Skip to main content

Cara konyol kriminalisasi Khilafah

Cara konyol kriminalisasi Khilafah

Harits Abu Ulya,
Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI

Seperti pepatah “sekali dayung dua tiga pulau terlampaui” bom buku pun meletup di saat Presiden SBY tersandung bocoran Wikileaks dan rekayasa peradilan Ustadz Abu Bakar Baasyir mulai terbongkar. Dan celakanya BNPT menuding target bom buku itu adalah para penghalang khilafah. Benarkah pelakunya pejuang khilafah? Ataukah pihak pemerintah sendiri?
Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dengan Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Harits Abu Ulya. Berikut petikannya.

Bagaimana tanggapan Anda tentang pernyataan bahwa target bom buku adalah penghalang khilafah?
Polisi sendiri belum menyimpulkan siapa pelaku paket bom hingga saat ini, sebaliknya kita malah menyaksikan ngototnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan opininya.
Artinya, BNPT berbicara bukan berdasarkan data dan bukti tapi lebih tepat disebut sebagai propaganda dan opini untuk mengkriminalisasi dan nafsu membungkam gerakan pengusung khilafah dengan cara-cara tidak fair dan konyol.

Konyol bagaimana?
Karena tidak satu jalan pun yang dapat digunakan mereka untuk melawan atau membuktikan baik secara intelektual, rasional, emosional, maupun secara legal yang dapat mengaitkan teror dengan perjuangan khilafah.
Ketua BNPT Ansyaad Mbai dalam berbagai kesempatan diskusi di radio, TV dan forum-forum diskusi menyatakan bahwa target dari bom buku ini adalah para penghalang khilafah.
Ini tidak lebih sebagai upaya licik untuk mendapatkan legitimasi baik dari sisi opini atau regulasi, yang nantinya dipakai untuk menindak secara represif kelompok-kelompok yang menyuarakan khilafah.
Maka kita bisa menangkap logika yang sedang dibangun; kenapa paket bom itu diarahkan ke person tertentu dan representasi dari entitas tertentu? Ini sebuah pola penyampaian pesan dengan obyek yang 'tepat' untuk mendapatkan justifikasi bahwa yang melakukan adalah kelompok yang radikal: kontra demokrasi, liberalisme atau juga dianggap membahayakan Pancasila. Disertai instrumen pendukung yang relevan dengan buku-buku yang judulnya 'menyerang' sebagai sampul bom.

Kalau begitu, siapa pelakunya?
Ada tiga kemungkinan. Pertama, kemungkinan murni person atau kelompok jihadis yang melakukan. Ini berdasarkan produk rakitan yang meledak di Utan Kayu, dan beberapa indikasi lainya, sekalipun terlihat kurang profesional karena beberapa faktor.
Tapi terkait motif sangat sumir. Apa hanya ingin menunjukkan bahwa diri mereka masih eksis dengan menciptakan terror atau memang memiliki target lebih dari itu? Di sini antara ranah aksi dan nilai yang lebih besar dalam kontek politik yang hendak mereka raih sama sekali tidak ada benang merahnya.
Kedua, kooptasi pihak intelijen terhadap kelompok pertama untuk melakukan aksi. Mengingat pihak aparat intelijen yang konsen urusan kontra-terorisme telah mengendalikan sebagian dari mereka dan menggunakan untuk beberapa proyek jebakan.

Contohnya?
Contoh, kasus aktifis di Solo yang berinisial BN dituntut hukuman 20 tahun penjara karena kepemilikan peluru. BN ditangkap atas laporan seseorang yang bernama Ipung, dan sementara si Ipung sendiri buron (DPO) dan sekaligus sebagai pihak yang menitipkan peluru kepada BN.
Bagaimana bisa orang yang menitipkan bebas berkeliaran dengan dibahasakan menjadi DPO, tapi dia bisa memberikan laporan kepada pihak Densus 88 untuk menangkap seorang BN?
Ini hanya satu contoh kasus adanya person tertentu yang faktanya mereka di bawah kendali pihak tertentu untuk kepentingan operasi tertentu.
Ketiga, murni dilakukan kelompok jihadis dan kemudian ditunggangi pihak intelijen hitam untuk membuat eskalasi dan target bom paket ini lebih besar. Saya melihat banyak bingkisan di berbagai tempat dibuat untuk membuat cerita bom paket bisa lebih bombastis efek sosial politiknya. Kemudian memudahkan menggiring opini dan propaganda melalui media masa dengan target politik tertentu.

