Skip to main content

Beberapa artikel di situs Hizb ut Tahrir / Ar-RAr -rayah yang mengkritisi Sovereign Wealth Fund (SWF)

 Beberapa artikel di situs Hizb ut Tahrir / Ar-Rayah yang mengkritisi Sovereign Wealth Fund (SWF), terutama dari sisi: dana umat, ketergantungan ekonomi, dukungan pada ekonomi kapitalis Barat, dan pengelolaan kekayaan publik.


1. Saudi Sovereign Fund: Tidak akan melindungi Saudi dari keruntuhan ekonomi


Link:

https://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/alraiah-newspaper/36571.html


Artikel ini cukup langsung mengkritisi SWF Saudi. Poin pentingnya: Saudi disebut memiliki salah satu dana kekayaan negara terbesar, tetapi dana-dana semacam ini justru sering dipakai untuk menopang ekonomi negara-negara besar/kapitalis yang membutuhkan modal besar. Artikel ini menyebut bahwa dana yang disebut “sovereign funds” milik negara kaya sering digunakan untuk mendukung ekonomi negara-negara besar. 


2. Saudi Sovereign Fund Berencana Investasi Bioskop.


Link:

https://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/radio-broadcast/news-comment/48328.html


Artikel ini membahas rencana Public Investment Fund (PIF) Saudi masuk ke proyek bioskop bersama perusahaan Amerika AMC Entertainment. Kritiknya berkaitan dengan arah investasi PIF Saudi yang dinilai mengikuti agenda liberalisasi dan hiburan dalam kerangka Vision 2030. Artikel ini juga menyebut aset PIF sekitar 230 miliar dolar pada saat itu dan mengaitkannya dengan rencana privatisasi/IPO Aramco. 


3. Mohammad Bin Salman’s Visit to Britain, America and France



Link:

https://hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/qestions/political-questions/15197.html?print=1&tmpl=component


Artikel ini memuat pembahasan PIF Saudi dalam konteks kunjungan MBS ke Inggris, Amerika, dan Prancis. Di dalamnya disebut bahwa Saudi dan Inggris membahas kemitraan investasi jangka panjang untuk mendukung Vision 2030, termasuk peluang investasi melalui Public Investment Fund sampai puluhan miliar dolar. Kritik utamanya adalah bahwa kebijakan ekonomi dan investasi Saudi dipandang terkait dengan agenda politik luar negeri dan pengaruh Barat. 


4. Sport Politics


Link:

https://hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/2017-01-28-14-59-33/articles/analysis/23367.html?print=1&tmpl=component


Artikel ini mengkritisi penggunaan dana negara Teluk, termasuk SWF Abu Dhabi dan Saudi PIF, dalam investasi olahraga global. Di dalamnya disebut bahwa banyak investasi olahraga Saudi, termasuk LIV Golf, dibiayai melalui sovereign investment fund/PIF, dan dikaitkan dengan agenda pencitraan Saudi melalui Vision 2030. 


5. Pakistan News Commentary 31/01/2024


Link:

https://hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/dawah/pakistan/25730.html?print=1&tmpl=component


Artikel ini menyebut data Global SWF bahwa tujuh SWF milik negara GCC memiliki aset sekitar US$3,690 miliar. Kritiknya: walaupun negara-negara Teluk memiliki aset SWF sangat besar, mereka tetap bergantung secara militer dan politik kepada kekuatan kolonial/Barat. 


6. America Freezes Funds to Pressure the Taliban


Link:

https://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/radio-broadcast/news-comment/77692.html


Artikel ini bukan khusus SWF, tetapi membahas bagaimana kekayaan umat dan cadangan negara bisa berada dalam cengkeraman sistem keuangan global. Di dalamnya disebut aset SWF Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, dan PIF Saudi yang secara total mencapai lebih dari US$2 triliun. Kritiknya mengarah pada besarnya kekayaan negeri-negeri Muslim, tetapi kekayaan itu tidak digunakan untuk membebaskan umat dari ketergantungan Barat. 


7. Egypt to Launch Sovereign Wealth Fund


Link:

https://hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/2017-01-28-14-59-33/international-news/download/6526_101e1374c4636660a33177a3921bd24a.html


Salah satu headline-nya membahas Mesir yang meluncurkan SWF. 

Kritik HT mengungkap kaitan SWF Mesir dengan penjualan/pengelolaan aset negara di bawah kebijakan ekonomi kapitalistik dan tekanan lembaga internasional.

Comments

Popular posts from this blog

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...