Skip to main content

Ummu Syarik, Kiprah Dakwah Sang Mujahidah

_*Ummu Syarik, Kiprah Dakwah Sang Mujahidah*_

_Ummu Syarik menyebarkan agama Islam di kalangan wanita-wanita Quraisy._
_*Jumat , 12 Jul 2019, 19:00 WIB*_

*Red: Agung Sasongko*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cahaya iman mulai menerangi kalbunya sejak Rasulullah SAW menyampaikan risalah Islam di Makkah. Ia begitu bersimpati terhadap kebenaran ajaran Islam yang disebarkan Nabi Muhammad SAW. Keimanannya yang semakin membaja membuat Ummu Syarik al-Qurasyiyyah membaktikan hidupnya untuk mengibarkan panji-panji Laa Ilaaha illallah Muhammad Rasulullah

Ummu Syarik bernama asli Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Ia adalah wanita dari Quraisy yang berasal dari Bani Amir bin Lu’ai. Sejarah mencatat, sang mujahidah pernah menjadi istri Abu al-Akr ad-Dausi. Ia berjasa  dalam menyebarkan agama Islam di kalangan wanita-wanita Quraisy.

Secara sembunyi-sembunyi, Ummu Syarik berdakwah dan mengajak wanita-wanita Quraisy. Tanpa kenal lelah, ia berdakwah dan mendorong para wanita Quraisy agar memeluk agama Islam. Padahal, resiko yang akan dihadapinya begitu berat. Namun, dirinya rela mempertaruhkan nyawanya demi dakwah dan kebenaran.

Ancaman siksaan dan intimidasi terhadap keselamatan jiwa dan harta tak membuat  Ummu Syarik mundur dari medan dakwah. Baginya,  iman bukanlah sekedar kalimat yang diucapkan lisan, tetapi  pada hakikatnya iman memiliki konsekuensi, amanah yang mengandung kesabaran.

Kekuatan imannya pun sempat diuji. Allah SWT mengujinya  dengan berbagai fitnah. Gerak dakwah Ummu Syarik akhirnya tercium penduduk Makkah. Ia lalu ditangkap kafir Quraisy. Lalu mereja  berkata, ‘’Kalaulah bukan karena kaummu, kami akan berbuat sesuka hati kepadamu. Akan tetapi kami akan menyerahkan kamu kepada mereka.’’

Ummu Syarik mengisahkan penangkapan yang dilakukan penduduk Makkah atas dirinya. ‘’Maka datanglah keluarga Abu al-Akr yakni keluarga suamiku kepadaku. Kemudian berkata, ‘jangan-jangan engkau telah masuk kepada agamanya (Muhammmad)?. Aku menjawab, ‘Demi Allah aku telah masuk agama Muhammad.”

Mereka lalu  berkata, ‘’Demi Allah kami akan menyiksamu dengan siksaan yang berat.’’ Kemudian mereka membawaku dari rumah kami, kami berada di Dzul Khalashah (terletak di San’a) mereka ingin membawaku kesebuah tempat dengan mengendarai seekor unta yang lemah yakni kendaraan yang paling jelek dan kasar.

Mereka memberiku makan dan madu akan tetapi tidak memberiku setetes airpun. Hingga manakala tengah hari dan matahari telah terasa panas mereka menurunkanku dan memukuliku, kemudian mereka meninggalkanku di tengah teriknya matahari hingga hampir-hampir hilang akalku, pendengaranku dan penglihatanku. Mereka melakukannya selama tiga hari. Tatkala hari ketiga mereka berkata kepadaku, “Tinggalkan agama yang telah kau pegang!’’

Ummu Syarik berkata, ‘’Aku sudah tidak lagi dapat mendengar perkataan mereka kecuali satu kata demi satu kata dan aku hanya memberikan isyarat dengan telunjukku kelangit sebagai isyarat tauhid.’’

Ummu Syarik melanjutkan, ‘’Demi Allah tatkala aku berada dalam keadaan seperti itu ketika sudah berat aku rasakan, tiba-tiba aku mendapatkan dinginnya ember yang berisi air di atas dadaku, maka aku segera mengambilnya dan meminumnya sekali teguk.’’

‘’Kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihat ternyata ember tersebut menggantung antara langit dan bumi dan aku tidak mampu mengambilnya. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku untuk kedua kalinya maka aku minum darinya kemudian terangkat lagi.’’

‘’Aku melihat ember tersebut berada di antara langit dan bumi. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku untuk ketiga kalinya,  maka aku minum darinya hingga kenyang dan aku guyurkan ke kepala, wajah dan bajuku.’’

Kemudian mereka keluar dan melihatku seraya berkata, ‘’Dari mana engkau mendapatkan air itu wahai musuh Allah?’’ Ummu Syarik  menjawab, ‘’Sesungguhnya musuh Allah adalah selain diriku yang memusuhi agama-Nya. Adapun pertanyaan kalian dari mana air itu, maka itu adalah dari sisi Allah yang direzekikan kepadaku.’’

Mereka segera pergi menengok ember mereka dan mereka dapatkan bahwa ember tersebut masih tertutup rapat dan belum terbuka. Maka mereka berkata, ‘’Kami bersaksi bahwa Rabb-mu adalah Rabb kami dan kami bersaksi bahwa yang telah memberikan rezeki kepadamu di tempat ini setelah kami menyiksamu adalah Dia yang mensyari’atkan Islam.’’

Maka masuk Islamlah mereka dan semuanya berhijrah bersama Rasulullah SAW. Ummu Syarik  telah mengukir sebaik-baik contoh dalam berdakwah ke jalan Allah. Keteguhan  hatinya dalam memperjuangkan iman dan akidahnya di saat menghadapi cobaan layak diteladani.

_*sumber: Nisa' Haula ar-Rasul, karya mahmud al-Istanbuli, Mustafa Abu Nashr Asy-Syibli.*_

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...