Skip to main content

Kisah Ummu Syarik (Syuraik) Episode 01

_*Kisah Ummu Syarik (Syuraik) Episode 01*_

_Ummu Syarik bernama asli Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Ia adalah wanita dari Quraisy yang berasal dari Bani Amir bin Lu’ai. Sejarah mencatat, sang mujahidah pernah menjadi istri Abu al-Akr ad-Dausi, Ummu Syarik bersama suaminya tinggal di Tihamah._

_Penduduk Tihamah kala itu menyembah & mempersembahkan kurban kepada berhala yang bernama Hasyara. Hingga suatu hari suaminya mengajak membawa kurban kepada berhala Hasyara, Namun Ummu Syarik terlihat ada keraguan mengenai adat istiadat yang menurutnya tidak sesuai dengan realita & panggilan hatinya, Namun akhirnya Ummu Syarik akhirnya menuruti keinginan suaminya. Hingga akhirnya cahaya Islam terdengar sampai Tihamah._

_*Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi adalah kepala kabilah Daus di masa jahiliyah, salah seorang pemuka orang-orang Arab yang berkedudukan tinggi, satu dari para pemilik muru’ah yang diperhitungkan orang banyak. Di bumi Daus ia dibesarkan dalam keluarga yang mulia dan terhormat. Ia dikaruniai bakat sebagai penyair, hingga nama dan kemahirannya termahsyur di kalangan banyak suku.*_

_*Ditambah lagi dia adalah sosok yang beradab, cerdas dan pintar. Ia adalah seorang penyair yang memiliki perasaan yang peka dan lembut. Dia amat mengerti dengan manis dan pahitnya pembicaraan sehingga kalimat yang diucapkannya mengandung bobot magis bagi yang mendengarnya.*_

_*Kaumnya mengadukan tentang Rasulullah SAW di Mekkah, Yang mereka anggap bisa menyihir siapapun yang bertemu dengan Nya. Kaumnya mewanti-wanti Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi jika mau ke Mekkah, Ath-Thufail pun berjanji akan menutupi kupingnya dengan kapas agar tak terpengaruh dengan sihir Rasulullah SAW.*_

_*Al Thufail meninggalkan rumah tinggalnya di Tihamah menuju Mekkah. Kala itu pergumulan masih terus berlangsung antara Rasulullah dengan para Quraisy. Masing-masing pihak membutuhkan pendukung dan sahabat.*_

_*Al Thufail mengisahkan: “Aku tiba di Mekkah. Begitu para pemimpin Quraisy melihatku, mereka mendatangiku dan mereka menyambutku dengan begitu mulia. Dan mereka memposisikan diriku dengan begitu terhormat.*_

_*“Lalu para pemimpin dan pembesar mereka berkata kepadaku: “Ya Thufail. Engkau telah datang ke negeri kami. Ada seorang disini yang mengaku bahwa ia adalah seorang Nabi yang telah merusak urusan dan mencerai-berai persatuan serta jama’ah kami. “Kami khawatir ia dapat mengganggumu dan mengganggu kepemimpinanmu pada kaummu sebagaimana yang telah terjadi pada diri kami. Maka janganlah engkau berbicara dengannya, dan janganlah kau dengar apapun dari pembicaraannya; sebab ia memiliki ucapan seperti seorang penyihir: yang dapat memisahkan seorang anak dari ayahnya, dan seorang saudara dari saudaranya, dan seorang istri dari suaminya.”*_

_*Al Thufail berkata: “Demi Allah, mereka terus saja menceritakan kepadaku tentang keanehan kisah Muhammad. Mereka membuat diriku dan kaumku menjadi takut dengan keajaiban perilaku Muhammad.*_

_*“Sehingga akupun bertekad untuk tidak mendekat kepadanya, dan untuk tidak berbicara atau mendengar apapun darinya. Saat aku datang ke Masjid untuk berthawaf di Ka’bah, dan mengambil berkah dengan para berhala yang ada di sana sebagaimana kami melakukan haji kepadanya untuk mengagungkan berhala-berhala tadi, akupun menutup telingaku dengan kapas karena khawatir telingaku mendengar sesuatu dari perkataan Muhammad.*_

_*“Akan tetapi bagitu aku masuk ke dalam Masjid aku mendapati Rasulullah SAW sedang berdiri melakukan shalat dekat Ka’bah bukan seperti shalat yang biasa kami lakukan. Rasulullah SAW melakukan ibadah bukan seperti ibadah yang biasa kami kerjakan. Aku senang melihat pemandangan ini. Aku menjadi tercengang dengan ibadah yang dilakukannya.*_

_*“Aku mulai mendekat kepadanya. Sedikit demi sedikit tanpa disengaja sehingga aku begitu dekat dengannya.”*_

_*“Kehendak Allah berbicara lain sehingga ada beberapa ucapannya yang hinggap di telingaku. Aku mendengar pembicaraan yang baik.*_

