Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

Mengapa 'Barat' terhadap Islam

*Mengapa 'Barat' terhadap Islam?* Saat World Cup Qatar 2022, ada seseorang, namanya Ranjit Lal Mad-hafan, menulis di medsos dalam bahasa Malayalamiyah, kemudian karena tertarik dgn isinya ada orang yg menerjemahkannya ke bhs Arab. Saya juga tertarik lalu saya tulis ke dlm bhs Indonesia. Simaklah apa yang ditulis oleh Ranjit Lal Mad-hafan sbb: Nilai bisnis narkotika dunia berkisar 321 Milyard Usd/tahun. Nilai bisnis minuman beralkohol dunia berkisar 1600 Milyard /tahun. Nilai bisnis senjata dunia berkisar 100 Milyard Usd/tahun. Nilai bisnis pornografi dunia berkisar 400 Milyard Usd/tahun. Bisnis perjudian dunia berkisar 110 Milyard Usd/tahun. Sedangkan nilai perdagangan emas berkisar 100 Milyard Usd/tahun. Bisnis games computer sedunia sekitar 54 Milyar Usd/tahun. Islam itu menghadapi dunia 'bisnis yang haram' senilai 2380 Milyar Usd setiap tahun. Th 2017, Arun Jaitley, menaksir jenis bisnis tsb hanya 336 Milyar Usd. Itulah bisnis yang dijalankan yg dikelola oleh jaringa...

TAKUTLAH MEMIKUL DOSA PARA SANTRI DAN PENGIKUT

 MR Abulwafa: TAKUTLAH MEMIKUL DOSA PARA SANTRI DAN PENGIKUT (Nasehat kepada Masyayikh, Asatidz dan para tokoh panutan) Oleh : Abulwafa Romli https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/12/takutlah-memikul-dosa-para-santri-dan.html?m=1 Bismillaahir Rohmaanir Rohiim SUDAH biasa para alumni pondok pesantren berkata ; "Ikut dawuh masyayikh" atau "Ikut dawuh asatidz" atau "Ikut dawuh tokoh panutan". Karenanya, masyayikh, asatidz juga para tokoh panutan itu harus berhati-hati, karena mereka diikuti oleh para santri dan pengikutnya. Terutama di era kebangkitan Islam dan kaum muslimin seperti saat ini dimana dakwah penegakan khilafah sangat massif. Sehingga masyayikh, asatidz dan para tokoh panutan harus waskita dan waspada terhadap perkembangan dan tantangan zamannya. Dan harus memiliki empat makrifat (pengetahuan) sekaligus; 1) makrifat terhadap dirinya, 2) makrifat terhadap Robbnya, 3) makrifat terhadap zamannya dan 4) makrifat terhadap tantangan dari musuhnya.  K...

Jawaban cerdas ustadz Irfan Abu Naveed atas cuitan Makmun Rasyid

 Jawaban cerdas ustadz Irfan Abu Naveed atas cuitan Makmun Rasyid. Itu asumsi prematur, sama prematurnya dengan kegagalan anak muda ini dalam memahami maqalah ulama soal definisi Khilafah. Qultu : Orang yang selama ini membanggakan hermeneutika kok mendadak menjadi penganut tekstualis fatalistis ya ? Yuk ngaji : Kalau paham bahasa Arab, seharusnya mudah memahami alur sederhana ini : Nabi ﷺ memang tidak menyebut negara yang pertama di bangun, al-Daulah al-Islamiyyah al-Ula sebagai KHILAFAH, kenapa ? Karena lafal Khilafah secara bahasa bermakna PENGGANTI, dari kata khalafa, bisa dirujuk dalam kamus arabiyyah, sebagaimana ia pun disifati oleh al-Qadhi al-Mawardi al-Syafi'i sebagai pengganti kenabian dalam mengatur urusan umat : الْإِمَامَةُ: مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا "Al-Imâmah : pembahasan terkait khilâfat al-nubuwwah (pengganti kenabian) dalam memelihara urusan Din ini dan mengatur urusan dunia (dengannya)." Kata kun...

Sosok Intelijen Anti Islam

 Mengenal  Sosok Intelijen  Anti Islam   Oleh : Mas Ruhi (Dari Sejak Dulu Islam Sangat Ditakuti Oleh Penguasa) Ali Moertopo,  Arsitek Pemberangus Gerakan Islam Masa Orde Baru Sosoknya dikenal sebagai tangan kanan Soeharto. Ia menggunakan siasat ‘Pancing dan Jaring’ untuk memberangus gerakan Islam. Umat Islam disusupi dan dipancing untuk bertindak ekstrem, setelah itu dijaring untuk diberangus atau dikendalikan! Namanya Ali Moertopo. Meski Muslim, dalam karir intelijen dan militernya ia dikenal sebagai arsitek pemberangus gerakan Islam pada masa Orde Baru. Ia menjadikan umat Islam sebagai lawan, bukan kawan. Untuk memuluskan misinya, ia berkolaborasi dengan kelompok anti-Islam, di antaranya kelompok Serikat Jesuit, Kebatinan, dan para pengusaha naga yang menjadi pilar kekuatan Orde Baru. Mengebiri dan  Memarjinal Perekonomian Mereka tak hanya mengebiri kekuatan Islam secara politik, tetapi juga memarjinalkan perekonomian umat Islam.  Ali Moertopo yang d...

Apa hukum menjadi anggota legislatif dalam sistem demokrasi?

