Skip to main content

Politik Luar Negeri Dalam Islam

 Politik Luar Negeri Dalam Islam


Politik luar negeri dalam Islam dibahas sebagai bagian dari ri’âyah syu’ûn al-ummah (pengaturan urusan umat) dalam hubungan dengan negara dan bangsa lain.

1. Definisi Politik Luar Negeri

Dalam kitab Ad-Daulah al-Islamiyah dijelaskan:

“Politik luar negeri adalah hubungan negara dengan negara, bangsa, dan umat lain. Hubungan ini merupakan pengaturan urusan umat secara eksternal.” 

Di dalam Masyru’ Dustur Daulah Khilafah disebutkan:

“Politik adalah pengaturan urusan umat di dalam dan luar negeri, dilakukan oleh negara dan umat.” 

Artinya:

• Politik luar negeri bukan sekadar diplomasi. 

• Tetapi cara negara Islam membawa risalah Islam ke dunia dan mengatur hubungan internasional berdasarkan syariat. 


Dasar Politik Luar Negeri Islam

Kitab Daulah Islamiyah menjelaskan bahwa politik luar negeri Islam dibangun di atas satu asas tetap:

“Asas tetap itu adalah menyebarkan Islam ke seluruh dunia, kepada setiap umat dan bangsa.”

Dalam Masyru’ Dustur ditegaskan:

“Membawa dakwah Islam adalah poros politik luar negeri, dan atas dasar itulah hubungan negara dibangun dengan seluruh negara.”

Jadi menurut kitab-kitab tersebut:

Prinsip  dan Penjelasan

Asas tetap  > Dakwah Islam ke seluruh dunia

Tujuan hubungan internasional > Menyampaikan Islam

Standar kebijakan > Syariat, bukan kepentingan nasional semata

Sifatnya > Tetap, tidak berubah karena pergantian penguasa


3. Contoh Politik Luar Negeri Rasulullah ﷺ

Dalam Daulah Islamiyah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ:

• membuat perjanjian dengan Yahudi, 

• melakukan Perjanjian Hudaibiyah, 

• mengirim surat kepada para penguasa dunia, 

semuanya untuk membuka jalan dakwah Islam. 

Artinya:

• Diplomasi dalam Islam bersifat strategis. 

• Perjanjian bukan tujuan akhir, tetapi sarana dakwah. 


4. Hubungan Negara Islam Dengan Negara Lain

Dalam Masyru’ Dustur Pasal 189 dijelaskan pembagian hubungan internasional menjadi beberapa kategori.

A. Negeri-negeri Muslim

Negeri-negeri Islam dianggap:

“seakan-akan satu negeri.”

Karena itu:

• tidak dianggap hubungan luar negeri, 

• wajib diupayakan penyatuan dalam satu negara Islam. 


B. Negara yang memiliki perjanjian

Hubungan dilakukan sesuai isi perjanjian:

• perdagangan, 

• ekonomi, 

• budaya, 

• hubungan bertetangga. 

Namun hubungan ekonomi dibatasi agar:

“tidak memperkuat mereka.”


C. Negara penjajah atau agresif

Disebutkan secara eksplisit:

• Inggris, 

• Amerika, 

• Perancis,

dan negara imperialis lain. 

Negara seperti ini diperlakukan hati-hati karena dianggap memiliki permusuhan politik terhadap umat Islam.


5. Politik dan Jihad

Dalam Syakhshiyah Islamiyah Juz 2 disebutkan:

“Politik luar negeri negara Islam dibangun di atas حمل الدعوة إلى العالم (membawa dakwah ke dunia).” 

Karena itu:

• negara harus selalu siap berjihad, 

• kekuatan militer dipandang penting untuk menjaga dakwah dan negara. 

Kitab At-Tafkiir juga menjelaskan:

“Jihad bukan sekadar perang defensif, tetapi untuk meninggikan kalimat Allah dan menyebarkan Islam.” 


6. Strategi Politik Luar Negeri

Dalam Masyru’ Dustur disebutkan beberapa metode politik luar negeri:

a. Manuver Politik

“Manuver politik diperlukan dalam politik luar negeri.”

b. Membongkar konspirasi internasional

“Mengungkap kejahatan negara-negara dan membongkar konspirasi merupakan metode politik penting.”

c. Menampakkan keagungan Islam

“Menunjukkan keagungan pemikiran Islam termasuk metode politik terbesar.”


7. Larangan Hubungan Diplomatik Individu

Dalam Masyru’ Dustur Pasal 182 disebutkan:

“Tidak boleh individu, partai, atau kelompok memiliki hubungan dengan negara asing; hubungan luar negeri hanya hak negara.” 

Ini menunjukkan:

• hubungan internasional adalah otoritas negara, 

• bukan aktivitas pribadi atau kelompok. 


Kesimpulan

Politik luar negeri dalam Islam memiliki karakter:

Karakter dan Penjelasan

Ideologis > Berbasis dakwah Islam

Tetap > Tidak berubah karena penguasa

Global > Ditujukan ke seluruh umat manusia

Strategis > Menggunakan diplomasi, perjanjian, dan kekuatan

Syar’i > Diatur oleh hukum Islam

Dakwah-sentris > Tujuan utama membawa Islam


Referensi Utama :

• Ad-Daulah al-Islamiyah hlm. sekitar 145–146 

• Masyru’ Dustur Daulah Khilafah pasal 181–189 

• Syakhshiyah Islamiyah Juz 2 bab jihad & politik luar negeri 

• At-Tafkiir pembahasan hubungan internasional & jihad


#Islam #PolitikIslam #Khilafah #DakwahIslam #SyariatIslam #PeradabanIslam #UmatIslam #IslamicPolitics #IslamRahmatanLilAlamin #PolitikLuarNegeri #IslamicCivilization #Muslim #SejarahIslam #PemikiranIslam #ViralIslamic #IslamicReminder #Dakwah #UmatBersatu #IslamicWorld #KajianIslam


Portal Peradaban Islam

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...