Skip to main content

Posts

Telaah Kitab Nida' al-Haar Part 4 : Serangan terhadap Perasaan Islam

 Telaah Kitab Nida' al-Haar Part 4 : Serangan terhadap Perasaan Islam Pernahkah kita bertanya dalam hati, Mengapa umat sebesar ini bisa begitu lemah? Mengapa kita seolah kehilangan daya untuk marah saat agama kita dihinakan dan kehilangan gairah saat kebenaran diserukan? Malam yang sunyi seringkali menjadi saksi bisu kegelisahan kita. Di tengah hening, hati berbicara lebih jernih. Dan dalam kejernihan itulah kita diajak untuk menyelami sebuah kitab Nida' al-Haar yang ditulis oleh seorang pemikir besar abad ini, Syaikh Taqiyuddin An Nabhani. Mungkin kita bertanya, apa maksudnya 'perasaan Islam'? Bukankah Islam itu soal keyakinan di kepala dan amal di tangan? Syaikh Taqiyuddin mengajak kita melihat lebih dalam. Beliau berkata bahwa ideologi tidak hanya hidup di otak, ia juga hidup di hati. Ia adalah dorongan batin, sensitivitas, kecintaan, kemarahan, loyalitas dan kebencian yang lahir dari akidah. Inilah yang disebut Perasaan Islam Bayangkan ini seperti sebuah bangunan me...

Strategi Amerika Menaklukkan Iran

 Strategi Amerika Menaklukkan Iran  Tanggal 28 Februari 2026, Dunia dikejutkan oleh gempuran gelombang rudal dan pesawat nirawak yang melintasi langit Persia. Menteri Pertahanan Israel, dalam konferensi pers darurat yang disiarkan TRT WORLD, mengonfirmasi bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melancarkan serangan presisi terhadap fasilitas-fasilitas strategis di wilayah Iran. Ledakan dilaporkan mengguncang Tehran, Isfahan,Qom dan Tabriz. "Operasi ini merupakan respons terhadap ancaman eksistensial yang terus berkembang," demikian pernyataan resmi militer Israel. Namun, di balik narasi resmi itu, tersembunyi sebuah drama geopolitik yang telah dirancang jauh sebelumnya, sebuah skenario di mana Amerika Serikat, sang dalang di balik layar, menuai keuntungan tanpa harus mengotori tangannya sendiri. Untuk memahami serangan 28 Februari 2026, kita harus mundur ke akar perseteruan yang sengaja dipelihara. Sejak 1 April 2024, ketika Israel mengebom kedutaan besar Iran di Damaskus...

Memahami Geopolitik Amerika dan Iran

 Memahami Geopolitik Amerika dan Iran Di ruang-ruang genting di bawah gedung PBB, di koridor-koridor berlapis marmer di Istana Damaskus yang hancur dan di tenda-tenda suku di pegunungan Zagros, pertanyaan yang sama berbisik seperti angin gurun yang membawa debu dan api, "Mengapa sekarang? Mengapa Amerika menyerang Iran, negeri yang selama ini menjadi mitra diam dalam permainan catur kawasan?" Jawabannya tidak akan ditemukan dalam pernyataan pers yang dibacakan dengan nada datar oleh juru bicara Gedung Putih. Jawabannya terukir dalam bahasa diam yang hanya dipahami oleh para pedagang kekuasaan, terukir di dinding-dinding gua tempat para revolusioner menyimpan mimpi dan tertulis dalam tinta tak terlihat di atas lembaran-lembaran perjanjian rahasia yang disimpan di brankas bawah tanah di Swiss dan Oman. Untuk memahaminya, kita harus kembali. Kembali ke masa ketika hubungan ini bukan tentang rudal dan serangan drone, tetapi tentang tarian halus antara dua kepentingan yang saling ...

NEGARA SATELIT: MENGORBIT DEMI KEPENTINGAN BERSAMA

 Bedah Kitab Mafahim Siyasi Hizbut Tahrir: Kategori Negara Dalam Konstelasi Internasional  Ketika membaca berita tentang konflik di Timur Tengah, tentang krisis di Eropa, tentang persaingan Amerika dan Cina. pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Siapa yang sesungguhnya memainkan semua ini? Dan yang lebih penting, di manakah posisi kita, posisi kaum Muslimin, dalam pusaran politik global ini? Dalam hiruk-pikuk informasi yang membanjiri kita setiap hari, seringkali kita kehilangan pijakan. Kita melihat peristiwa demi peristiwa, tapi gagal memahami struktur besar yang menggerakkan semuanya. Kita seperti orang yang melihat dedaunan berguguran, tanpa pernah melihat pohonnya. Kita melihat akibat, tanpa pernah memahami sebab. Kita akan membedah kitab "Mafahim Siyasi" atau "Konsepsi Politik" yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir. Kitab ini memberikan kerangka analisis yang tajam tentang bagaimana membaca konstelasi internasional. Sebuah kerangka yang ja...

