Skip to main content

Ba'asyir: Polisi Bohong, Tidak Ada JAT di Sulteng

Ba'asyir: Polisi Bohong, Tidak Ada JAT di Sulteng



JAKARTA (voa-islam.com) - Terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme Ustadz Abu Bakar Baasyir menegaskan bahwa tidak ada perwakilan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Poso, Sulawesi Tengah.



Pernyataan amir JAT ini sekaligus membantah tudingan bahwa organisasi yang dipimpinnya berada di balik insiden penembakan anggota polisi di depan Kantor Bank BCA, Palu 25 Mei lalu.



"Polisi bohong. Enggak ada JAT di Sulteng. Baru ada di Jawa, Bima, dan Lampung. Polisi memang cari-cari kesalahan," katanya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/6/2011).



Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo ini juga mengaku tidak pernah mengenal empat orang pelaku penembakan polisi yang diindikasikan polisi sebagai anggota JAT.



"Seandainya pun benar ada JAT di Sulawesi Tengah. Itu urusan pribadi masing-masing. Saya enggak kenal empat orang itu," tegasnya.



��� ..Polisi bohong. Enggak ada JAT di Sulteng. Baru ada di Jawa, Bima, dan Lampung. Polisi memang cari-cari kesalahan..



Senada dengan ustadz Abu Bakar Baasyir, Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) melalui juru bicaranya Son Hadi juga menampik tuduhan pihak Kepolian yang mengatakan pelaku penembakan anggota Polisi di Palu adalah Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).



Son Hadi menilai pernyataan pihak Mabes Polri yang menyebut pelaku penembakan Polisi mernggirng opini masyarakat untuk melibatkan JAT dalam kejadian tersebut.



"JAT menolak pemberitaan yg bersumber dr polri bhw penembak palu adalah anggota jat. krn jat tak miliki cabang di sulawesi," katanya dalam pesan pendeknya kepada salah satu meda online, Minggu (5/6/2011)



Son Hadi menambahkan penggiringan opini tersebut bertujuan untuk menutupi lemahnya vonis yang dijatuhkan kepada ustadz Abu Bakar Baasyir. Dia menuntut polisi bertanggung jawab atas fitnah yang disampaikan.



"Informasi polisi ini hanya sebuah upaya penggiringan opini masyarakat pra vonis Ustadz Abu Bakar Ba'syir untuk menututupi lemahnya dakwaan Polisi dan Jaksa terhadap beliau. Meminta pertanggungjawaban Polisi atas fitnah yang disebarkan melalui jubirnya," tambahnya.



��� ..Tersangka penembakan telah menyatakan bahwa motif penembakan adalah dendam pribadi dan tidak ada kaitannya dengan JAT..



Dia menambahkan motif pelaku penembakan sebernarya dendam pribadi dan tidak ada kaitannya dengan organisasi JAT. Son Hadi berharap masyarakat berhati-hati dalam memperoleh pemberitaan.



"Tersangka penembakan telah menyatakan bahwa motif penembakan adalah dendam pribadi dan tidak ada kaitannya dengan JAT. JAT mengingatkan umat islam agar berhati-hati menerima berita dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," tandasnya



Sebelumnya dalam konferensi pers di Mabes Polri Jakarta, Ahad (05/06/2011) Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar mengatakan bahwa empat orang tersangka penembak polisi di kantor BCA Cabang Palu, Sulawesi Tengah tersebut diidentifikasi sebagai anggota JAT di Sulawesi Tengah.



"Mereka merupakan anggota kelompok JAT yang sempat dibentuk dan dilatih oleh Abu Tholut dan sempat berlatih di Aceh. Jadi sudah lebih dari setahun yang lalu mereka melakukan langkah persiapan untuk melakukan aktivitas tindakan teror yang dipersiapkan didaerah Poso Sulawesi Tengah," kata Kabid Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kemarin. (by/okz)



http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/06/15147/baasyir-polisi-bohong-tidak-ada-jat-di-sulteng/

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...