuk lainnya baik itu ekonomi, politik, sosial budaya, atau pendidikan. Tidaklah mengherankan kalau secara ekonomi, meskipun negeri-negeri Islam memiliki sumber daya alam yang melimpah, rakyatnya miskin. Mereka dieksploitasi perusahaan-perusahaan kapitalis asing. Irak, Afghanistan, Palestina,masih diduduki oleh tentara-tentara penjajah. Atas nama perang melawan terorisme, membantu mene...

2014: Tetap Optimis dan Sabar

2014: Tetap Optimis dan Sabar 2013 telah berlalu. Alhamdulillah, banyak capaian positif yang sudah kita peroleh dalam perjuangan ini. Di antaranya: Pertama, makin besar dan tumbuhnya tubuh dakwah (tanmiyatul-jism). Kedua, makin menguatnya opini umum (ijadul-ra’yi) tentang Khilafah yang muncul dari kesadaran. Alhamdulillah, dengan gerak dakwah yang tidak kenal lelah dari seluruh komponen, rijalud-da’wah yang bergabung bersama untuk memperjuangkan Khilafah semakin banyak. Kualitas mereka juga makin meningkat; diterima dan diakui oleh masyarakat. Mereka adalah para kader ideologis dari berbagai bidang; ada mahasiswa, dosen, ulama, penguasa, birokrat, para ibu, hingga masyarakat biasa. Para rijalud-da’wah ini maju  membongkar persoalan masyarakat dari akarnya. Mereka menyampaikan kebobrokan ideologi Kapitalisme sekular dengan pemikiran-pemikiran utamanya seperti demokrasi, HAM, pluralisme, atau liberalisme ekonomi. Mereka sekali...

Refleksi Akhir Tahun 2013 RAPOT MERAH REZIM SEKULER

Refleksi Akhir Tahun 2013 RAPOT MERAH REZIM SEKULER [Al-Islam edisi 686, 23 Shafar 1435 H – 27 Desember 2013 M] Indonesia, negeri kaya tapi tak henti dirundung nestapa. Nasib serupa dialami kaum Muslim di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, dinamika politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam selama 2013 menunjukkan betapa negeri ini belum mapan dan jauh dari harapan. Politik: Demokrasi dan Gurita Korupsi Tahun 2013, tahun penting menjelang suksesi kepemimpinan. Parpol pun berancang-ancang berebut kekuasaan. Puluhan parpol mendaftar, namun hanya 12 parpol yang berhak berebut suara di pemilu. Hampir semuanya partai lama. Kalau pun baru, orangnya stok lama. Di saat yang sama, tabir busuk parpol mulai terkuak. Syahwat mengumpulkan uang dengan segala cara untuk membiayai proses politik demokrasi tak bisa ditahan lagi. Jadilah parpol menjadi sarang para koruptor. Wakil-wakil rakyat satu per satu dicokok oleh KPK. Korupsi juga dilaku...

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Cara Lain Memalak Rakyat

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Cara Lain Memalak Rakyat Al-Islam edisi 687, 1 Rabiul Awwal 1435 H – 3 Januari 2014 M  Meski ada protes dan keraguan pemberi pelayanan kesehatan untuk berpartisipasi pada Jaminan Kesehatan Nasional yang akan diterapkan 1 Januari 2014, cukup banyak klinik, puskesmas atau rumah sakit yang bergabung. Menurut Wamenkes, Ali Ghufron Mukti, sejauh ini ada sekitar 15.800 dokter praktek mandiri, klinik dan puskesmas yang akan memberi pelayanan kesehatan dasar. Pelayanan tingkat lanjutan akan dilakukan sekitar 1.700 rumah sakit pemerintah dan swasta yang tersebar di Indonesia. (Kompas, 30/12/2013). Bukan Jaminan, Tapi Asuransi Kesehatan Nasional Katanya jika program JKN sempurna, seluruh rakyat akan mendapat jaminan kesehatan. Katanya, jika JKN sudah jalan, rakyat akan mendapat pelayanan kesehatan gratis. Itu hanya propaganda. Realitanya justru sebaliknya. Yang ada bukanlah jaminan kesehatan nasional,...