Skip to main content

Mengapa pemimpin yang wajib ditaati hanya pemimpin yang landasan kepemimpinannya hanya Islam?

 Mengapa pemimpin yang wajib ditaati hanya pemimpin yang landasan kepemimpinannya hanya Islam? 


1. Karena tidak mungkin orang-orang kafir/fasik/zhalim dibarengkan/digandengkan dengan Allah dan Rasul-Nya dalam hak ditaati. Sementara, Allah telah tegaskan: "Dan barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang kafir". "... orang-orang zhalim". "..... orang-orang fasik". 


2. Tidak mungkin taat penguasa yang dasar kepemimpinannya adalah hukum jahilnyah lalu Allah berikan hak ditaati perintah dan larangannya, sementara Allah menegaskan: "Maka, apakah hukum Jahilnyah yang mereka cari?!!"


3. Tidak mungkin Rasulullah mengakui pemimpin yang menerapkan hukum kufur sebagai Amir/pemimpin yang menjadi wakil/penerus beliau sehingga taat kepadanya adalah taat kepada beliau dan taat kepada Allah. Rasulullah bersabda: 

من أطاع أميري فقد أطاعني ومن أطاعني فقد أطاع الله 

"Barangsiapa taat kepada al-amirku maka sungguh dia telah menaati aku, dan barangsiapa menaati aku, maka dia telah menaati Allah ". 

Dalam riwayat lain dengan redaksi: 

من أطاع الأمير.... 

Redaksi pertama dengan meng-idhafahkan kata "Amir" kepada diri beliau Shalallahu alayhi wa alihi wasallam. Redaksi kedua datang dengan bentuk ma'rifat, bukan nakirah. Dengan demikian, tidak dapat dimaknai sebagai sembarang pemimpin, namun pemimpin yang kepemimpinannya ma'ruf (dikenal dalam Islam). Dan Islam tidak mengenal kepemimpinan kecuali fungsinya menerapkan Islam. Karenanya, imam al-Mawardi saat bicara Al-Imamah (kepemimpinan) beliau katakan: 

الإمامة موضوعة لخلافة النبوة في حراسة الدين وسياسة الدنيا (أي به) 

Kepemimpinan diwujudkan untuk menggantikan tugas kenabian dalam menjaga agama (Islam) dan mengatur dunia (maksudnya: mengatur dengan hukum agama).


Mana mungkin menggantikan tugas kenabian bisa terlaksana dengan menerapkan hukum Jahilnyah? Hukum sekular? Hukum buatan manusia? Hukum hasil hawa nafsu? 


Karena itu, saat Rasulullah perintahkan taat kepada para pemimpin, beliau berikan syarat/taqyid: 


ما أقام فيكم كتاب الله 

"Sepanjang dia menegakkan kitab Allah di tengah kalian".


Dalam riwayat lain: 

يقودكم بكتاب الله 

"Yang memimpin kalian dengan kitab Allah". 


4. Pada ayat tentang wajibnya taat kepada pemimpin, Allah memberikan panduan bahwa jika antara rakyat dan pemimpin terjadi perbedaan pendapat, maka wajib kembali kepada Allah dan Rasul (kepada syari'at Islam/hukum Islam/Qur'an dan Sunnah). Lalau bagaimana mungkin kembali kepada Allah dan Rasul (Qur'an dan Sunnah) jika dasar hukum yang berlaku, atau sumber hukum bagi sebuah negara, bukan Qur'an dan Sunnah, bukan Islam?!! Rakyat yang Muslim ingin kembali kepada Qur'an dan Sunnah, namun kata pemimpin: "Kita punya dasar hukum dan sumber hukum sendiri !!"  Jadi, Nyambung gak?


Maka, jelas bahwa yang dimaksud pemimpin yang punya hak ditaati atas perintah Allah adalah pemimpin yang kepemimpinannya sah secara Islam dan dibangun di atas landasan Islam serta menerapkan hukum Islam. Tidak sembarang pemimpin.


Jadi jangan tanya: emang ayat-ayat dan hadits-hadits tentang taat kepada penguasa udah gak berlaku lagi sekarang?!

Harusnya pertanyaan dibalik: emang orang sejahat itu, seburuk dan sezhalim itu karena telah menentang hukum Allah dan menerapkan hukum Jahilnyah layak diberi hak taat oleh kaum mukminin?!

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...