Skip to main content

REFERENDUM PAPUA, BANSER SOLUSINYA!

REFERENDUM PAPUA, BANSER SOLUSINYA!
_______
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

NKRI Harga Mati. Itulah slogan yang selalu diulang-ulang oleh Banser NU. Artinya, tidak boleh sejengkal pun tanah di wilayah Kesatuan Indonesia terlepas darinya. Dari Sabang sampai Merauke harus benar-benar dipertahankan dengan sekuat tenaga, tidak boleh ada yang melepaskan diri, karena NKRI Harga Mati.

Gerakan Referendum untuk Papua jelas-jelas sedang coba memisahkan wilayah tersebut dari Indonesia. Padahal sudah berkali-kali disampaikan, bahwa NKRI Harga Mati. Sayangnya, sepertinya OPM tetap menutup telinga dengan slogan itu, sehingga tetap saja mereka ngotot ingin memisahkan bumi Papua dari Indonesia.
Sepertinya ada yang aneh dari mereka, gerakan Papua Merdeka, bukankah Jokowi sudah mensejahterakan mereka, sehingga di Pemilu periode kedua ia menang telak lagi di sana. Itu artinya masyarakat Papua puas dengan kinerja kepemimpinan Jokowi. Tapi kenapa mereka masih menuntut referendum, memisahkan diri dari Indonesia?

Apa mereka sebenarnya kecewa dengan kepemimpinannya, yang tidak kunjung menegakkan keadilan dan memakmuran mereka? Lalu kenapa mereka justru memenangkan Jokowi lagi di sana? Inilah logika 'njelimet' yang tidak akan mau diambil pusing oleh para pemuja rezim.
Jadi sebenarnya Jokowi yang tidak beres mensejahterakan rakyat Papua, sehingga mereka banyak yang kecewa, atau memang rakyat Papuanya sendiri yang ngeyel mau memisahkan wilayahnya dari Indonesia? Ini aneh, padahal Jokowi sendiri, dengan Bansernya berkali-kali menyatakan bahwa NKRI Harga Mati.

Jelas, Banser tidak boleh tinggal diam, apalagi sepertinya TNI sendiri sudah kuwalahan menghadapinya. Banser harus turun tangan, karena masalah mempertahankan NKRI merekalah yang paling garda terdepan. Saya percaya, apalagi mereka sudah dibekali banyak ilmu kesaktian. Mereka berani meski harus bertempur dengan tangan kosong. Mereka tidak akan takut dengan berondongan peluru dan meriam gerombolan pro referendum.

Banser, pakailah jaket lorengmu, jangan lupakan pula lagu 'Ya Lal Wathon'mu! supaya semangat perjuangan tetap membara. Hancurkan mereka, provokator referendum yang sudah mengajak masyarakat Papua untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Ini bukan adu domba terhadap sesama anak negeri. Ini adalah seruan perlawanan terhadap kelompok makar di Papua yang sudah banyak membunuh warga, polisi, bahkan tentara. Mereka sudah bukan saudara sebangsamu lagi, apalagi seagama. Mereka sudah membakar bendera merah putih. Percuma kau bicara baik-baik dengan mereka, karena mereka tetap ngotot mau berpisah.

Di Surabaya dan beberapa kota lainnya banyak mahasiswa-mahasiswa yang mendukung referendum. Mereka menganggap pemerintah tidak mampu mensejahterakan Papua, sehingga mereka ngotot mendukung OPM, sekalipun jelas-jelas sudah membantai ratusan nyawa. Banser, tolong bubarkan kegiatan-kegiatan mereka di berbagai daerah!
Banser, jangan diam ketika "ulim amri"mu difitnah orang-orang pro referendum bahwa ia tidak mampu mensejahterakan rakyat Papua. Sebagaimana kau pun tidak diam ketika Jokowi dikritik oleh umat Islam, bahwa ia juga tidak bisa mensejahterakan mereka. Banser, angkat lengan bajumu, pamit dengan istrimu, untuk pergi bertempur menghabisi gerakan Papua Merdeka di sana!

Banser, segeralah kalian berangkat. Tapi ingat, jika sudah sampai sana, jangan kau cuma foto-foto selfi saja. Bertempurlah! Berbagi tugas. Biar kami di sini, bertanya baik-baik kepada Jokowi, Kenapa Papua mau berpisah? benarkah anda tidak mampu memakmurkan mereka?
_____________
Yang jelas bukan karena masyarakat Papua ditunggangi HTI, karena mereka sendiri banyak yang menolak keras keberadaan HTI di sana. Sama seperti anda, mereka juga sangat anti Khilafah. Mau ditaroh dimana muka kalian jika ternyata akhirnya Papua lepas dari Indonesia, padahal menurut kalian bahwa Khilafah lah yang akan memecah belah wilayah kesatuan Indonesia, tetapi faktanya ketika sistem demokrasilah justru mereka berpisah.

# Alumni212
# ReturnTheKhilafah
Cirebon, 21 Agustus 2019

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...