Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2026

PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH

 PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH Banyak yang mengira isu Khilaf4h di Indonesia baru ramai dibicarakan belakangan. Padahal, lebih dari 100 tahun lalu, H.O.S. Tjokroaminoto telah membahasnya secara serius. Bagi Tjokroaminoto, Khilaf4h bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan menyangkut arah politik dan persatuan umat Islam. 1. Tahun 1924 menjadi titik guncangan besar bagi dunia Islam. Pada 3 Maret 1924, Khil4fah Utsmaniyah resmi dihapus oleh pemerintah Turki. Bagi banyak Muslim saat itu, peristiwa ini bukan sekadar pergantian sistem pemerintahan. Ini dipandang sebagai hilangnya simbol persatuan dan otoritas politik terakhir umat Islam di tingkat global. 2. Bahkan sebelum runtuh, Khilaf4h Utsmaniyah masih memiliki pengaruh simbolik yang kuat. Meskipun secara politik melemah, banyak Muslim di luar wilayah Utsmaniyah tetap menaruh loyalitas moral kepadanya. Mengapa? Karena Kh1lafah dipandang sebagai lambang kedaulatan Islam yang masih bertahan di tengah dominasi kolonial Barat...

Era Baru Geopolitik, Runtuhnya Hegemoni dan Alternatif Peradaban

 Era Baru Geopolitik, Runtuhnya Hegemoni dan Alternatif Peradaban Mari kita menepi sejenak dari hiruk-pikuk berita dollar yang terus naik serta dari pernyataan ninabobo kaum Neo murji'ah dan fatalis terhadap kezaliman sistem. Kita akan melihat peta dunia dari atas dan menelusuri sebuah narasi besar yang sedang terbentang di depan mata kita. Ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan, Sebuah imperium tidak pernah mati karena pembunuhan, melainkan karena bunuh diri perlahan. kita akan membicarakan tentang sebuah raksasa yang sedang terluka, yaitu Amerika. Mari kita bayangkan situasi saat ini. Amerika Serikat, sang negara adidaya, memasuki arena perang melawan Iran. Tapi, perhatikan kondisi mereka saat melangkah ke medan laga. Mereka datang bukan dengan kekuatan penuh dan bugar. Mereka datang memanggul beban yang sangat berat. Di dalam negeri, perpecahan politik menganga lebar bak jurang yang tak berdasar. Krisis ekonomi dan tumpukan utang yang menggunung mencekik napas mereka. Di luar n...

Mengapa pemimpin yang wajib ditaati hanya pemimpin yang landasan kepemimpinannya hanya Islam?

 Mengapa pemimpin yang wajib ditaati hanya pemimpin yang landasan kepemimpinannya hanya Islam?  1. Karena tidak mungkin orang-orang kafir/fasik/zhalim dibarengkan/digandengkan dengan Allah dan Rasul-Nya dalam hak ditaati. Sementara, Allah telah tegaskan: "Dan barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir". "... orang-orang zhalim". "..... orang-orang fasik".  2. Tidak mungkin taat penguasa yang dasar kepemimpinannya adalah hukum jahilnyah lalu Allah berikan hak ditaati perintah dan larangannya, sementara Allah menegaskan: "Maka, apakah hukum Jahilnyah yang mereka cari?!!" 3. Tidak mungkin Rasulullah mengakui pemimpin yang menerapkan hukum kufur sebagai Amir/pemimpin yang menjadi wakil/penerus beliau sehingga taat kepadanya adalah taat kepada beliau dan taat kepada Allah. Rasulullah bersabda:  من أطاع أميري فقد أطاعني ومن أطاعني فقد أطاع الله  "Barangsiapa taat kepada al-amirku maka sungguh...

Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri: Telaah Islam terhadap Cara Berpikir dan Kepribadian.

 DISKUSI LANJUTAN #2  Mitos Otak Kanan dan Otak Kiri: Telaah Islam terhadap Cara Berpikir dan Kepribadian. Di era modern, masyarakat sangat akrab dengan istilah “otak kanan” dan “otak kiri”. Anak yang pandai matematika sering disebut dominan otak kiri, sedangkan anak yang menyukai seni dan kreativitas disebut dominan otak kanan. Teori ini begitu populer hingga digunakan dalam dunia pendidikan, motivasi, bahkan parenting. Banyak orang akhirnya percaya bahwa kepribadian manusia ditentukan oleh belahan otak tertentu. Namun benarkah manusia sesederhana itu? Dalam kajian Islam, khususnya dari pembahasan tentang hakikat berpikir dan kritik terhadap psikologi Barat dalam karya-karya Taqiyuddin An-Nabhani dan kitab مفاهيم علماء النفس oleh Syaikh Hisyam Abdul Karim Albadrani (Ulama Hizb) ditemukan bahwa manusia dipandang jauh lebih kompleks dibanding sekadar pembagian biologis otak kanan dan kiri. Islam tidak melihat manusia hanya sebagai kumpulan jaringan saraf dan reaksi kimia. Islam...