Skip to main content

PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH

 PEMIKIRAN TJOKROAMINOTO TENTANG KHAL1FAH


Banyak yang mengira isu Khilaf4h di Indonesia baru ramai dibicarakan belakangan. Padahal, lebih dari 100 tahun lalu, H.O.S. Tjokroaminoto telah membahasnya secara serius.


Bagi Tjokroaminoto, Khilaf4h bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan menyangkut arah politik dan persatuan umat Islam.


1. Tahun 1924 menjadi titik guncangan besar bagi dunia Islam.

Pada 3 Maret 1924, Khil4fah Utsmaniyah resmi dihapus oleh pemerintah Turki.

Bagi banyak Muslim saat itu, peristiwa ini bukan sekadar pergantian sistem pemerintahan.

Ini dipandang sebagai hilangnya simbol persatuan dan otoritas politik terakhir umat Islam di tingkat global.


2. Bahkan sebelum runtuh, Khilaf4h Utsmaniyah masih memiliki pengaruh simbolik yang kuat.

Meskipun secara politik melemah, banyak Muslim di luar wilayah Utsmaniyah tetap menaruh loyalitas moral kepadanya.

Mengapa?

Karena Kh1lafah dipandang sebagai lambang kedaulatan Islam yang masih bertahan di tengah dominasi kolonial Barat.


3. Setelah Kh1lafah dibubarkan, muncul pertanyaan besar di dunia Islam:

Siapa yang akan menjadi khalif4h berikutnya?

Beberapa nama mulai diperbincangkan:

— Raja Fu’ad dari Mesir

— Syarif Husain di Hijaz

— Ibn Sa‘ud yang mulai menguasai Makkah dan Madinah

Namun persoalannya ternyata tidak sesederhana memilih sosok pemimpin.


4. Perdebatan yang lebih besar justru muncul pada pertanyaan berikut:

Khilaf4h seperti apa yang hendak dibangun?

Karena itu, muncul gagasan penyelenggaraan konferensi Islam internasional agar persoalan ini tidak diputuskan secara sepihak oleh satu pihak atau satu negara saja.


5. Menariknya, gema peristiwa ini sampai ke Hindia Belanda.

Banyak tokoh Muslim Indonesia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan masa depan umat Islam dunia.

Menurut sejumlah catatan kolonial Belanda, isu ini bahkan menjadi momentum penting dalam dinamika gerakan Islam di Indonesia.


6. Respons organisasi Islam di Indonesia berlangsung sangat cepat.

Ketika muncul rencana Kongres Khil4fah di Kairo yang diprakarsai Al-Azhar, sejumlah organisasi Islam di Hindia Belanda segera bergerak.

Pada Oktober 1924 di Surabaya, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan pengiriman delegasi.


7. Di sinilah nama H.O.S. Tjokroaminoto menjadi sangat penting.

Sebagai pemimpin Sarekat Islam, Tjokroaminoto menegaskan pentingnya keberadaan khalif4h.

Namun bagi Tjokro, khalifah bukan sekadar pemimpin spiritual.

Ia dipandang sebagai figur pemersatu umat Islam di berbagai wilayah dunia.


8. Meski demikian, tidak semua tokoh ingin tergesa-gesa mengambil keputusan.

Tokoh Muhammadiyah, Haji Fakhruddin, mendorong pembahasan yang lebih matang.

Akhirnya dibentuk Central Comité Chilaf4t untuk menyusun sikap bersama sekaligus mempersiapkan kemungkinan pengiriman delegasi ke Kairo.


9. Dari sini terlihat satu hal penting tentang pemikiran Tjokroaminoto:

Pan-Islamisme baginya bukan sekadar slogan.

Persatuan umat Islam tidak berhenti pada batas teritorial Indonesia, melainkan juga mencakup solidaritas terhadap nasib umat Islam di berbagai belahan dunia.

Karena itulah Sarekat Islam sangat responsif terhadap isu Kh1lafah.


10. Yang menarik, Tjokroaminoto tidak memandang persoalan Khilaf4h sebagai urusan bangsa Arab semata.

Ia melihatnya sebagai persoalan umat Islam global.


Pertanyaannya:

Jika Tjokroaminoto hidup pada hari ini, bagaimana kira-kira pandangannya tentang persatuan umat Islam di tengah dunia yang semakin terpecah?


#Tjokroaminoto #SejarahIslam #Khilafah #SejarahIndonesia #SarekatIslam #PanIslamisme #PolitikIslam #LiterasiSejarah #PeradabanIslam #IslamIndonesia @pengikut

Portal Peradaban Islam

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD

 MAKSUD "WAJIBUL WUJUD" Asy Syaikh Al Mujahid Taqiyuddin An Nabhani rahimahuLLaah menyatakan dalam kitabnya, Nizhamul Islam: وحين ننظر إلى المحدود نجده ليسَ أَزَلِياً وإلا لما كان محدوداً فلا بدَّ مِنْ أن يكون المحدود مخلوقاً لغيره، وهذا الغير هو خالق الإنسان والحياة والكون، وهو إِمَّا أَنْ يكون مخلوقاً لغيره، أو خالقاً لنفسه، أو أزلياً واجب الوجود. أما أنَّه مخلوق لغيره فباطل، لأنَّهُ يكون محدوداً، وأما أنَّه خالق لنفسه فباطل أيضاً، لأنه يكون مخلوقاً لنفسه وخالقاً لنفسه في آن واحد، وهذا باطل أيضاً، فلا بُدَّ أنْ يكونَ الخالق أزلياً واجب الوجود وهو الله تعالى. Artinya: "Dan ketika kita memperhatikan sesuatu yang terbatas, kita mendapati bahwa ia bukanlah azali (tidak tanpa awal), sebab kalau ia azali tentu ia tidak terbatas. Maka pastilah yang terbatas itu merupakan makhluk yang diciptakan oleh selainnya. Dan yang lain itu adalah Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Ia (Pencipta) itu, kemungkinan: diciptakan oleh selainnya, atau menciptakan dirinya sendiri, ata...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...