Skip to main content

Dalam Khilafah, Non-Muslim Pun Sejahtera

Dalam Khilafah, Non-Muslim Pun Sejahtera

Seiring dengan semakin menguatnya ide Khilafah di tengah-tengah umat saat ini,
muncul beberapa kalangan kaum cendekiawan yang ter-Barat-kan, khususnya kalangan
Muslim moderat dan Muslim sekular, yang mencoba untuk meragukan ide Khilafah,
dengan mengatakan apabila Islam dijadikan ideologi negara akan mengancam
pluralitas masyarakat. Tentu pernyataan mereka ini sangatlah ahistoris.

Sebab, dalam sejarah penerapan syariah Islam di Spanyol, kaum Muslim, Nasrani
dan Yahudi hidup berdampingan, bahkan sampai dikenal oleh sejarahwan Barat,
Spain in three Religion with Chalipate. Spanyol di bawah naungan Khilafah Islam
hidup aman, damai dan sejahtera. Hal ini juga diakui secara jujur oleh banyak
intelektual Barat seperti sejarahwan Philip K. Hitti dalam History of Arab. Dia
mengatakan, “The term Islam may be used in three sense: originally a religion,
Islam later became a state, and finally a culture.”

Hal senada juga disampaikan Carleton, Ceo Hewwlett Packard, Dia mengatakan:
“Bahwa Peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam
sanggup menciptakan negara adidaya dunia (superstate) terbentang dari satu
samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan
juta orang di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan suku.”

Inilah bukti sejarah yang tidak dapat dipungkiri siapa pun yang memahami sejarah
peradaban dunia. Selain itu, berkaitan jaminan pemenuhan kebutuhan hidup pun
tidak hanya diberikan kepada kaum Muslim, tetapi juga kepada non-Muslim. Dalam
hal ini, non-Muslim yang menjadi warga negara Khilafah mempunyai hak yang sama
dengan orang Muslim. Sebagai contoh, dalam akad dzimmah yang ditulis oleh Khalid
bin Walid untuk menduduki Hirah di Irak yang beragama Nasrani, disebutkan,
“Saya tetapkan bagi mereka, orang yang lanjut usia yang sudah tidak mampu
bekerja atau ditimpa suatu penyakit, atau tadinya kaya, kemudian jatuh miskin,
sehingga teman-temannya dan para penganut agamanya memberi sedekah, maka saya
membebaskannya dari kewajiban membayar jizyah. Untuk selanjutnya dia beserta
keluarga yang menjadi tanggungannya menjadi tanggungan Baitul Mal kaum
Muslim.” Peristiwa ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar
ash-Shiddiq r.a.

Umar bin Khatab r.a. juga pernah menjumpai seorang Yahudi tua yang sedang
mengemis. Ketika ia ditanya, ternyata usia tua dan kebutuhan telah mendesaknya
untuk berbuat demikian. Umar ra. segera membawa di kepada Bendahara Baitul Mal
dan memerintahkan agar ditetapkan bagi orang itu, dan orang-orang seperti dia,
sejumlah uang dari Baitul Mal yang cukup dan dapat memperbaiki keadaannya.
Bahkan dalam hal ini Khalifah Umar ra. berkata, “Kita telah bertindak tidak
adil terhadapnya, menerima pembayaran jizyah darinya kala dia masih muda,
kemudian menelantarkannya kala dia sudah lanjut usia.”

Demikianlah beberapa gambaran sejarah kaum Muslim dan umat manusia di bawah
naungan Khilafah Islam, yang menunjukkan betapa Islam yang mereka terapkan
ketika itu benar-benar membawa keberkahan dan kesejahteraan hidup. Bukan hanya
bagi umat Muslim, tetapi juga bagi umat non-Muslim yang hidup di bawah naungan
Islam. Karena itu, umat manusia akan hidup sejahtera di bawah naungan Khilafah.
Allahu akbar. [Akhiril Fajri ; Direktur At-Tafkir Institute Lampung]

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...