Skip to main content

Sultan Abdul Hamid II membangun rel kereta api untuk jamaah Haji

Sultan Abdul hamid II , khalifah kaum muslim di era khilafah
Utsmaniyah , adalah orang yang membangun jalur kereta apu dari
Damaskus , suriah hingga ke Madinah al munawwarah , saudi arabia.
Pembangunan infrastruktural ini bertujuan untuk memberikan pelayanan
kepada tamu Allah ke baitullah . Memang benar , dengan adanya jalur
kereta api ini jamaah haji asal syam ( suriah , libanon ,yordania ,
palestina ) hanya membutuhkan waktu 4 - 5 jam perjalan darat , jika
sebelumnya , mereka membutuhkan waktu hingga 40 hari.


Proyek ini di mulai tahun 1900 M, lalu mulai di buka dan di gunakan
pada tahun 1908M. Pada tahun yang sama wali damaskus , yang ketika di
jabat oleh shadiq pasha , telah berhasil membangun jaringan telegrap
dari damaskus hingga madinah al munawwarah, keberhasilan ini smakin
mempertebal keyakinan umat untuk mendukung proyek jalur kereta api ,
yang di sebut sebut sebagai '' kereta api religius '' karena di
gunakan untuk memfasilitasi perjalan jamah haji dari dan ke damaskus
makkah.

Proyek ini di perkirakan menelan dana sebesar 3;5 juta lira utsmaniyah
atas sumbangan rakyat dan donasi negeri negeri islam lainya . Sultan
hamid II telahmerogoh kocek sendirinya sebesar 320 lira utsmaniyah ,
sedangkan pemuka mesir Abbas hilmi telah menyumbang material , kaum
muslim pun bahu membahu menyumbangkan hartanya .

Tahun 1900M , pembangunan di mulai dari daerah Mazirib , harun syuriah
, lalu di'ra suriah sampai ke madinah . Para jamaah haji asal syam ,
asia dan anatolia yang hendak ketanah suci pun bisa menempuh perjalan
melalu jalur ini. Dari damskus , jalur kereta api pun berpencar di
bashari selatan suriah , menuju dua jalur kearah selatan menuju
yordania , dan ke arah barat , menuju palestina . Ketika itu nablus,
hafoa dan akka merupakan stasiun pemberhentian yang sangat penting .
Dari hafia , jalur ketreta api ini menghubungkan ke mesir.

Tercatat nama nama masinisnya dalam sejarah hingga kini seperti kapten
Mahmub ali al husaini al madani , yang menjadi masinis kereta non
105.S.H ada juga kapten Ya'qub afandi. Dua duanya mengoperasikan
kereta api terakhirnya masing masing pada tahun 1336 H ,

jalur kereta api ini beroperasi selam kurang lebih 9 tahun . Ketika
terjadi perang dunia I , vitalitas dan bahayanya jalur ini di rasakan
oleh militer inggris , bahkan jalur kereta api ini sangat membantu
tentara khalifah utsmaniyah dalam menghadapi tentara inggris . Karena
itu , untuk melemahkan kontrol khilafah , inggrispun sengaja memutus
jalur kereta api ini .

Lawrence of arabia , mata mata inggris yang di susupkan dalam
mengobarkan pemberontakan arab , adalah orang yang berhasil memutus
jalur kereta tersebut pada tahun 1917M . Revolusi arab , yang di
pimpin oleh Syarif husein pun berhasil di kobarkan , ketika sarana
komunikasi dan dukungan militer tersebut putus . Inilah yang
menyebabkan wilayah Arab dari Khilafah Ustmaniyah. ( Har. Dr berbagai
sumber )

di ambil dari tabloid mediaumat edisi 69, 4 - 7 november 2011.

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...