 Hukum Menjadi Caleg dalam Sistem Demokrasi Menurut Islam Bismillahirrahmanirrahim.. Pertanyaan : Apa hukum menjadi anggota legislatif dalam sistem demokrasi? Jawaban : Pendahuluan Sistem demokrasi dirumuskan sebagai reaksi terhadap kekuasaan tunggal yang memusat pada raja atau kaesar, yang diklaim sebagai wakil tuhan. Kekuasaan yang akhirnya menjadi korup. Karena itu, muncullah pandangan tentangsparating of power (pemisahan kekuasaan). Dari sinilah, maka konsep trias politica Montesque itu lahir. Legislatif, eksekutif dan yudikatif sebagai representasi kekuasaan dipisahkan satu sama lain, sehingga masing-masing bersifat independen. Dengan klaim, bahwa semuanya merupakan kekuasaan rakyat. Sehingga memunculkan klaim, bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun, ternyata semuanya itu hanyalah klaim kosong. Karena terbukti, rakyat tidak pernah memerintah. Demikian juga kebijakan pemerintah senyatanya juga tidak berpihak kepada rakyat. Ak...

BAGAIMANA MERUBAH NEGERI INI MENJADI KHILAFAH?

 *BAGAIMANA MERUBAH NEGERI INI MENJADI KHILAFAH?* Oleh : *Ahmad Khozinudin* Sastrawan Politik Saat penulis menulis artikel dengan judul 'BUKAN SIBUK COPRAS CAPRES, TAPI SIBUKLAH DENGAN DAKWAH ISLAM', ada seorang pembaca merespons, dengan mengajukan 4 (empat) pertanyaan, sebagai berikut: *Pertama,* Bagaimana untuk merubah Negerii ini dengan Sistem Khilafah (maksudnya mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam)? *Kedua,* Kalau pakai Sistem Khilafah...berarti Tidak ada Legislatif, Yudikatif, maupun Eksekutif. Berarti tidak ada Pemilihan PRESIDEN ..maupun Anggota DPR maupun MPR. Lalu..bagaimana mengatur Sendi sendi Segala Aturan Prikehidupan Rakyat Berbangsa dan Bernegara? *Ketiga,* Dan Siapa yang akan menjadi KHOLIFAH nya..? *Keempat,* Apakah Setiap Negara Punya Kholifah..? atau Seluruh Dunia hanya punya 1 Kholifah....? Untuk menjawabnya, baiklah penulis akan merincinya satu per satu, dengan penjelasan sebagai berikut: 1. Realitas negeri ini dan negeri kaum muslimin lainnya, sam...

Politik artinya

 Di dalam bahasa Arab, Politik dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafush shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa – yasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra artinya dabbarahu (mengurusi/mengatur perkara). Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia tersebut dinamai politikus (siyasiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa ulil amri (Khalifah) mengurusi (yasûsu) rakyatnya, mengaturnya, dan menjaganya. Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta`dib). Dengan kata lain politik I...

JANGAN KAU TELAN MENTAH-MENTAH DAWUH MASYAYIKH

 *JANGAN KAU TELAN MENTAH-MENTAH DAWUH MASYAYIKH* Oleh : Abulwafa Romli https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/04/jangan-kau-telan-mentah-mentah-dawuh.html?m=1 *Tidak Ada Masyayikh Yang Saya Lecehkan Atau Saya Bullying. Ambil Saja Ibrohnya Dengan Barbaik Sangka* *Bismillaahir Rohmaanir Rohiim* Betapa sayangnya masyayikh kepada santrinya. Tetapi ada saja oknum masyayikh yang tega menjual dan mengorbankan santrinya dengan receh dunia yang rendah dari rempah-rempah demokrasi, yaitu ketika musim pemilu tiba atau ketika dana datang dari lembaga berkepentingan. Karenanya, jangan telan mentah-mentah dawuh masyayikh. Timbang dulu dengan timbangan syariah Islam kaffah yang telah kita kaji dan pahami dari kitab-kitab kurikulum pesantren, dari Fathul Qarib, Fathul Mu'in sampai Fathul Wahhab dan lainnya.  Apalagi ketika dawuh (perkataan) masyayikh itu memiliki makna manthuq (tekstual) dan makna mafhum (kontektual) yang ketika diambil lalu dilakukan tidak termasuk maksiat kepada Allah dan...

TAK KENAL LELAH MENCARI “NUSHRAH”

 TAK KENAL LELAH MENCARI “NUSHRAH” Oleh: KH Hafidz Abdurrahman Setelah Rasulullah saw. mengalami ujian yang luar biasa beratnya di Thaif, sebagaimana yang disampaikan Nabi kepada ‘Aisyah, ketika dakwahnya mendapatkan kemenangan, dan telah memiliki negara.  Tanya ‘Aisyah, “Apakah ada suatu yang lebih berat bagimu, ya Rasulullah, melebihi peristiwa Perang Uhud?” Nabi saw. pun menjawab, “Aku benar-benar telah mendapatkan dari kaummu, apa yang telah aku alami. Itu lebih berat, ketimbang apa yang pernah aku alami.. Ketika aku menawarkan diriku kepada putra Abdi Yalil bin ‘Abdi Kulal, salah seorang pemuka Thaif, namun tidak mau memenuhi apa yang aku inginkan. Aku pun pergi meninggalkannya dengan raut wajah penuh kesedihan. Aku pun merasakan kesedihan hingga sampai di Qarn at-Ta’alib [Qarnu al-Manazil].” [Lihat, Ibn Hajar, Fath al-Bari, Juz VI/312-315] Setelah mendapatkan bisyarah dari langit, saat di Wadi Nakhlah, ketika Allah mengirim Malaikat Jibril dan Malaikat penunggu gunung un...