_*“Dan aku berkata dalam diri sendiri: ‘Celaka kamu, wahai Thufail… engkau adalah seorang yang cerdas dan seorang penyair. Dan engkau dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Lalu apa yang menghalangimu untuk mendengar apa yang diucapkan orang ini?’ Jika yang dibawa olehnya adalah kebaikan maka akan aku terima, jika itu adalah keburukan maka akan aku tinggalkan.”*_

_*Al Thufail masih mengisahkan: “Kemudian aku masih terdiam sehingga Rasulullah SAW kembali ke rumahnya. Aku mengikuti Beliau dan begitu ia masuk ke dalam rumahnya, akupun turut masuk. Aku berkata: ‘Ya Muhammad, kaummu telah menceritakanmu kepadaku bahwa kamu begini dan begitu. Demi Allah, mereka terus-menerus membuatku khawatir darimu sehingga aku menutup kedua telingaku dengan kapas agar aku tidak mendengarkan ucapanmu.*_

_*‘Kemudian kehendak Allah berkata lain, sehingga aku mendengar sebagian dari ucapanmu, dan aku mengaggap hal itu adalah baik… maka ceritakanlah urusanmu padaku…!’*_

_*“Beliau menceritakan urusannya kepadaku. Beliau juga membacakan untukku surat Al Ikhlas dan Al Falaq. Demi Allah, aku tidak pernah mendengar sebuah ucapan yang lebih baik daripada ucapan Beliau. Dan aku tidak pernah melihat urusan yang lebih lurus daripada urusannya.*_

_*“Pada saat itu, aku bentangkan tanganku kepadanya, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan akupun masuk Islam.”*_

_*Thufail bin Amr beranjak mengikuti Rasulullah SAW pulang kerumah Nya, Setelah bertanya banyak tentang Islam kepada Rasulullah SAW, Sebelum beranjak pulang Thufail bin Amr berkata,*_
_"Wahai Rasulullah, aku ini seorang yang ditaati oleh kaumku dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada Islam. Untuk itu, berdoalah kepada Allah agar aku diberi-Nya suatu tanda yang akan menjadi bukti bagiku tentang urusan yang kudakwahkan kepada mereka."_ 
_*Rasulullah SAW pun berdoa,*_ 
_"Ya Allah, karuniakanlah suatu tanda baginya.”_

_Maka Thufail pun pulang kepada kaumnya dengan tanda tiba-tiba di kedua matanya ada cahaya seperti lentera._

_Kedatangan Thufail bin Amr di tunggu-tunggu oleh kaumnya, Mereka heran & takjub melihat mata Thufail bin Amr  bercahaya seperti lentera._

_Kemudian Thufail bin Amr pulang kembali di tengah kabilah Daus untuk menyeru mereka kepada Islam, Namun kaumnya justru menghina dan mencacinya, Seraya mengatakan bahwa mata Thufail bin Amr terkena kutukan karena meninggalkan agama nenek moyang mereka._

_*Thufail berdoa,*_ 
_“Ya Allah, janganlah dia ada di wajahku. Aku khawatir kaumku mengira bahwa cahaya tersebut adalah tanda bahwa aku keluar dari agama mereka.”_

_Kemudian cahaya tersebut pindah ke ujung cambuknya dan orang-orang bisa melihat sinar di cambuknya bagaikan lentera._

_Kemudian Thufail bin Amr mengajak kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allah SWT, Kaumnya menghina & menghardiknya, Lalu Thufail bin Amr naik ke atas gunung & membakar Hasyara (Patung sesembahan kaumnya) dengan cemeti tersebut._

_*Kaum Thufail bin Amr akhirnya bersepakat mencabut mandat kepemimpinannya, Hanya Ummu Syarik yang mendukung Thufail bin Amr.*_

_*Thufail bin Amr senantiasa mengajak kaumnya kepada Islam secara lembut seperti yang diwasiatkan oleh Rasulullah, Namun Kaumnya justru menghina dan mengucilkannya, hingga akhirnya ia tidak bisa lagi menahan kesabaran untuk tetap bersama mereka dan atas perlakuan mereka.*_

_Abul Akr ad-Dausi bercerita kepada istrinya Ummu Syarik mengenai Thufail bin Amr yang akan meninggalkan kaumnya (Hijrah) setelah tidak tahan dengan perlakuan mereka._

_Ummu Syarik yang telah merasakan hidayah dari Allah SWT lewat perantara Thufail bin Amr, membenarkan apa yang telah risalah Rasulullah SAW bawa & mengajak suaminya untuk menerima Islam, berkat kecakapan berbicara Ummu Syarik & Izin dari Allah SWT akhirnya Abul Akr ad-Dausi menyatakan keIslamannya._

_Kemudian Abul Akr ad-Dausi berniat mengikuti Thufail bin Amr berhijrah ke Madinah, Semula Ummu Syarik mau mengikuti perjalanan tersebut, Akan tetapi Suaminya melarangnya karena bahaya yang menghantui perjalanan mereka. Ummu Syarik pun Ikhlas melepas kepergian suaminya & berpesan untuk tidak mengkhawatirkannya._


_*Insya Allah kisah Ummu Syarik akan berlanjut esok hari*_

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...