Seorang tokoh masyarakat Muslim di suatu desa bersusah payah menguliahkan anaknya ke perguruan tinggi Islam di kota. Harapannya, nanti paling kurang akan berhasil dengan ilmu Islamnya untuk menggantikan sang orangtua untuk memimpin masyarakat Muslim di desanya. Harapan itu sangat menderu dalam dada orang tua. Sehingga walau anaknya jarang pulang ke desa, karena memang di kota yang jauh jaraknya, orangtua tetap setia menunggu hasil keilmuan agama anaknya itu. Sangat berharap, bila kapan-kapan anaknya pulang, maka agar menggantikan sang bapak untuk mengimami di mushollanya. . Betapa girangnya orang tua di desa ini ketika anaknya pulang dari belajar Islam di perguruan tinggi Islam di kota. Sang bapak berharap, anaknya untuk mengimami di musholla dengan suara merdu lagi fasih membaca al-fatihah dan surat-surat. Namun apa hendak di kata. Ketika menjelang waktu subuh, si anak dibangunkan, dipanggil-panggil, diketuk-ketuk pintu kamarnya, tidak menyahut. Akhirnya sang bapak ngeloyor ke mus...
Artikel ini terkumpulkan dari milis islam mediaumat@yahoogroups.com ( http://asia.groups.yahoo.com/group/mediaumat/message/), bersumber dari website website islami eramuslim , voa-islam ,mediaumat, syabab.com , dan akun akun facebook yg ideologis atau dari penulis yang Adil dalam mendiskripsikan permasalahan masa kini dan lain sbagainya.