Jika Khilafah Tegak Hari Ini, Seperti Apa Duniamu Besok Pagi?

 Jika Khilafah Tegak Hari Ini, Seperti Apa Duniamu Besok Pagi? Ini bukan sekadar khayalan. Ini bukan dongeng sebelum tidur. Ini gambaran yang bisa jadi kenyataan besok pagi, kalau kita semua benar-benar menginginkannya. Bayangkan kamu membuka mata jam 06.15, sinar matahari menyelinap lewat jendela, dan dunia yang kamu lihat sudah bukan dunia kemarin. Tidak ada lagi nama “Indonesia”, “Malaysia”, “Turki”, “Mesir”, atau “Arab Saudi” di peta. Semua lenyap. Yang tersisa cuma nama-nama wilayah. Wilayah Nusantara, Wilayah Syam, Wilayah Maghrib, Wilayah Hijaz, Wilayah Afrika. Bahkan batas provinsi lama pun sudah dibongkar ulang dari nol. Nasionalisme yang dulu membuat kita saling benci karena warna bendera berbeda? Sudah jadi cerita masa lalu, seperti dongeng nenek yang kita ceritakan sambil geleng-geleng kepala. Kamu turun ke dapur, buka dompet. Bukan lagi lembaran uang kertas berwarna-warni yang nilainya bisa hilang besok karena inflasi. Yang ada di tanganmu sekarang adalah dinar emas da...

Bedah Kitab Mafahim Siyasi Hizbut Tahrir: Kategori Negara Dalam Konstelasi Internasional

 Bedah Kitab Mafahim Siyasi Hizbut Tahrir: Kategori Negara Dalam Konstelasi Internasional  Ketika membaca berita tentang konflik di Timur Tengah, tentang krisis di Eropa, tentang persaingan Amerika dan Cina. pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Siapa yang sesungguhnya memainkan semua ini? Dan yang lebih penting, di manakah posisi kita, posisi kaum Muslimin, dalam pusaran politik global ini? Dalam hiruk-pikuk informasi yang membanjiri kita setiap hari, seringkali kita kehilangan pijakan. Kita melihat peristiwa demi peristiwa, tapi gagal memahami struktur besar yang menggerakkan semuanya. Kita seperti orang yang melihat dedaunan berguguran, tanpa pernah melihat pohonnya. Kita melihat akibat, tanpa pernah memahami sebab. Kita akan membedah kitab "Mafahim Siyasi" atau "Konsepsi Politik" yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir. Kitab ini memberikan kerangka analisis yang tajam tentang bagaimana membaca konstelasi internasional. Sebuah kerangka yang ja...

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD

 MAKSUD "WAJIBUL WUJUD" Asy Syaikh Al Mujahid Taqiyuddin An Nabhani rahimahuLLaah menyatakan dalam kitabnya, Nizhamul Islam: وحين ننظر إلى المحدود نجده ليسَ أَزَلِياً وإلا لما كان محدوداً فلا بدَّ مِنْ أن يكون المحدود مخلوقاً لغيره، وهذا الغير هو خالق الإنسان والحياة والكون، وهو إِمَّا أَنْ يكون مخلوقاً لغيره، أو خالقاً لنفسه، أو أزلياً واجب الوجود. أما أنَّه مخلوق لغيره فباطل، لأنَّهُ يكون محدوداً، وأما أنَّه خالق لنفسه فباطل أيضاً، لأنه يكون مخلوقاً لنفسه وخالقاً لنفسه في آن واحد، وهذا باطل أيضاً، فلا بُدَّ أنْ يكونَ الخالق أزلياً واجب الوجود وهو الله تعالى. Artinya: "Dan ketika kita memperhatikan sesuatu yang terbatas, kita mendapati bahwa ia bukanlah azali (tidak tanpa awal), sebab kalau ia azali tentu ia tidak terbatas. Maka pastilah yang terbatas itu merupakan makhluk yang diciptakan oleh selainnya. Dan yang lain itu adalah Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Ia (Pencipta) itu, kemungkinan: diciptakan oleh selainnya, atau menciptakan dirinya sendiri, ata...