Skip to main content

Posts

𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐒𝐘‘𝐀𝐑𝐈𝐘𝐘𝐀𝐇, 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐇𝐓𝐈 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐊𝐇𝐈𝐋𝐀𝐅𝐀𝐇? .

 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐒𝐘‘𝐀𝐑𝐈𝐘𝐘𝐀𝐇, 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐇𝐓𝐈 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐎𝐋𝐀𝐊 𝐊𝐇𝐈𝐋𝐀𝐅𝐀𝐇? . . “Mengapa saya tidak nyambung dengan Hizbut Tahrir? Karena saya penganut akidah Asy‘ari.” . Kalimat ini terdengar ilmiah. Tapi ketika diuji dengan literatur Asy‘ariyyah sendiri, langsung runtuh. Pertanyaannya tajam: Benarkah akidah Asy‘ariyyah bertentangan dengan kewajiban menegakkan khilafah? Atau ini hanya alasan untuk menolak sesuatu yang tidak diinginkan?  . Mengingat HTI itu mendakwahkan kewajiban menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Itu saja, tidak mendakwahkan firqah akidah Asy'ari ataupun firqah lawannya Asy'ari. Pasalnya, HTI itu parpol Islam ideologis, bukan parpol firqah Islam. Akidahnya Islam, bukan salah satu firqah akidah Islam. Jadi, tidak masuk ke ranah firqah akidah.  . Walhasil, Hizbut Tahrir itu cocok untuk semua umat Islam, baik yang berfirqah Asy-Ari, Maturidi, maupun firqah akidah Islam lainnya yang ...

BAGAIMANA KITA MEMAHAMI KATA "JILBAB" DALAM HADITS 'AISYAH "MENUTUP WAjAH DENGAN JILBAB"?

 BAGAIMANA KITA MEMAHAMI KATA "JILBAB" DALAM HADITS 'AISYAH "MENUTUP WAjAH DENGAN JILBAB"?  Untuk menjawab pertanyaan di atas:  📎Pertama Perlu saya sampaikan fakta, bahwa:  👉 Banyak orang mengira bahwa pakaian perempuan saat di luar rumah atau saat berada di tengah-tengah laki-laki ajnabi (kehidupan umum) yg penting menutup aurat!  👉 Banyak juga yg mengira bahwa bagian bawah pakai celana panjang dan bagian atas pakai kaos panjang pun tak mengapa yang penting tidak ketat dan rapat menutup aurat! 👉 Banyak juga yang mengira bahwa jilbab dan khimar (kerudung) itu sinonim!  👉 Banyak yg mengira bahwa Allah tidak menentukan model pakaian bagi wanita saat berada dalam kehidupan umum. Boleh pake rok tentunya!  Semua asumsi di atas salah. Mengapa? Lanjutkan membaca, InsyaAllah akan terjawab.  +++  📎 Kedua Harus kita ketahui dan fahami bahwa Allah berfirman:   وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ  "Dan hendaklah mereka ...

RUKYAT HILAL DAN PERHITUNGAN ASTRONOMIS 1 SYAWAL 1443 H

 RUKYAT HILAL DAN PERHITUNGAN ASTRONOMIS 1 SYAWAL 1443 H   Segala pujian hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah dan kepada keluarga, para shahabat dan orang yang mengikuti beliau. Wa ba’du.. Kepada saudara-saudara yang mengirimkan pesan ke laman kami mempertanyakan tentang rukyat hilal dan perhitungan astronomis Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Saya telah membaca pertanyaan-pertanyaan Anda seputar rukyat dan perhitungan astronomis. Kami telah berulang kali mengeluarkan soal-jawab tentang masalah ini, tetapi tidak apa-apa. Saya akan menambah penjelasan dan penegasan, dengan harapan kepada saudara-saudara untuk memperhatikannya dengan seksama dan penuh perhatian. Saya katakan dan dengan taufik dari Allah.. PERTAMA, Sesungguhnya kita, ya ikhwah, kita tidak memasukkan perhitungan (hisab) astronomis dalam topik ini. Jadi dalil hanya bersandar kepada rukyat saja. Kita berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal. Jika kita tid...

BOLEHKAH MENOLAK KESAKSIAN RUKYAT HILAL BERDASARKAN HASIL HISAB, WALAU DENGAN ASUMSI HASIL HISAB ITU QATH'IE?

