Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2026

𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 ’𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗛𝗶𝘇𝗯𝘂𝘁 𝗧𝗮𝗵𝗿𝗶𝗿 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝘄𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮'𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗜𝗺𝗮𝗺 𝗔𝘀𝘆'𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝘂𝗿𝗶𝗱𝗶𝘆?

 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 ’𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗛𝗶𝘇𝗯𝘂𝘁 𝗧𝗮𝗵𝗿𝗶𝗿 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗾𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝘄𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮'𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗜𝗺𝗮𝗺 𝗔𝘀𝘆'𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝘂𝗿𝗶𝗱𝗶𝘆? (𝗟𝗶𝗵𝗮𝘁  𝗡𝗮𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗜𝗺𝗮𝗺 𝗚𝗵𝗮𝘇𝗮𝗹𝗶 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁 𝗙𝗮𝗻𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗜𝗺𝗮𝗺 𝗔𝘀𝘆'𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗧𝘂𝗹𝗶𝘀𝗮𝗻) 𝗦𝘆𝘂𝗯𝗵𝗮𝘁: Sebagian penebar syubhat dan muqallid fanatik menyatakan bahwa ’aqidah Hizbut Tahrir tidak sama dengan ’aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena tidak ada statement tegas dari Hizbut Tahrir bahwa ia mengikuti Imam Asy’ari dan Maturidiy dalam masalah ’aqidah, khususnya terkait dengan persoalan Sifat dan Dzat Allah swt, dan perbuatan manusia.    Mereka menyatakan bahwasanya seseorang baru absah disebut ahlus sunnah wal jama’ah jika dalam bidang ’aqidah mengikuti paham Asy’ariyah dan Maturidiyah, sedangkan dalam bidang fikih mengadopsi salah satu dari Imam...

𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗘𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗝𝗔𝗝𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗦𝗗𝗔

 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗣𝗘𝗥𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗘𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗝𝗔𝗝𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗦𝗗𝗔 Masalahnya Bukan Islam — Tapi Partai yang Mengatasnamakannya Islam memiliki konsep pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang jelas, tegas, dan operasional. Dalam Islam, SDA strategis seperti tambang, energi, air, dan hutan bukan milik negara, apalagi milik swasta. Ia adalah milik umum (milkiyyah ‘ammah). Negara hanya pengelola, bukan pemilik. Karena itu, privatisasi SDA adalah haram, dan hasilnya wajib kembali kepada rakyat, bukan kepada elit, korporasi, atau asing. Ini bukan soal etika atau simbol agama. Ini struktur hukum ekonomi Islam. DALIL SYAR‘I TENTANG SDA MILIK UMUM Rasulullah ﷺ bersabda: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud) Para ulama menjelaskan bahwa “air, padang rumput, dan api” mencakup seluruh kebutuhan publik dan sumber daya vital—energi, tambang, dan sarana hidup bersama—yang haram dimonopoli dan haram diprivatisasi. Negara mengel...

𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐒𝐘‘𝐀𝐑𝐈𝐘𝐘𝐀𝐇, 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐇𝐓𝐈 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐊𝐇𝐈𝐋𝐀𝐅𝐀𝐇? .

 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐒𝐘‘𝐀𝐑𝐈𝐘𝐘𝐀𝐇, 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐇𝐓𝐈 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐊𝐇𝐈𝐋𝐀𝐅𝐀𝐇? . . “Mengapa saya tidak nyambung dengan Hizbut Tahrir? Karena saya penganut akidah Asy‘ari.” . Kalimat ini terdengar ilmiah. Tapi ketika diuji dengan literatur Asy‘ariyyah sendiri, langsung runtuh. Pertanyaannya tajam: Benarkah akidah Asy‘ariyyah bertentangan dengan kewajiban menegakkan khilafah? Atau ini hanya alasan untuk menolak sesuatu yang tidak diinginkan?  . Mengingat HTI itu mendakwahkan kewajiban menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Itu saja, tidak mendakwahkan firqah akidah Asy'ari ataupun firqah lawannya Asy'ari. Pasalnya, HTI itu parpol Islam ideologis, bukan parpol firqah Islam. Akidahnya Islam, bukan salah satu firqah akidah Islam. Jadi, tidak masuk ke ranah firqah akidah.  . Walhasil, Hizbut Tahrir itu cocok untuk semua umat Islam, baik yang berfirqah Asy-Ari, Maturidi, maupun firqah akidah Islam lainnya yang ...