Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

suriah, isis dan khilafah

Atus Firdaus Suriah, ISIS dan Khilafah Setelah Revolusi Islam di Suriah pecah hampir 4 tahun lalu, keinginan rakyat Suriah khususnya, dan umat Islam di seluruh dunia umumnya, untuk menyaksikan tumbangnya rezim kafir Baats masih harus menunggu waktu. Apa yang terjadi di Suriah sesungguhnya merupakan perang peradaban dan politik yang melibatkan dua pihak. Pihak pertama adalah Amerika yang diikuti oleh Eropa, Rusia, para antek dan pengikutnya. Pihak kedua adalah umat Islam, khususnya rakyat Syam. Pihak pertama berjuang mati-matian untuk menghalangi tegaknya Khilafah di bumi Syam; mendirikan rezim sekular, sebagaimana pendahulunya, yang tunduk dan mengikuti Amerika dan Barat. Pihak kedua berjuang mati-matian untuk mendirikan Khilafah di Bumi Syam, sebagai Uqru Dar al-Islam (lubang kembalinya [ular] di negeri Islam). Kemudian Khilafah itu akan membentang hingga ke negeri kaum Muslim, yang diperintah oleh sistem Islam; yang memuji dan mengagungkan Allah SWT, Zat Yang Mahaku...

10 kiat menghadapi JIL

10 KIAT MENGHADAPI JARINGAN ISLAM LIBERAL Ala NU Disajikan dalam kegiatan Multaqo Tsanawy Haiatus sofwah 1.Memahami bahwa Liberalisme adalah kesesatan berpikir, bukan sebuah ritual, sekalipun demikian tetap berdampak pada perilaku pengusungnya. Jadi sudah seharusnya kita terus mencermati tulisan-tulisan JIL (Jaringan Islam Liberal), dari koran Jawa Pos pada kolom KIUK (Kajian Islam Utan Kayu), atau buku-buku terbitan JIL, El-KiS, Paramadina, internet, dll. Kemudian meletakkannya sebagai ‘musuh’ untuk diintai. Maka dengan ketelitian dan ketekunan, akan kita temui banyaknya upaya JIL dalam pemelesetan dan pembelotan kata-kata, pemahaman serta pembahasan materi yang menjurus kepada pengkaburan hingga pelecehan terhadap agama Islam 2.Membuka ulang tafsir ayat, atau makna hadits, dan fatawa ulama salaf sesuai dengan tema yang dipelesetkan. Biasanya kita temukan kalimat- kalimat yang dinukil oleh JIL ternyata hanya sepotong-sepotong, kemudian dipergunakan untuk memperkuat a...

TTP dan pembantaian fi army public school filihat dari sudut pandang pembunuh

TTP dan Pembantaian di Army Public School: Dilihat dari Sudut Pandang Pembunuh Selasa (16/12), publik Inggris (terutama warga Pakistan di Inggris) dikejutkan oleh peristiwa horor yang terjadi di Peshawar, Pakistan. Di antara serangan paling berdarah dan mengejutkan yang dilakukan oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dalam beberapa tahun ini, sekelompok orang memasuki Army Public School di ibukota provinsi Khyber Phaktun Khuwa (KPK) dan melepaskan tembakan secara membabi buta. Tembak menembak terjadi beberapa saat setelah Komando Militer tiba di sana. Akibatnya, anak-anak sekolah berlarian ketakutan untuk menyelamatkan hidup mereka. Adegan ini pun disiarkan langsung oleh saluran televisi Pakistan. Pengepungan itu berakhir beberapa jam kemudian dengan jumlah korban tewas 141 orang, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak sekolah yang tidak bersalah. Tidak ada kata-kata yang dapat membenarkan hal ini dan kebencian terhadap tragedi ini layak dinyatakan dengan tegas. ...

