Skip to main content

Komunis berpuasa?

Komunis Berpuasa ?
-
Tan Malaka tahun 1922 mewakili Komunis Indonesia dalam pidatonya di kongres partai Komunis Internasional di Soviat pernah mengatakan ;  “ ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!”
-
Dalam Halqah Kitab Nidzam Islam Aku pernah diajari membedah tentang Ideologi Sosialisme-Komunisme. Tentu saja diajari disini maksudnya bukan dijadikan sebuah pegangan hidup, namun dipelajari faktanya untuk kemudian diketahui letak kebatilannya dalam sudut pandang Akidah Islam. Untuk membedah Ideologi Sosialisme-Komunisme ( Asy syuyu'iyah-Al Isytirakiyyah ) bisa dilihat dari dua pendekatan. Pendekatan Yang pertama dari sisi AOIDAHNYA, dan yang Kedua dari sisi NIDZAM ( sistem ) yg terpancar dari aqidah.
-
Membedah Sosialisme-Komunisme berarti kita sedang melakukan kajian tentang MABDA ( Ideologi ). Mabda sendiri maknanya adalah Aqidah aqliyah yang Memancarkan Sistem. Kalau diibaratkan sebuah pohon maka Aqidah adalah Akarnya, sementara Batang, dahan, daun, ranting adalah Nidzam yg terpancar dari akar. Sebenarnya untuk mengetahui sebuah mabda itu shahih atau batil ( salah ) cukup dengan melihat Aqidahnya. Dalam kasus Ideologi Sosialisme-Komunisme maka cukup dengan mengetahui Aqidah yg menjadi pondasi bangunan Sosialisme-Komunisme akan diketahui letak kebatilannya.
-
Secara konseptual Akidah Sosialisme-Komunisme berasaskan Pengingkaran terhadap keberadaan Pencipta ( Al Khalik ), Pengingkaran akan hal yg sifatnya ghaib, mengingkari Hisab ( perhitungan amal ), mengingkari keberadaan Akhirat. Kehidupan dalam pandangan Akidah Sosialisme-Komunisme adalah Materi semata yang tidak ada kaitannya dengan penciptaan ( Materialisme ).
-
Melihat secara sekilas Akidah yg menjadi dasar Ideologi Sosialisme-Komunisme ini maka SANGAT JELAS bahwa bahwa Sosialisme-Komunisme adalah Aqidah Batil. Aqidah ini bertentangan dengan Akidah Islam.
-
 Sementara dari sisi Nidzam ( aturan ) Sosialisme-Komunisme mengembangkan apa yg mereka sebut dengan Dialektika Materialisme. Peraturan menurut mereka selalu berkembang berubah sesuai pertentangan antara tesis dengan antitesis,  yg pada akhirnya sumber peraturan adalah berasal dari hawa nafsu mereka sendiri.
-
 Kondisi sekarang mereka sebut sebagai Tesis, untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas maka harus ada antitesis, antitesis dengan melakukan aktivitas dengan menghalalkan segala cara, menggerakkan kaum proletar, dengan cara menggoyang, mengeksploitasi perut yang lapar untuk melawan kaum borjuis.  " Nabi " yang menjadi anutan kaum Sosialisme -Komunisme adalah Karl Marx dengan Kitab Das Kapitalnya.
-
Dari sisi aturan juga SANGAT JELAS bahwa Aturan sosialisme-Komunisme adalah aturan Batil, serta bertentangan dengan akidah Islam. Akidah Islam meniscayakan Syariah Islam. Tolok ukur dalam perbuatan adalah akhkamul khamsah, sementara halal-haram menjadi standart dalam Islam. Tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara.
-
Dalam perkembangannya Mabda Sosialisme-Komunisme mempunyai derivat ( cabang ) yg dinisbatkan pada para Pengasongnya seperti istilah Marxisme, Leninisme, Stalinisme. Ideologi ini pernah berkuasa dengan negara adi dayanya yakni Uni Soviet, dan Jerman Timur.
-
Ideologi Sosialisme-Komunisme ini masuk ke Nusantara ( yg aku ketahui ) melalui Snavleet, agen sosialisme yg berasal dari Soviet. Sehingga Snevleet menyusupkan pemikiran Sosialisme-Komunisme ke benak pemuda Indonesia sehingga waktu itu terpecahlah Sarikat Islam ( Semarang ) menjadi SI merah yg mengambil ideologi Sosialisme-Komunisme. Mulailah beberapa pemuda menjadi gandrung dengan Gagasan Sosialisme-Komunisme. Hingga puncaknya berdiri Partai Komunis Indonesia ( PKI ), yang berkiblat ke Uni Soviet. Gagasan ini menarik pemuda Nusantara lantaran semangatnya yang Anti-Kapitalisme, Anti Neoliberalisme.
-
Muso, Alimin, Tan Malaka, dll adalah beberapa nama yg mengemban Ideologi Sosialisme-Komunisme. Dan Bung Karno bisa dibilang " dekat " secara politik dengan Ideologi ini, dengan membentuk poros jakarta-Peking. Dan memang beliau yg menggagas Nasakom.
-
Ideologi Sosialisme-Komunisme dengan pasang surutnya mengalami kebangkrutan saat hancurnya Uni Soviet dan runtuhnya tembok berlin di jerman. Walaupun Negara yang menjadi penjaga, dan penyebar ideologi ini sudah hancur, namun Ideologi tetap hidup dalam individu-individu yg terkontaminasi dengan Ideologi Sosialisme-Komunisme. Dalam beberapa kesempatan diskusi beberapa Mahasiswa cukup suka dan gandrung dengan Sosialisme-Komunisme. Dan secara politik pernah diberitakan sebuah partai di negeri ini menjalin Komunikasi dengan Partai Komunis Cina. Ideologi bangkrut ini tetap punya fans setia.
-
Dan tidak jarang fans Ideologi batil ini adalah pemuda Muslim. Persis seperti yg disampaikan Tan Malaka di paragraf awal ini, mereka Muslim secara aqidah ruhiyah, shalat, puasa, haji tetap mereka laksanakan, namun dalam Aqidah Siyasahnya mereka mengambil Sosialisme-Komunisme. Dan ini tentu dalam pandangan Akidah Islam sangat berbahaya karena Menjadikan keimanan diujung tanduk, yg dapat meggelincirkan mereka pada kekufuran.
-
Dan tampaknya hari ini Ideologi Sosialisme-Komunisme sedang mendapatkan angin segar untuk berhembus. Walaupun sebenarnya kalau kita aktif terjun dalam dunia pergerakan, ideologi besutan " Nabi " Marx ini sudah bukan barang asing dan banyak pengagumnya. Tapi yang menjadi ANCAMAN NYATA hari ini, FAKTUAL adalah SEKULARISME yg diemban oleh Negara Penjajah USA, dan sekutunya.
-
By : Pristian Surono Putro ( Founder Komunitas Suka Baca Indonesia )

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...