Skip to main content

ULAR-ULAR KAMPUS ITU, SETELAH MEMATUK KEPALA MAHASISWA LANTAS MENYEBAR TUDINGAN KEPADA KORBANNYA

ULAR-ULAR KAMPUS ITU, SETELAH MEMATUK KEPALA MAHASISWA LANTAS MENYEBAR TUDINGAN KEPADA KORBANNYA

Oleh : Nasrudin Joha

"Seekor ular berbisa dapat mengganti warna tubuhnya agar seolah-oleh kelihatan tdk berbisa". Pepatah ini sangat tepat bagi kelompok yang mendukung hikma sanggala.

- Jumardin La Fua, Wadek I FATIK -

Luar biasa IAIN Kendari, setelah men-DO Hikma Sanggala dengan tudingan terafiliasi aliran sesat dan radikal, kini dilamam Facebook resmi IAIN Kendari, Wadek I FATIK kembali ikut-ikutan latah menuding netizen, atau siapapun pihak yang berempati kepada Hikma Sanggala sebagai "Ular Berbisa". Bukannya mengundang Hikma untuk bermediasi agar permasalahan segera tuntas, IAIN Kendari justru membuka front dengan menuding pihak-pihak yang mendukung Hikma sebagai ular.

Siapakah yang berkarakter ular ? Kampus yang 'mematuk' Hikma Sanggala dan menginjeksi racun 'Tidingan Sesat dan Radikal' atau Netizen yang mendukung Hikma ? Rektor yang zalim men-DO Hikma tanpa mediasi dan tanpa surat peringatan, atau Netizen yang berempati dan membela Hikma ?

Coba kampus buktikan dan sebut nama kelompok yang dituding sesat itu ? Adakah fatwa MUI tentang kesesatan kelompok itu ?

Coba kampus buktikan, kelompok apa yang dituding sebagai organisasi terlarang itu ? Dasarnya apa ? UU apa pasal berapa ? Keputusan apa diktum yang mana ?

Coba kampus buktikan, sudahkah melakukan pembinaan terhadap Hikma sebelum melakukan 'Pembinasaan' ? Kampus itu bertindak sebagai pendidik atau algojo eksekutor yang tidak mengenal welas asih ?

Janganlah buruk muka cermin dibelah. Janganlah berlindung dibalik slogan IAIN Kendari sebagai Kampus yang mengusung wadah Kebangsaan dan kebhinekaan, lantas seenaknya menuding Hikma sebagai mahasiswanya sesat dan radikal.

Kalau kampus tidak mengambil opsi damai, justru memperluas perseteruan bukan saja kepada Hikma, tetapi juga kepada pihak-pihak yang berempati dan mendukung Hikma, ini sama saja bunuh diri. Rezim yang tiran saja bisa jatuh melawan rakyat, apalagi hanya otoritas kampus yang berada dibawah kendali penguasa.

Kami mendukung Hikma, karena Hikma terzalimi. Kami mengkritik kampus, agar kampus bisa berbenah dan memperbaiki diri.

Kami tidak membenci Rektor atau kampus IAIN Kendari, tapi kami membenci diktatorisme dan kezaliman. Negara ini dibangun diatas asas kemerdekaan dan kemandirian, sejak kapan sikap kritis dianggap sebagai ancaman ?

Anda, dan siapapun kalian yang mengatasnamakan institusi yang berniat membela diri, saya peringatkan janganlah merusak citra kampus dengan ulah kalian. Seluruh alumni dan sivitas kampus, pasti tidak ridlo dengan kelakuan kalian. Jangan berlindung dibalik otoritas dan jabatan !

Wahai kampus IAIN Kendari, wahai Rektor IAIN Kendari, segeralah bertaubat. Segera ambil opsi berdamai, kecuali kalian sudah ridlo mengorbankan kredebilitas dan nama baik institusi hanya untuk melayani syahwat dan kepentingan pribadi. [].

#SaveHikmaSanggala

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...