Skip to main content

MANUSIA MULIA YANG DIMURKAI ALLAH

MANUSIA MULIA YANG DIMURKAI ALLAH
______
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata 'Yahudi'? Sepertinya semua orang, khususnya umat Islam akan terbersit satu gambaran tentang kekejaman, kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina. Mungkin juga ada yang tergambarkan tentang pengkhianatan mereka kepada Para Anbiya.

Semua itu merupakan hasil daripada opini umum yang selama ini terbentuk di tengah-tengah umat mengenai Yahudi. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka memang kejam dan jahat. Ulama-ulama Tafsir sendiri ketika menafsirkan ''Al-Maghdluubi 'alaihim" dalam ayat terakhir Surat Al-Fatihah adalah 'Al-Yahudu'.

Mereka itulah yang dimaksud kaum yang dimurkai oleh Allah swt. Berungkali Allah sebutkan mereka dengan kata-kata hina di dalam Al-Qur'an, mulai dari bangsa kera hingga keledai. Keras sekali Allah melaknat mereka hingga istilah-istilah kasarpun Allah sematkan kepadanya.

Padahal jika kita tarik jalur nasab mereka, maka kita akan menemukan satu fakta bahwa mereka adalah keturunan manusia-manusia mulia. Ia merupakan cicit Nabiyullah Ibrahim as., cucu Nabiyullah Ishaq as., anak Nabiyullah Ya'qub as.
Nabi Ishaq sendiri merupakan adik daripada Nabiyullah Isma'il as. Ishaq adalah anak Nabi Ibrahim as. dari istrinya yang bernama Sarah, sementara Isma'il merupakan anak Nabi Ibrahim dari istri keduanya yang bernama Hajar. Antara Ishaq dan Isma'il sejatinya adalah satu ayah beda ibu.

Yahudi merupakan salah satu dari 12 orang putra Ya’kub (yang merupakan putra Ishaq) yang semuanya bernama Ruben, Simeon, Lewi Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf as., Benyamin, Dan, Naftali, Gad, dan Asyer.
Menariknya, jika Yahudi merupakan keturunan Para Nabi yang notabene adalah manusia-manusia mulia, lalu mengapa saat ini justru mereka dimurkai oleh Allah swt.? Ya, karena mereka tidak sejalan dengan orang tuanya. Tidak taat kepada aturan-aturan Allah sebagaimana para pendahulunya.

Kemungkaran yang pertamakali ia lakukan adalah manakala mencelakakan Nabi Yusuf as. ke dalam sebuah sumur. Sebagai orang yang merasa paling senior dan paling berpengalaman, ia tidak suka dengan kehadiran Yusuf as. yang digadang-gadang bakal mengambil alih perhatian orang tuanya.

Berikutnya, dari mereka lahirlah keturunan-keturunan yang semakin parah pembangkangannya terhadap Syariat-syariat Allah swt. Mereka kriminalkan para pendakwah, bahkan hingga berani membunuhnya. Terlebih lagi kepada Nabi yang bukan termasuk dari kalangannya (Israel), seperti Nabi Muhammad saw.
Mereka merasa menjadi kaum yang paling mulia, sehingga ia tidak mau mendengar berbagai nasehat yang disampaikan oleh orang-orang di luar kelompoknya. Merasa menjadi Ahlul Kitab, sehingga ia menolak Al-Qur'an sebagai kitab suci yang akan meluruskan kekeliruannya. Mereka selalu merasa benar sekalipun sudah jelas-jelas salah.

Begitulah kaum Yahudi. Mereka dimurkai Allah bukan karena mereka tidak mengerti Al-Kitab, mereka dilaknat Allah bukan karena mereka keturunan manusia-manusia yang hina. Mereka dimurkai oleh Allah disebabkan mereka selalu menentang Syariat-syariat Allah swt. Tidak heran, sekalipun mereka pandai membaca Al-Kitab, keturunan Para Nabi yang Allah muliakan, tetap saja Allah akan lemparkan mereka ke dalam Neraka Jahannam.

Lalu bagaimana apabila yang menentang Aturan-aturan Allah itu hanya sekedar anak keturunan ulama dan kiai ? Orang tuanya begitu taat sementara ia sendiri menjadi penentang Syariat.

# Alumni212
# ReturnTheKhilafah
Cirebon, 2 Agustus 2019

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...