Skip to main content

FRAGMEN BERDARAH DI ERA KEKHILAFAHAN DALIH UNTUK MENIKAM PERJUANGAN PENEGAKKAN KHILAFAH?

FRAGMEN BERDARAH DI ERA KEKHILAFAHAN DALIH UNTUK MENIKAM PERJUANGAN PENEGAKKAN KHILAFAH?
==========
Membaca judul pembusukan atas dakwah penegakkan Khilafah berjudul "The Dark And Bloody Side of Khilafah."

Mari kita uji dengan akal sehat: di antara bukti kesalahan mereka yang menikam perjuangan penegakkan Khilafah 'ala Minhaj al-Nubuwwah dengan dalih adanya satu fragmen kezhaliman di masa antara Khilafah 'Umayyah dan 'Abbasiyyah adalah poin-poin ini:

1. Khilafah yang diperjuangkan Hizb adalah Khilafah 'ala Minhaj al-Nubuwwah, menikam perjuangan ini dengan dalih fragmen sejarah kekhilafahan di era mulkan 'adhdhan jelas tidak relevan

2. Tragedi-tragedi yang terjadi di antara kurun kekhilafahan Umayyah dan Abbasiyyah itu adalah salah satu fragmen sejarah, bukan dalil syara', bukan pula bukti buruknya sistem Khilafah 'ala Minhaj al-Nubuwwah

3. Kezhaliman terjadi karena menyalahi syari'ah yang secara asasi diadopsi sistem Khilafah, disinilah letak urgensi "Muhasabah al-hukkam", sesuatu yang justru dipersekusi di masa kini dalam sistem Demokrasi

4. Kezhaliman yang terjadi membuktikan kebenaran khabar nabawi: adanya masa kehidupan umat di bawah naungan kekuasaan yang menggigit karena ada kezhaliman (mulkan 'adhdhan), seharusnya menyadarkan mereka bahwa masa tatkala kaum Muslim hidup kini di bawah naungan sistem yang jauh dari asas Islam, Demokrasi warisan Barat, ini adalah masa yang jauh lebih buruk daripada masa kekhilafahan Umayyah dan Abbasiyyah, yakni masa mulkan jabriyyatan.

5. Bukti-bukti yang ada seharusnya semakin mendorong pada keyakinan akan tegaknya kembali era kekhilafahan di atas manhaj kenabian, bukan malah dijadikan dalih menikam perjuangan penegakkan Khilafah 'ala minhaj al-nubuwwah.

Di antara kepicikan para penikam ini adalah: pada saat yang sama akal mereka tak mampu menjangkau keburukan-keburukan kehidupan ketika hidup di bawah naungan sistem Demokrasi, dan kepemimpinan Kapitalisme dunia, hingga sadar bergerak pada perubahan sistemik.

Belum genap satu abad Khilafah hilang diganti kepemimpinan Kapitalisme, berapa banyak nyawa kaum Muslim yang melayang? Berapa banyak kaum Muslim yang terusir dari negerinya? Berapa banyak hukum-hukum Islam yang dicampakkan? Berapa banyak kemaksiatan yang tegak didukung oleh kekuasaan? Berapa banyak kezhaliman terjadi? Semut di sebrang terlihat, gajah di pelupuk mata terlewat? Terlalu!

Benarlah hadits dari Abu Umamah al-Bahili r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
« ﻟَﺘُﻨْﻘَﻀَﻦَّ ﻋُﺮَﻯ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻋُﺮْﻭَﺓً ﻋُﺮْﻭَﺓً، ﻓَﻜُﻠَّﻤَﺎ ﺍﻧْﺘَﻘَﻀَﺖْ ﻋُﺮْﻭَﺓٌ ﺗَﺸَﺒَّﺚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻠِﻴﻬَﺎ، ﻓَﺄَﻭَّﻟُﻬُﻦَّ ﻧَﻘْﻀًﺎ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ، ﻭَﺁﺧِﺮُﻫُﻦَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ »
“Ikatan-ikatan Islam akan terburai satu per satu, setiap kali satu ikatan terburai orang-orang bergantungan pada ikatan selanjutnya. Yang pertama kali terburai adalah al-hukm (kekuasaan/
pemerintahan) dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, al-Hakim)
Mereka tidak melek literasi: di antara era kekhilafahan Umayyah dan Abbasiyyah, banyak prestasi keilmuan maupun futuhat yang tak mampu ditandingi oleh negara-negara di masa kini yang mereka puja sebagai "negara ideal demokratis", jauh. Islam bisa hadir ke tengah-tengah kita saat ini pun bagian dari peranan kekhilafahan hingga tersebar luas ke seluruh penjuru dunia.

Bahkan kekhilafahan masa Mu'awiyyah r.a. pun digambarkan para ulama sebagai gambaran kekhilafahan yang memiliki keutamaan, terlepas dari adanya kekeliruan (kalau ada), semisal pandangan al-Qadhi Abu Bakar Ibn al-'Arabi al-Maliki dalam al-'Awashim min al-Qawashim, makanya baca buku yang benar karya para ulama muktabar tentang Khilafah, bukan buku yang membual membuat khayalan dan makar terhadap syari'at Khilafah.
Afala ya'qilun? Allah al-Musta'an
Irfan Abu Naveed
Dosen Fikih, Penulis "Konsep Baku Khilafah Islamiyyah"
Keterangan Foto:
Foto cuplikan kitab:
Syaikh Dr. Taj al-Sir Ahmad Harran, Hâdhir Al-‘Âlam Al-Islâmi, Riyadh: Maktabat Al-Rusyd, Cet. IV, 1428 H/ 2007.

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...