Skip to main content

_*Kisah Ummu Syarik (Syuraik) Episode 02*_

_*Kisah Ummu Syarik (Syuraik) Episode 02*_

_Para pembesar kabilah Daus begitu juga Ummu Syarik, Mereka berkumpul & bermusyawarah setelah Thufail bin Amr & Abu al-Akr ad-Dausi telah masuk Islam serta bergabung dengan Rasulullah SAW di Mekkah._

_Mereka mempertanyakan sikap Ummu Syarik yang tidak berbuat apa-apa (Menghalangi) suaminya yang hijrah, Ummu Syarik dengan lantang dan tegas berkata, Bahwa suami seorang yang bebas & merdeka. Sehingga suaminya punya hak & kebebasan dengan jalan hidupnya._

_Tentu saja jawaban Ummu Syarik membuat kabilah Daus kecewa sekaligus curiga akan sikap Ummu Syarik._

_Kemudian salah satu kabilah Daus berkata,_
_*“Jangan-jangan engkau telah berada di atas agamanya (Muhammad)”.*_

_Keputusan akhirnya diambil oleh saudara-saudara dari Abu al-Akr ad-Dausi, Bahwa mereka berlepas diri dari Abu al-Akr ad-Dausi, Karena dianggap telah berkhianat & mengingkari agama nenek moyang mereka. Maka harta bendanya menjadi milik saudara-saudaranya, Ummu Syarik protes akan keputusan tersebut. Akan tetapi Ia tak berdaya melawan dari keluarga suaminya._

_*Sementara itu dengan susah payah menempuh perjalanan di malam hari guna menghindari kecurigaan kaum kafir Quraisy yang memusuhi Rasulullah SAW.*_

_Sementara Ummu Syarik secara sembunyi-sembunya dimalam hari keluar dari Tihamah. Beliau berniat menyusul suaminya ke Mekkah, Sementara di Mekkah sendiri suasana belum kondusif dengan Keislaman seseorang. Penduduk Quraisy masih menentang Risalah yang dibawa Rasulullah SAW, Kalaupun ada mereka menyembunyikan keIslamannya demi menjaga keselamatan diri & harta mereka._

_*Sementara di Tihamah terjadi kegemparan, Zunaim saudara Abu al-Akr ad-Dausi marah besar karena Ummu Syarik telah melarikan diri dari Tihamah. Namun beberapa orang lainnya menghibur Zunaim karena Ummu Syarik banyak meninggalkan harta benda, Tanah, hewan peliharaan dan lainnya yang mereka bisa rampas & ambil. Zunaim masih dongkol dengan kepergian Ummu Syarik karena dianggap telah mencoreng kewibawaan k & membawa malu keluarga besar suaminya. Zunaim berniat akan membawa kembali Ummu Syarik dengan bekerjasama dengan kabilah-kabilah di Arab.*_

_Ummu Syarik akhirnya diterima salah satu perempuan penduduk Mekkah yaitu Su'ad dengan diam-diam serta diliputi kewaspadaan tinggi demi keselamatan mereka._

_Ummu Syarik berjasa  dalam menyebarkan agama Islam di kalangan wanita-wanita Quraisy. Secara sembunyi-sembunyi,Ummu Syarik berdakwah dan mengajak wanita-wanita Quraisy.Tanpa kenal lelah, ia berdakwah dan mendorong para wanita Quraisy agar memeluk agama Islam. Padahal, risiko yang akan dihadapinya begitu berat. Namun, dirinya rela mempertaruhkan nyawanya demi dakwah dan kebenaran._

_Ummu Syarik tanpa mengenal curiga menyebarkan agama islam diantara wanita-wanita Quraisy, Tanpa sepengetahuannya ada salah seorang yang membongkar & membocorkan rahasia Ummu Syarik kepada Zunaim (keluarga suaminya) & pembesar kabilah Daus yang lagi mencari-carinya dengan imbalan sejumlah ternak & uang._

_Ummu Syarik yang mengetahui suaminya (Abu al-Akr ad-Dausi) telah berhijrah ke Yatsrib (Madinah) berniat menyusul suaminya pada malam hari untuk menghindari pengintaian dirinya yang lagi di cari-cari kabilah Daus._

_Rahasia perjalanannya sudah diketahui Zunaim & kabilah Daus, Sehingga saat hendak hijrah ke Yatsrib, Ummu Syarik mudah disergap & ditangkap oleh kaumnya sendiri untuk dibawa kembali ke Tihamah menghadapi siksaan yang telah dipersiapkan kaumnya._

_*Insya Allah kisah Ummu Syarik akan berlanjut esok hari*_

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...