Skip to main content

Kisah Husayn bin salam episode 2

_*Kisah Husayn (Abdullah) Bin Salam Episode 02*_

_Setelah Abdullah bin Salam & keluarganya  masuk Islam, Maka kaum Yahudi mencoba menekan Abdullah bin Salam dengan cara memboikot & mengasingkannya dari kaumnya._

_*Saat bibinya yang bernama Khalidah binti Harits berbelanja ke pasar untuk mendapatkan susu, Namun Ia tidak mendapatkan barang yang dicari walaupun bibinya menawar dengan harga yang tinggi sekalipun.*_

_*Begitu juga Yusuf putranya mencari gandum untuk keperluan membuat roti untuk keperluan keseharian mereka, Namun Yusuf pun tidak mendapatkan barang yang dicarinya.*_

_Abdullah bin Salam menyuruh Yusuf putranya pergi & membeli roti pada kaum muslimin saja. seraya menenangkan suasana, Sambil mengatakan bahwa Ia sedang berpuasa._

_Abdullah bin Salam berpesan kepada keluarganya agar mencari alternatif untuk membuat roti selain dari tepung gandum._

_*Syam'un, Barsum & pembesar kaum Yahudi sedang mengamati upaya mereka dalam memboikot keluarga Abdullah bin Salam. Usaha mereka belum menunjukkan hasil, Karena Abdullah bin Salam sudah cukup mengkonsumsi kurma dari kebunnya sendiri.*_

_*Rimah (Anak Sham'un) tiba-tiba datang & menyela pembicaraan mereka. Rimah memberikan kabar bahwa keluarga Abdullah bin Salam sedang berupaya menjual hasil kebun kurmanya untuk ditukar dengan kebutuhan pokok lainnya.*_

_*Setelah mengetahui hal tersebut kaum Yahudi sepakat akan memboikot untuk tidak membeli kurmanya, Kaum Yahudi berharap Abdullah bin Salam kesusahan & meninggalkan Islam.*_

_Saat Abdullah bin Salam lagi sholat dikebun, Ia didatangi putranya Yusuf. putranya mengabarkan kalau kurma mereka akan semakin rusak jika tidak segera dijual._

_*Abdullah bin Salam menyarankan putranya agar menjual kurma-kurma mereka dengan harga yang murah*_

_Yusuf menyahut, "Bahwa Ia telah menjual kurma mereka dengan harga sangat murah, Akan tetapi tidak ada satupun yang membeli."_

_Abdullah bin Salam sampai heran dengan kebencian kaum Yahudi kepada keluarganya. Lalu Abdullah bin Salam memerintahkan putranya, Supaya kurma mereka dibawa ke pasar Madinah & dijual kepada kaum muslimin disana._

_*Yusuf lalu berkata bahwa perjalanan ke pasar Madinah selain jauh juga sukar ditempuh.*_

_Abdullah bin Salam berkata kepada putranya agar menyewa tunggangan (Unta,kuda)._

_*Yusuf menimpali perkataan ayahnya, Bahwa Ia telah melakukannya, Akan tetapi para penyewa tunggangan (Saat itu jasa sewa tunggangan di monopoli kaum Yahudi) tidak ada yang mau bertransaksi dengan Yusuf.*_

_Setelah memeluk Islam kegiatan Abdullah bin Salam lebih banyak mempelajari Islam yang jiwanya haus akan pengetahuan.Ia dengan penuh semangat mencurahkan perhatian pada Alquran dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan mempelajari ayat-ayat yang indah dan agung._

_Khalidah binti Harits menghampirinya Abdullah bin Salam, Bibinya mengatakan bahwa Yusuf sudah besar & saatnya menikah & Ia sudah punya calon buat Yusuf, Yaitu Rimah putri Sham'un._

_Sebetulnya Abdullah bin Salam kurang berkenan dengan pilihan bibinya, Akan tetapi bibinya berhasil meyakinkannya bahwa dalam Islam tidak dilarang untuk menikahi ahli kitab.Disamping itu Khalidah binti Harits berharap dengan hubungan pernikahan putra & putri mereka akan melunakkan hati Sham'un yang membenci keluarga Abdullah bin Salam karena telah masuk Islam._

