Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2011

Bukan Memerangi Islam ?

Bukan Memerangi Islam ? We killed the man but not the ideology (Tom Ridge , The Washington Times 5/05) Salah satu isi pidato Obama yang penting dalam merayakan ‘kemenangan’ Amerika setelah membunuh Osama bin Ladin adalah Amerika bukan memerangi Islam. Obama kembali menegaskan : Amerika Serikat tidak–dan tidak akan pernah–berperang dengan Islam, seperti Presiden Bush telah katakan setelah serangan 11 September, bahwa perang kami bukanlah melawan Islam. Bin Ladin bukan seorang pemimpin Muslim, ia adalah seorang pembunuh massal umat Islam. Bahwa Osama bin Ladin bukanlah pemimpin muslim, Obama benar. Memang tidak seluruh umat Islam menganggapnya sebagai pemimpin. Bahkan tidak semua sepak terjang dan pemikirannya disetujui oleh umat Islam. Namun bukan berarti pernyataan Obama yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan dirinya dan pendahulunya Bush bukan memerangi Islam atau umat Islam, benar! Dilihat dari sisi korban, jelas sebagian besar adalah umat Islam. Atas nama WOT ¸ perang melawan al Q...

Umar dengan Umur

Umar dengan Umur Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam. Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana. Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis. Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli ba...

Hukum Kencing sambil Berdiri

Hukum Kencing sambil Berdiri Oleh redaksi @ Thu, 24 Maret 2011 — Tulis komentar Pertanyaan: Apakah kencing berdiri itu dibolehkan ataukah diharamkan? Jawab: Alhamdulillah washalatu wassalamu ‘ala rasulillah wa alihi wa shohbih. Wa ba’du: Tidak diharamkan kencing dengan berdiri, hanya saja disunahkan untuk kencing sembari duduk(jongkok) karena ada sebuah riwayat dari Aisyah: “Kalau ada yang mengatakan kepada kalian bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam membuang air kecil sembari berdiri maka jangan kau percayai dia, Beliau tidak buang air kecil melainkan dengan duduk (jongkok). (HR. at Tirmidzi). Dan inilah yang paling benar, karena posisi jongkok akan lebih menghindarkan seseorang dari cipratan air kencing. Akan tetapi ada pula riwayat yang memberikan rukhsah atau keringanan untuk kencing sambil berdiri. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah berkata, “ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mendatangi tempat pembuangan sampah lalu beliau buang air sambil be...

Menjadi Muslim yang Seharusnya

Menjadi Muslim yang Seharusnya Oleh Abu Umar Abdillah @ Thu, 26 Mei 2011 — Tulis komentar “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Maidah 3) Sa’ad bin Abi Waqash adalah orang yang sangat berbakti kepada ibunya. Namun tatkala beliau masuk Islam, ibunya marah dan berkata, “Wahai Sa’ad, agama apa yang kamu anut ini? Kamu harus keluar dari Islam, atau kalau tidak, maka aku tidak akan makan, tidak akan minum hingga mati. Lalu orang-orang pun akan mencelamu dan memanggilmu dengan kalimat, ”Wahai anak yang telah membunuh ibunya!” Dengan santun beliau berkata, ”Jangan lakukan itu wahai Ibunda, saya tidak akan meninggalkan Islam apapun yang terjadi.” Hari-hari berlalu, sementara sang ibu benar-benar mogok dari makan dan minum. Hingga kemudian Saad bin Abi Waqash memberanikan diri berkata kepada sang ibu, “Ketahuilah wahai Ibunda, seandainya ibu memiliki seratus nyawa, lalu satu persa...

Menyoal Kenaikan Yesus dalam Bibel (Jawaban untuk Abd Al-Masih)

Menyoal Kenaikan Yesus dalam Bibel (Jawaban untuk Abd Al-Masih) Hari Kenaikan Yesus Kristus (Kenaikan Isa Almasih) yang diperingati setiap tahun sebagai hari libur nasional, sangat bersejarah dan bermakna bagi umat Kristiani. Pada hari raya ini diyakini bahwa jasad insani dan oknum ilahi Yesus yang sudah mati lalu hidup lagi, kemudian naik ke sebelah kanan Tuhan di sorga. Maknanya, bahwa Yesus telah mengambil bagian sepenuhnya dalam kemuliaan, kekuasaan dan pemerintahan Tuhan. Untuk menunjukkan makna penting Hari Kenaikan Yesus, Abd. al-Masih mengutip ayat-ayat Al-Quran untuk dijadikan sebagai alat pembenaran terhadap doktrin tersebut. Dalam buku A Question that demands an Answer terbitan The Good Way, Rikon, Switzerland, (edisi Indonesia: "Jawaban Yang Disingkapkan") ditulis demikian: “Dapat kita baca di Quran, Allah telah mengangkat Kristus kepada-Nya serta berjanji kepadanya: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-K...