profil dan biografi sultam sulaiman al qanuni

Profil dan Biografi Sultan Sulaiman Al Qanuni. Film King Suleiman yang diputar di ANTV menuai protes lantaran mendiskreditkan Daulah Islam dan menampilkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai sosok yang angkuh, suka berganti-ganti pasangan dan bobrok moral. Bertolak belakang dari fakta sejarah. Seperti apa profil Sultan Sulaiman Al Qanuni yang sebenarnya? Berikut ini rangkuman dari buku ad Daulah al Utsmaniyah karya Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dan Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni: Kelahiran dan Masa Kecil **-----------------------** Sulaiman Al Qanuni lahir di kota Trabzun pada tahun 926 Hijriyah (1520Masehi). Ayahnya yang tak lain adalah gubernur di wilayah tersebut sangat sayang dan peduli terhadapnya. Pada usia 7 tahun, ia dididik dengan ilmu sastra, sains, sejarah, teologi dan taktikperang. Pendidikan yang baik dan terpadu sejak kecil itu membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tena...

kala penguasa menabrak fatwa

Atus Firdaus Kala Penguasa Menabrak Fatwa “Sekulerisasi, liberalisasi dan pluralisme itu pada hakikatnya adalah berpaling dari petunjuk Allah SWT. Dan itu bukanlah jalan selamat.” Majelis Ulama Indonesia telah memfatwakan keharaman pluralisme, liberalisme, dan sekulerisasi agama. Ini bukan fatwa baru. Fatwa itu lahir pada Munas VII MUI Juli 2005. Nyatanya, fakta menunjukkan yang sebaliknya. Penguasa tak menggubris fatwa tersebut. Ada yang agak takut-takut, tapi ada yang terus terang melabrak fatwa tersebut seperti yang terjadi di rezim baru ini. Padahal MUI sebenarnya telah memberikan penjelasan yang gamblang tentang definisi isme-isme tersebut. Berikut penjelasan tersebut: Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarka...

Adakah kebebasan di dalam khilafah

Choirul Anam ADAKAH KEBEBASAN DI DALAM KHILAFAH? Mungkin satu hal yang paling ditakutkan orang dari Khilafah adalah tentang hilangnya kebebasan. Digambarkan bahwa di dalam Khilafah, masyarakat hidupnya akan terkekang dan terbelenggu. Diimajinasikan bahwa Khilafah Islamiyah adalah negara totaliter. Itulah yang digambarkan oleh media massa mainstream dan tokoh-tokoh liberal. Diopinikan bahwa masyarakat harus begini dan begitu, tidak boleh melakukan ini dan itu. Tidak boleh berpendapat, tidak boleh kritis, tidak boleh kreatif, tidak boleh kaya, tidak boleh menguasai teknologi dan tidak boleh-tidak boleh yang lain. Yang laki-laki harus berjenggot dan berbaju kumel. Yang perempuan tidak boleh keluar rumah dan dilarang sekolah atau mencari ilmu. Benarkah Khilafah seperti itu? ****** Khilafah adalah sistem pemerintahan yang disyari’ahkan Allah. Jadi semua peraturan yang diterapkan adalah peraturan Allah, Yang Maha Tahu. Peraturan Allah itu tercirman pada hukum yang lima (a...

kenapa mereka begitu benci dan dendam kepafa khalifah sulaiman al qanuni

Kenapa mereka begitu benci dan dendam kepada Khalifah Sulaiman al- Qonuni (King Sulaiman the Magnificentl)??? Simak kisah singkat ini : Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs? Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaia. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah. Ringkas cerita : utusan khalifah utsmani Sulaiman al-Qonuni berangkat untuk mengambil jizyah dari raja Hongaria dan pemimpin Eropa ketika itu luis II. Maka atas saran paus di Vatikan raja Hongaria membunuh utusan Sulaiman al-Qonuni. Mendengar berita itu bersiap-siaplah Sulaiman al-Qonuni untuk menyerang Eropa. Begitu juga gereja dan eropa menyiapkan pasukannya. Sulaiman al-Qonuni menyiapkan pasukan yang terdiri dari 100.000 prajurit, 350 meriam dan 800 kapal perang. Sedangkan kekuatan eropa 200.000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi. Sulaiman dan pasukannya menempuh jarak 1000 kilo meter dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya gu...