BOLEHKAH MENOLAK KESAKSIAN RUKYAT HILAL BERDASARKAN HASIL HISAB, WALAU DENGAN ASUMSI HASIL HISAB ITU QATH'IE?  QAUL MU'TAMAD MADZHAB SYAFI'I: TIDAK BOLEH.  PENDAPAT MAINSTREAM (ZHAHIR QAUL) MALIKIYAH: TAK PEDULIKAN PERKATAAN AHLI HISAB. Al Imam Al Khathib Asy Syirbini Asy Syafi'i (w. 977 H), menerangkan: ﻓﺮﻉ: ﻟﻮ ﺷﻬﺪ ﺑﺮﺅﻳﺔ اﻟﻬﻼﻝ ﻭاﺣﺪ ﺃﻭ اﺛﻨﺎﻥ ﻭاﻗﺘﻀﻰ اﻟﺤﺴﺎﺏ ﻋﺪﻡ ﺇﻣﻜﺎﻥ ﺭﺅﻳﺘﻪ. ﻗﺎﻝ اﻟﺴﺒﻜﻲ: ﻻ ﺗﻘﺒﻞ ﻫﺬﻩ اﻟﺸﻬﺎﺩﺓ؛ ﻷﻥ اﻟﺤﺴﺎﺏ ﻗﻄﻌﻲ ﻭاﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﻇﻨﻴﺔ، ﻭاﻟﻈﻨﻲ ﻻ ﻳﻌﺎﺭﺽ اﻟﻘﻄﻌﻲ، ﻭﺃﻃﺎﻝ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺭﺩ ﻫﺬﻩ اﻟﺸﻬﺎﺩﺓ، ﻭاﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﻗﺒﻮﻟﻬﺎ، ﺇﺫ ﻻ ﻋﺒﺮﺓ ﺑﻘﻮﻝ اﻟﺤﺴﺎﺏ ﻛﻤﺎ ﻣﺮ. "Cabang pembahasan: Manakala ada satu atau dua orang bersaksi merukyat hilal, sedangkan menurut hisab hilal tidak mungkin untuk dirukyat:  Berkata As-Subki: Persaksian semacam ini tidak dapat diterima. Sebab hisab itu bersifat pasti (qath'ie) sementara persaksian itu bersifat asumtif (zhanni). Sedangkan yang zanni itu tidak dapat mengalahkan yang qath'ie. Panjang lebar beliau menjelaskan ketertolakan persaksian tersebut.  Sedangka...

FAKTA, TEROPONG, HISAB, ASTRONOMIS, DAN SAINS BUKANLAH DALIL SYARIAH DALAM MENENTUKAN HILAL SYAR'I

 *FAKTA, TEROPONG, HISAB, ASTRONOMIS, DAN SAINS BUKANLAH DALIL SYARIAH DALAM MENENTUKAN HILAL SYAR'I* Oleh: Zakariya Al-Bantany Dalam perkara Syariat, khususnya seperti halnya penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal (Hari Raya Idul Fithri). Itu rujukannya adalah dalil Syariat. Adapun, dalil syariat itu meliputi yang utama adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Dan juga Ijma' Shahabat dan Qiyas Syar'iyyah. Dalil Syariat Islam, khususnya yang utama seperti Al-Quran dan As-Sunnah pasti mutlak benar dan mustahil salah. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman: ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 2). وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ".....Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah........

TELAAH KITAB TAKATTUL HIZB PART 4 : TATSQIF SANG LABORATORIUM SPIRITUAL

 TELAAH KITAB TAKATTUL HIZB PART 4 : TATSQIF SANG LABORATORIUM SPIRITUAL  Perubahan sejati tidak lahir dari gemuruh massa yang menggelegar dalam satu malam, lalu surut ditelan fatamorgana. Ia adalah anak kandung kesabaran, disusui oleh ketekunan, dan dibesarkan dalam disiplin yang ketat menapaki tahapan-tahapan yang terukur. Seperti dahulu Sang Nabi membangun peradaban berdasarkan tuntunan wahyu dari kesunyian gua Hira, lalu rumah Arqam bin Abi Arqam, kebangkitan masa kini pun harus menyusuri labirin yang sama, sebuah rekonstruksi sistematis mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW yang penuh hikmah. Marhalah Pertama: Tatsqif – Kawah Candradimuka Para Pelayan Umat Di sini, di ruang yang sunyi dari gemerlap dunia, dimulailah proses kimiawi spiritual yang paling rahasia dan menentukan. Ini bukan sekadar pengajian, melainkan pembentukan “Sel Pertama” (Halaqah Ula), sebuah nukleus kehidupan baru. Bayangkan sebuah laboratorium tersembunyi di mana unsur-unsur jiwa yang masih terpapar ...

Epstein File Menelanjangi Peradaban Barat

 Epstein File Menelanjangi Peradaban Barat  Sebuah nama mengguncang dunia, Jeffrey Epstein. Sebuah pulau menjadi simbol. Ratusan dokumen tersebar. Apakah ini sekadar skandal seks terbesar abad ini, kisah para elit yang bermain di balik pintu tertutup? Atau adakah yang lebih gelap dan lebih dalam yang sedang tersingkap? Mereduksi kasus Epstein hanya sebagai “skandal moral” atau jaringan penyimpangan adalah kesalahan fatal. Ini bukan lagi tentang individu-individu yang rusak. Ini adalah tentang sebuah peradaban yang sedang menelanjangi dirinya sendiri. Bayangkan. Foto-foto, kesaksian, fakta yang melibatkan politisi puncak, taipan keuangan, raja media, dan intelektual ternama, semua terjerat dalam lingkaran pelecehan terhadap anak-anak. Apakah ini penyimpangan? Tidak.  Dalam sistem yang telah lama memisahkan manusia dari fitrahnya, yang menjadikan kebebasan tanpa batas sebagai tuhan baru, ini adalah manifestasi yang logis.  Mereka bukan anomali. Mereka adalah representa...