Judul : Hukum Menikahi Anak Gadis Diluar Nikah

Judul : Hukum Menikahi Anak Gadis Diluar Nikah Pertanyaan Ass wr wb saya menikah dg gadis hasil hubungan diluar nikah, dan tidak diketahui bapaknya. saya mengetahui setelah 2 tahun kami menikah dan dikarunia 1 anak. saya baru tahu bahwa yang selama ini dipanggil bapak oleh istri saya ternyata bukan bapaknya. bagaimanakah setatus perkawinan saya, sah ato tidak ? bagaimana status anak saya ? sampai saat ini saya masih tertekan dan binggung. harus bagaimana saya ? mohon penjelasan yang seluas-luasnya ? terima kasih wass wr wb Jawaban Assalamu'alaikum wr.wb Segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.pernikahan dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syaratnya. adapun rukun nikah adalah : 1. Ada mempelai, baik laki maupun perempuan. 2. Mahar 3. wali 4. Saksi minimal dua orang laki-laki adil 5. Akad / Ijab dan kabul. Adapun syarat sahnya nikah adalah: Syarat yang pertama : Berkaitan dengan mempelai perempuan. ia haruslah perempuan yang halal dinikah...

Perang Abadi Melawan Islam

Perang Abadi Melawan Islam Oleh Abdul Wahab Jibrin �Islam adalah satu-satunya peradaban yang telah menempatkan kelangsungan hidup Barat dalam keraguan �� [Samuel P. Huntington, Clash of Civilisation and the Remaking of the World Order] Kebijakan konvensional saat ini di Washington menegaskan bahwa Amerika harus mengatur dunia terlebih dahulu , jika tidak maka kekacauan akan merajalela, dan Amerika sendiri memiliki kekuatan untuk menetapkan dan menerapkan suatu tatanan global. Negara itu menjaga agar tidak ada negara lain yang memiliki visi, kemauan dan persepsi yang diperlukan untuk memimpin. Visi ini mencakup hak untuk mengartikulasikan prinsip-prinsip yang menentukan tatanan internasional. Doktrin-doktrin ini adalah nilai-nilai Amerika namun nilai-nilai ini harus diterima secara universal. Dalam pandangan mayoritas - jika bukan semuanya - dari para elit politik Amerika, seluruh dunia membutuhkan kepemimpinan Amerika, ini adalah keyakinan dasar yang mereka pegang. Selanjutnya, tanggu...

Demokrasi: Akar Masalah Korupsi dan Kolusi!

Demokrasi: Akar Masalah Korupsi dan Kolusi! [Buletin : Al Islam 559] Anggapan bahwa demokrasi adalah sistem politik dan pemerintahan terbaik, ternyata bohong besar. Di tanah air, merebaknya demokrasi justru menyuburkan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Korupsi di alam demokrasi ini telah merasuk ke setiap instansi pemerintah, parlemen/wakil rakyat, dan swasta. Menurut catatan Transparency International Indonesia, indeks korupsi di Indonesia tidak menurun, masih bertahan di angka 2,8. Posisi itu sama dengan periode sebelumnya. Indonesia berada di peringkat 110 dari 178 negara yang disurvey terhadap indeks persepsi korupsi (antaranews, 26/10/2010). DPR dan DPRD yang dianggap perwujudan demokrasi adalah sarang banyak pelaku korupsi. Berdasarkan hasil survei Kemitraan, lembaga legislatif menempati urutan nomor satu sebagai lembaga terkorup disusul lembaga yudikatif dan eksekutif. Hasil survei tersebut menyebutkan korupsi legislatif sebesar 78%, Yudikatif 70% dan eksekutif 32% (mediain...

Rapuhnya Pelindung Selain Allah

Rapuhnya Pelindung Selain Allah Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (TQS al-Ankabut [29]: 41). Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah, siapa pun dia. Orang yang menyadari kelemahannya, pastilah akan mencari pihak yang bisa dijadikan sebagai tempat bergantung dan bersandar. Namun jika dia salah menetapkan tempat bergantung, usahanya itu akan sia-sia. Bahkan mengantarkan kepada celaka. Ini seperti yang dialami oleh orang-orang yang menjadikan selain Allah SWT sebagai tempat bergantung, berlindung, dan bersandar. Pasalnya, semua tempat berlindung, bergantung, dan bersandar itu amat lemah dan rapuh. Demikian rapuhnya hingga seperti rumah laba-laba. Rumah yang paling lemah. Inilah yang digambarkan oleh ayat ini. Bagaikan Rumah Laba-laba Allah SWT berfirman: Matsal al-ladz�na [i]ttakhadz...

