Skip to main content

Ikhwan dan Salafi Pun Kini Menuntut Penegakkan Khilafah Islamiyyah

Ikhwan dan Salafi Pun Kini Menuntut Penegakkan Khilafah Islamiyyah

Selasa, 10 Mei 2011 10:09




Syabab.Com - Media Al Masry al-Youm melaporkan bahwa ribuan orang menghadiri rapat akbar kelompok Ikhwan dan Salafi. Lebih dari 50.000 orang pada hari Sabtu menghadiri rapat akbar bersama yang digelar oleh Ikhwanul Muslim dengan Salafis di distrik Haram, Giza. Penyelenggara meneriakkan slogan yang menyatakan bahwa Ikhwan dan Salafi adalah satu, dan keduanya berusaha menerapkan Syariah Islam.

"Negara Arab Bersatu dan Negara Islam Bersatu pasti tiba," kata ulama Salafi Safwat Hegazy pada pertemua tersebut. "Dan segera kami akan memiliki satu Khalifah yang mengatur kita semua."

Hegazy juga menutuh pembakaran geraja di Imbaba pada hari Sabtu. "Mereka bukan Salafi atau Ikhwan, bukan juga orang Mesir," katanya. "Mereka adalah musuh yang memicau permusuhan sektarian."

Pembicara Salafi Mohamed Hassa, untuk bagian ini, meminta semua jamaah Islam untuk meyakinkan umat Muslim dan Kristen bahwa mereka sama-sama bangsa Mesir. "Mesir bukan milik umat Islam saja," katanya. "Dan Koptik dilindungi oleh Islam. Mereka tidak perlu hijrah ke Amerika Serikat untuk hal itu."

Seiring tuntutan perubahan di Timur Tengah, di awali dari Tunisa dan Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Ben Ali dan Mubarak, rakyat kini semakin berani untuk melawan rezim represif.

Tuntutan perubahan secara total, dengen penerapan syariah terus disuarakan. Khilafah kini mulai menjadi isu bagi kelompok-kelompok Islam. Kaum Muslim mulai menyadari bahwa mereka terlalu lama sengsara hidup tanpa naungan Khilafah. Revolusi prematur yang terjadi baru pergantian muka pada rezim yang sama.

Seruan penegakkan Khilafah pun terus menggema, sejak 1953, di mana Masjid Al-Aqsa yang diberkahi menyerukannya. Hingga kini Al-Aqsa terus memanggil serta negeri-negeri kaum Muslim lainnya pun menanti kaum Muslim dan para tentaranya untuk bersegera membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkraman penjajah.

Bukan hanya di negeri-negeri Timur Tengah, seruan penegakkan Khilafah juga menggema dari jantung peradaban Barat. Kelompok Hizbut Tahrir yang sejak awal munculnya konsisten dengan seruan penegakkan Khilafah bersama kaum Muslim sering menyelenggarakan aksi di kota London, Sydney, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mereka bersuara sama menginginkan Khilafah Islamiyyah.

Seruan akan terus bergema hingga pertolongan Allah tiba yang semakin dekat. Insya Allah, yang dinanti-nanti, Khilafah Islamiyyah, institusi pelaksana syariah itu akan segera tiba dalam waktu yang sangat dekat. [m/almasrylyoum/syabab.com]

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...