Apa itu?
Menurut saya targetnya tidak akan keluar dari beberapa hal. Pertama, paket bom ini bisa menjadi 'obat tidur' sejenak bagi penguasa negeri ini setelah dihajar berbagai isu termasuk Wikileaks.
Kedua, ada kemungkinan kecemasan pihak penegak hukum atas tuduhan dan pasal yang berlapis untuk ABB terbuka kedok rekayasanya. Karena adanya pengakuan taubat Khairul Ghazali yang mencabut kembali semua kesaksiannya.

Jadi pengaitan bom buku dengan visi khilafah, sebagai upaya kriminalisasi terminologi khilafah?
Paket mercon yang dikatakan Mbai sebagai “target bom, penghalang Khilafah,” ini merupakan langkah sengaja membangun opini dan propaganda untuk mengkriminalisasi terminologi Khilafah. Ini cara pandang yang mendramatisir secara sengaja dua perkara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan relevansinya.

Tapi Mbai mengatakan bahwa itu berdasarkan pengakuan orang-orang yang ditangkap sebelumnya?
Apa iya itu pengakuan yang jujur tidak di bawah tekanan? Riset saya; orang-orang yang ditangkap dengan tuduhan teroris rata-rata di bawah intimidasi dan siksaan, dipaksa tanda tangan BAP yang kerap kali sudah disiapkan. Contoh kecil, lihatlah pengakuan Khairul Gazhali bagaimana rekayasa atas apa yang dia lakukan atas order dari pihak aparat Densus 88, kemudian Gazhali taubat menyesalinya.

Bila pengakuan mereka tidak di bawah tekanan?
Kita bisa menguji visi politik mereka yang dituduh teroris tentang khilafah. Sejauh riset saya, kelompok jihadis justru kurang mampu merumuskan visi politiknya tentang khilafah.
Dari gerakan Islam yang terbuka dengan visi politik khilafahnya, Hizbut Tahrir-lah yang terdepan dan sekaligus mampu menjaga metode penegakan khilafahnya tidak dengan jalan teror atau fisik.
Saya lihat orang-orang yang dengan ideologi jihadnya terjebak dalam pragmatisme, kabur visi politiknya. Jadi susah rasanya kalau paket mercon kemudian ditarik jauh ke visi politiknya. Maka ini sebuah rencana tendensius dan penuh dengan motif dan target jangka panjang dari WOT.

Target akhirnya?
Saya melihat pendekatan BNPT dengan “hard power”nya ditujukan kepada kelompok yang melakukan langkah-langkah fisik yang kemudian dicap sebagai aktifitas terorisme adalah bukan target akhir.
Karena BNPT memandang, yang menjadi akar persoalan ini adalah ideologi radikal. Karena itu target akhir yang sesungguhnya adalah kelompok yang dianggap masih satu “link mind” yakni kelompok yang dianggap mengusung ideologi radikal.
Karenanya di lapangan agar bisa sampai di target ini, cenderung tampak adanya upaya mengkriminalisasi ide-ide Daulah Islam, Khilafah Islam melalui jebakan dan provokasi orang-orang tertentu yang sudah di bawah monitoring mereka.
Pengaitan antara aksi perampokan atau paket mercon atau dengan modus baru lainya dengan visi politik khilafah adalah konyol dan memaksakan diri. Ini fitnah keji untuk sudutkan perjuangan menegakkan khilafah!
Karena menegakkan Khilafah adalah kewajiban yang mulia dan wajib diraih dengan cara yang mulia mengikuti manhaj Nabi Mumahammad SAW. Manhaj mulia yang dicontohkan Rasul SAW sehingga berdirinya Daulah Islam (Khilafah) yang pertama di Madinah itu fikriyah (edukasi kepada umat) dan siyasiyah (politik), tanpa teror atau kekerasan fisik. Begitu juga yang dilakukan pejuang khilafah saat ini.
Maka umat harus waspada terhadap cara pandang yang tendensius mencurigai setiap perjuangan Islam, sekalipun dengan cara yang damai.[]


http://www.mediaumat.com/wawancara/2723-56-cara-konyol-kriminalisasi-khilafah.html

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...