Hukum dan Peradilan Islam: Menjamin Keadilan dan Ketegasan Hukum

Hukum dan Peradilan Islam: Menjamin Keadilan dan Ketegasan Hukum Salah satu puncak peradaban emas Khilafah adalah penerapan syariah Islam di bidang hukum dan peradilan. Keberhasilan yang gemilang di bidang ini membentang sejak sampainya Rasulullah saw. di Madinah tahun 622 M hingga tahun 1918 (1336 H) ketika Khilafah Utsmaniyah jatuh ke tangan kafir penjajah (Inggris). (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizham al-Islam, hlm. 44). Kunci utama keberhasilan tersebut karena hukum yang diterapkan memang hukum terbaik di segala zaman dan masa, yaitu syariah Islam, bukan hukum buatan manusia seperti dalam sistem demokrasi-sekular sekarang. Allah SWT berfirman: أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُون Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50). Dalam kitab At-Tafsir al-Munir Syaikh Wahbah az-Zuhaili menerangkan bahwa ayat ini berarti tak ada seo...

Suara Syariah Islam Dibungkam

H Budi Mulyana, Ketua Lajnah Khusus Intelektual DPP HTI Kini giliran Muammar Qaddafi, penguasa tiran Libya, yang terkena efek domino tumbangnya para penguasa diktator di tangan rakyatnya sendiri. Namun akankah rontoknya para rezim antek penjajah itu akan disusul dengan naiknya penguasa Muslim bertakwa yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah atau muncul penguasa-penguasa zalim baru yang juga antek para penjajah? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dengan Ketua Lajnah Khusus Intelektual DPP Hizbut Tahrir Indonesia H Budi Mulyana yang juga seorang dosen Hubungan Internasional FISIP Unikom Bandung. Berikut petikannya. Apakah rakyat Libya menginginkan tegaknya demokrasi sehingga menggulingkan penguasa diktator Muammar Qaddafi? Saya memandangnya lebih karena mereka terlalu lama hidup dalam rezim yang represif. Ketika ada momentum gelombang perubahan di Tunisia dan Mesir, rakyat Libya mendapatkan contoh yang bisa juga me...

Selamat Hari Raya untuk Nasrani

Untuk umat kristiani :jangan paksa kami ucapkan ;Selamat Hari Raya untuk Nasrani Qiblati, 23-12-2010. Kategori: Dakwah kpd Nashrani, Makalah | 0 Komentar Syaikh Mamduh Farhan Bukhairi dalam edisi 4/VI ditanya: Assalamu’alaikum, ana mau tanya apa yang seharusnya kita katakan terhadap teman-teman kita yang Nasrani ketika datang hari raya mereka. Kami berada di tempat kerja yang sama, setiap hari kita bersama-sama. Seperti yang ana pahami kita tidak boleh mengucapkan selamat hari raya kepada mereka, sementara ketika kita hari raya mereka mengucapkannya ke pada kita. Bagaimana caranya untuk membalasnya. Bagaimana cara menjelaskan kepada mereka bahwa syariat kita tidak membolehkan untuk memberi selamat kepada meraka ataukah ada cara yang syar’i untuk itu. Jazakallahu khaiaraan atas jawabannya. Syahrul di Timika Papua Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah, Hayyakallah, selamat datang di majalah Qiblati. Sesungguhnya mengucapkan selamat kepada orang Nasrani dan selain mereka terhadap hari ra...

Seberapakah Syukur Kita?

Seberapakah Syukur Kita? Syukur merupakan perbuatan yang amat utama dan mulia, oleh karena itu Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita semua untuk bersyukur kepada-Nya, mengakui segala keutamaan yang telah Dia berikan, sebagaimana dalam firman Nya, yang artinya, "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah :152) Allah SWT juga memberitahukan, bahwa Dia tidak akan menyiksa siapa saja yang mau bersyukur, sebagaimana yang difirmankan, artinya, “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman, dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (An-Nisaa :147) Orang yang mau bersyukur merupakan kelompok orang yang khusus di hadapan Allah, Dia mencintai kesyukuran dan para pelakunya serta membenci kekufuran dan pelakunya. Dia telah berfirman, yang artinya, “Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai ke...