_*Hingga pada suatu hari Abdullah bin Salam didampingi bibinya Khalidah binti Harits berkunjung ke rumah Sham'un guna melamar putrinya.*_

_*Sesampainya di rumah tersebut, ternyata juga ada Barsum selain tuan rumah Sham'un dengan sambutan kurang menyenangkan. Barsum & Sham'un langsung menolak dengan tegas setelah mengetahui kedatangan Abdullah bin Salam untuk melamar putrinya Rimah untuk dinikahkan dengan Yusuf. Walaupun Rimah tersanjung atas lamaran tersebut mengingat kedudukan Abdullah bin Salam mulia & terhormat, Selain itu Rimah juga menyukai Yusuf karena kebaikan budi pekertinya serta  ketampanannya.*_

_*Bahkan dengan nada mengejek didepan Abdullah bin Salam, Sham'un sudah menjodohkan Rimah dengan Zunful anak dari Suhyun (Seorang pedagang keledai). Padahal saat itu pekerjaan tersebut dianggap kurang bermartabat. Setelah itu Abdullah bin Salam & bibinya Khalidah binti Harits diusir dari rumah tersebut oleh Barsum & Sham'un.*_

_Sesampainya di rumah Abdullah bin Salam menghibur putranya Yusuf karena penolakan keluarga Sham'un. Yusuf cukup berbesar hati dengan keadaan & perlakuan keluarga Sham'un kepada keluarganya._

_Pada suatu malam ketika Rasulullah SAW masih hidup, saya bermimpi. Seorang laki-laki datang menemuiku seraya menyuruhku bangun dan mengajakku pergi. Tiba-tiba saya melihat sebuah jalan di sebelah kiri. Saya bertanya,_ 
_*“jalan kemanakah ini?”*_ 

_“Jangan turuti jalan itu, itu bukan jalanmu,” jawab orang itu._ 

_Tiba-tiba saya melihat jalan yang terang benderang di sebelah kananku. “Lewatilah jalan itu!” ujar orang tersebut._ 

_Saya mengikuti jalan yang terang itu hingga tiba di sebuah taman yang subur, luas dan penuh dengan pohon-pohon hijau dan indah. Di tengah-tengah taman terdapat sebuah tiang besi. Pangkalnya tertancap di tanah dan ujungnya sampai ke langit. Di puncaknya terdapat aula berlapis emas. Orang itu berkata, “Panjatlah tiang itu!”_ 

_*“Aku tidak bisa,” jawabku.*_ 

_Tiba-tiba datang seseorang membantuku. Lalu dia menaikkan tubuhku sampai ke puncak tiang. Aku tinggal di sana sampai pagi dengan perasaan yang sangat bahagia._

_Setelah hari pagi, kudatangi Rasulullah dan kuceritakan kepada beliau perihal mimpiku. Beliau bersabda,_ 
_*“Jalan yang engkau lihat di sebelah kiri adalah jalan ke neraka. Jalan yang engkau lalui di sebelah kanan adalah jalan penduduk surga. Taman yang dirindukan itu adalah Islam. Adapun tiang yang terpancang di tengah taman itu adalah tiang agama. Adapun aula itu adalah pegangan yang kokoh dan kuat. Engkau senantiasa berpegangan dengannya sampai mati.”*_

_Saat pagi tiba Yusuf membangunkan ayahnya karena kedatangan utusan Rasulullah SAW, Sang utusan membawa kabar gembira yang memberitahukan dengan turunnya Ayat Al Quran mengenai Abdullah bin Salam._

_Betapa bahagianya Abdullah bin Salam atas kemuliaan tersebut, Disaat Ia diboikot serta dimusuhi tetangga & kaumnya, Abdullah bin Salam mendapat kabar gembira dari Rasulullah SAW._

_*Surat Al-Ma'idah Ayat 55*_

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

_Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)._

_*Surat Al-Baqarah Ayat 208*_

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

_Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu._


_*@@@@@ T A M A T @@@@@*_

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...