pemimpin yg di gulirkan

 Ust Dr. Fahmy Lukman: Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?" Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat- syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu." "Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka." "Di masa berikutnya, Allah memili...

debat

Abu Ibrahiem Full Ini salah satu perdebatan saya dg muslim yg sekuler di Sydney beberapa tahun lalu. Mereka juga mengatakan hal yg sama dg pandangan musuh2 ISLAM bhw umat Islam itu jauh tertinggal dg barat. Dg mengambil data di Pakistan, Bangladesh, Indonesia dan negara muslim yg berkembang-kempis lainnya. Koruptornya mayoritas Islam, yg tawuran mayoritas anak2 orang Islam, yg jorok dan kotor orang Islam dan banyak lagi stigma yg disematkan kpd masyarakat dan negri (bukan negara) Islam yg intinya Islam adalah brengsek! Bahkan yg paling extreme lagi ia katakan bhw yg maling sendal di Mesjid pun orang Islam. Sementara kalau di Mesjid ada piano maka pasti bakal hilang. Mereka membandingkan itu semua dg sebagian negara Eropa dan Australia. Bagi saya melihat hal itu adalah analisa dangkal yg tdk cerdas. Karena mereka maling2 itu, koruptor2 itu ataupun para orang2 brengsek itu dididik di sekolah2, di masyarakat serta media dan pergaulan bukanlah pendidikan yg Islami ...

surat terbuka yg menolak ahok

Abu Zufar Al Musaid SURAT TERBUKA UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU YANG MENOLAK AHOK. Kalau kita sedikit saja mau berpikir mendalam, akar dari masalah ini sebenarnya adalah karena diterapkannya sistem kufur demokrasi. Karena demokrasilah yang mebuat orang kafir seperti Ahok bisa menjadi seorang pemimpin. Demokrasi mempersilakan siapa saja berkuasa dan menjadi seorang pemimpin, asal tidak menerapkan Islam atau berlandaskan kepada syariah Islam. Menurut cara pandang demokrasi, adalah melanggar demokrasi itu sendiri jika menolak orang yang terpilih secara konstitusional, meskipun orang yang terpilih tersebut kafir. Oleh karena itu wahai saudaraku, sadarlah bahwasannya demokrasi itu bukan untuk Islam. Hanya Khilafah sistem Islam warisan Nabi yang menutup kemungkinan peluang orang kafir untuk menjadi seorang pemimpin. Jadi jika tidak mau dipimpin orang kafir, CAMPAKKAN DEMOKRASI & TEGAKKAN KHILAFAH....!!

presiden tanpa harapan

Presiden Tanpa Harapan Oleh: H.M Ismail Yusanto Jokowi, A New Hope. Itulah judul kulit muka majalah Time Asia terbaru edisi akhir Oktober 2014 menyambut pelantikan Presiden Jokowi. Benarkah rezim baru ini memberikan harapan baru? Ini tentu menjadi pertanyaan banyak orang saat ini. Pertanyaan serupa juga dimajukan kepada saya dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Edisi 53 bertajuk, “Membaca Arah Rezim Baru Jokowi JK,” pada 30 Oktober 2014 lalu. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi bulanan itu Zuhairi Misyrawi (Tim Media Jokowi JK), Eggi Sudjana (Tim Kampanye Probowo Hatta), Ari Junaidi (Dosen Fisip UI) dan saya sendiri. ++++ Kapan sebenarnya kita bisa berharap sebuah pemerintahan baru akan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik? Sesungguhnya perubahan ke arah yang lebih baik hanya bisa kita harap bila negara ini diatur dengan sistem yang baik dan dipimpin oleh orang yang baik. Apa sistem yang baik itu? Sistem yang baik itu tentu adalah sistem yang b...