Skip to main content

KRISIS BURSA DAN SOLUSI FUNDAMENTAL

 KRISIS BURSA DAN SOLUSI FUNDAMENTAL


Dari balik layar monitor dan grafik bursa saham yang anjlok, sebuah drama kekuasaan sedang mempertaruhkan nasib perekonomian kita. Laporan Tempo mengungkapkan, Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dua pilar dekat Istana tak lagi seirama. Mereka terlibat tarik-ulur sengit, yang satu mendorong penegakan hukum pidana bagi pengurus bursa dan otoritas keuangan, yang lain menolak khawatir badai akan menjadi tsunami.


Dampaknya langsung terasa. Sebuah mundur massal. Pejabat tinggi Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan meletakkan jabatan. Alasannya tanggung jawab moral. Pemicunya, laporan Morgan Stanley Capital International yang mengungkap bayang-bayang manipulasi. IHSG pun terjun bebas, perdagangan terpaksa dibekukan sementara.


Namun, pukulan kedua mungkin lebih telak, datang dari langit dunia keuangan global. Moody’s Investors Service menurunkan prospek perekonomian Indonesia menjadi ‘negatif’. Mereka memandang kebijakan fiskal pemerintah tak meyakinkan, tak stabil. Sebuah paradoks pahit, di saat BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.


Lalu, terlintaskah di benak kita sebuah pertanyaan getir, sudah sedemikian hilangkah kredibilitas kita di mata dunia?


Ini bukan sekadar kisruh teknis pasar modal. Ini adalah gejala. Gejala dari sebuah sistem yang rapuh. Sistem yang membiarkan kepentingan individu dan kelompok beradu, sementara kemaslahatan rakyat terombang-ambing. Lalu, adakah cara pandang lain untuk membaca krisis ini?


akar masalahnya adalah sistem Kapitalisme yang meniscayakan kebebasan kepemilikan yang tanpa batas.


Sistem ekonomi kapitalis telah menjadikan pasar uang dan saham sebagai ‘kandang judi’ yang dilegalkan. Di mana spekulasi, ghorar (ketidakpastian yang merusak) dan monopoli informasi menjadi makanan sehari-hari. Ketika aturan main dibangun di atas prinsip ‘mencari keuntungan sebesar-besarnya’, maka keadilan, transparansi dan stabilitas sejati akan selalu dikorbankan.


Apa yang terjadi antara Sjafrie dan Dasco, adalah konflik dalam sistem yang sakit. Satu ingin penumpasan pidana (yang mungkin dilihat sebagai upaya ‘pembersihan’ secara keras), satunya lagi ingin menjaga stabilitas sistem (status quo) yang rapuh. Keduanya berdebat di atas meja judi, bukan memperdebatkan keabsahan meja judi itu sendiri.


Islam menawarkan solusi yang bersifat fundamental, yaitu Sistem Ekonomi Islam dalam naungan khilafah. Di mana:


1. Uang adalah alat tukar, bukan komoditas yang diperjualbelikan secara spekulatif. Bursa saham spekulatif yang penuh ghorar tak memiliki tempat.


2. Negara (Khilafah) adalah penjaga aktif yang bertanggung jawab penuh atas kemaslahatan ekonomi rakyat. Otoritas tidak akan dibiarkan tumpang-tindih atau dimanfaatkan oleh kepentingan segelintir orang.


3. Setiap pelaku ekonomi, apapun jabatannya, tunduk pada hukum syariat yang jelas dan tegas. Hukum pidana Islam (seperti hukum bagi pelaku korupsi dan perusak ekonomi) akan ditegakkan tanpa pandang bulu, bukan sebagai alat politis, tapi sebagai penjaga keadilan.


4. Kebijakan fiskal dibangun di atas sumber-sumber penerimaan negara yang sah dan halal (seperti harta milik umum, zakat, kharaj, fa’i, dll) serta dibelanjakan secara transparan untuk kepentingan publik. Hal ini akan menciptakan kepercayaan (trust) yang kokoh,


Jadi, ketika Moody’s meragukan kebijakan fiskal kita dan Morgan Stanley mengungkap manipulasi, itu adalah sinyal kegagalan sistemik. Bukan sekadar salah orang per orang. krisis seperti ini adalah buah yang dipetik dari pohon Kapitalisme sekuler.


Pertanyaannya kembali, Apakah kita akan terus memperbaiki yang rusak di permukaan atau berani menggali sampai ke akar, merenungkan tawaran sistem alternatif yang dibangun di atas nilai-nilai keadilan, transparansi, dan tanggung jawab di hadapan Sang Pencipta? (fjn)


Editorial Rumah Tsaqofah dari berbagai sumber | Dirancang untuk: Kesadaran Umat

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...