Skip to main content

Posts

Sultan Abdul Hamid II membangun rel kereta api untuk jamaah Haji

Sultan Abdul hamid II , khalifah kaum muslim di era khilafah Utsmaniyah , adalah orang yang membangun jalur kereta apu dari Damaskus , suriah hingga ke Madinah al munawwarah , saudi arabia. Pembangunan infrastruktural ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada tamu Allah ke baitullah . Memang benar , dengan adanya jalur kereta api ini jamaah haji asal syam ( suriah , libanon ,yordania , palestina ) hanya membutuhkan waktu 4 - 5 jam perjalan darat , jika sebelumnya , mereka membutuhkan waktu hingga 40 hari. Proyek ini di mulai tahun 1900 M, lalu mulai di buka dan di gunakan pada tahun 1908M. Pada tahun yang sama wali damaskus , yang ketika di jabat oleh shadiq pasha , telah berhasil membangun jaringan telegrap dari damaskus hingga madinah al munawwarah, keberhasilan ini smakin mempertebal keyakinan umat untuk mendukung proyek jalur kereta api , yang di sebut sebut sebagai '' kereta api religius '' karena di gunakan untuk memfasilitasi perjalan jamah haji dari dan ke...

Kontroversi E-KTP: Untungkan Intelijen AS & Ancam Kemananan Nasional?

Kontroversi E-KTP: Untungkan Intelijen AS & Ancam Kemananan Nasional? VOA-ISLAM.COM – Pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sedang berlangsung. Sosialisasi proyek berbiaya Rp5,84 triliun itu terus digalakkan. Salah satu manfaat yang menjadi ‘jualan’ pemerintah adalah, e-KTP akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris. Terduga ‘teroris’ kerap ditemui dengan banyak identitas palsu. Dengan e-KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), identitas palsu diklaim akan segera dapat diketahui karena tertolak oleh sistem. Keyakinan tersebut masih menjadi perdebatan, karena di era teknologi informasi yang semakin canggih, data keamanan nasional tingkat tinggi sekalipun rentan terhadap aktivitas para peretas dan pencuri data. Kasus bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks bisa menjadi contoh. Namun pemerintah tetap yakin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP a...

Awas! Ada Intelijen Asing Bermain Secara Terencana di Papua

Awas! Ada Intelijen Asing Bermain Secara Terencana di Papua Written by Redaksi Sabtu, 12 November 2011 02 :35 Syabab.Com - Anggota Komisi I, Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagaimanan dilansir Republika, ada intelijen asing yang bermain di Papua. â€Å“Saya kira operasi intelijen yang cukup terencana, sistematis dan berlanjut. Mulai Poso, Maluku, Papua, ini akan terus ada,” katanya, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 11/11/11 . Menurutnya, harus dicermati kalau Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geopolitik cukup strategis. Sehingga banyak kepentingan terhadap Indonesia. Termasuk untuk memecah belah Indonesia. Sayangnya, ia tidak memberitahu negara mana yang melakukan intelijen di Papua. Hanya saja, ia tak membantah ketika ditanya mengenai keberadaan Freeport yang merupakan dominasi perusahaan Amerika Serikat. â€Å“Kan anda sudah jawab sendiri,” jawabnya. Tjahjo pun mendorong agar ada kontra-intelejen. Pemerintah pusat pun harus solid secara terpadu. â€Å“Saya kira Papua ini ja...

PERSIAPAN TAHUN BARU :

PERSIAPAN TAHUN BARU : Anakku.. jangan marah jika ayah bundamu tak membelikanmu TEROMPET ala YAHUDI, jangan sedih jika ayah dan bunda tak membelikanmu lonceng"an ala org2 NASHRANI, Jangan pula engkau murung karena ayah tidak belikan kembang api karena itu menyerupai MAJUSI, dan janganlah kecewa jika ayah dan bunda tdk membawamu dikeramaian tahun baru..krn itu hari2 besar dan Tasyabuh terhadap musuh2 Allah!! Apakah engkau rela jika ayah bundamu dlemparkan kedalam neraka, karena ayah dan bunda tidak mendidikmu diatas ISLAM? Banggalah wahai anakku, bersyukurlah wahai buah hatiku,karna ALLAH telah mentakdirkan kita hidup diatas agama ISLAM, agamanya seluruh para NABI DAN RASUL.., Berbahagialah wahai permataku..didalam KETERASINGAN kita akan tetap bertahan!I Wallahi musta'an.

Bukan SARA, Murni Hukum

Bukan SARA, Murni Hukum Tuesday, 27 December 2011 15:15 GKI Yasmin tak bisa memenuhi persyaratan hukum yang dibutuhkan dalam pendirian tempat ibadah. Warga Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, sebenarnya tak pernah mempersoalkan kebebasan beragama. Mereka resah dengan GKI Yasmin karena merasa ditipu. Tanda tangannya ada yang dipalsukan dan ada yang disalahgunakan. Ternyata syarat pendirian gereja lainnya pun tidak terpenuhi. Ini murni masalah hukum semata. "Maka warga Bogor meluruskan pemda agar tidak berjalan semaunya, kan negeri ini ada aturannya," ujar Ketua Lajnah Faaliyah Kota Bogor Imam Syafi'i yang menyayangkan pemda begitu mudah mengeluarkan IMB padahal persyaratannya tidak sesuai aturan. Bila merujuk pada Instruksi Gubernur Jawa Barat No 28 Th 1990. Ada enam syarat untuk penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadah. Pertama, pendapat tertulis kepala kantor departemen agama. Kedua, sesuai tata guna dan tata ruang. Ketiga, 40 KK domisili penggun...

Perubahan Membutuhkan Opini Publik!

Perubahan Membutuhkan Opini Publik! Tuesday, 27 December 2011 16:51 Muhammad Saleem, Aktifis Hizbut Tahrir Inggris Konferensi Rajab 1432 H yang secara maraton dilakukan di 29 kota besar Indonesia mengundang perhatian banyak pihak. Bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Dari Jepang, hadir Prof Hasan Ko Nakata, sementara dari Inggris hadir Dr Muhammad Saleem. Aktifis Muslim Inggris ini hadir langsung di dua kota besar: Surabaya dan Jakarta. Di mana letak penting konferensi Rajab yang dilakukan di Indonesia bagi perjuangan syariah dan Khilafah di dunia dan sejauh mana peran konferensi ini dalam perubahan masyarakat? Media Ummat melakukan wawancara khusus dengan Dr Muhammad Saleem. Berikut petikannya. Setelah anda menyaksikan secara langsung acara-acara Konferensi Rajab di Surabaya dan di Jakarta ini, apa kesan Anda? Alhamdulillah. Saya melihat di Surabaya ada sekitar 30.000 peserta dan hari ini di Jakarta ada sekitar 25.000 peserta . Masya Allah, banyak kemajuan, ide...

Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Tuesday, 27 December 2011 15:37 Formalisasi syariat Islam dianggap sebagai ancaman bagi kebhinekaan.Lantas, benarkah bila syariat Islam diterapkan, semua orang dipaksa memeluk agama Islam? Benarkah formalisasi syariat Islam akan diiringi dengan penyeragaman (uniformisasi) agama, budaya, pemikiran, dan pandangan hidup? Benarkah akan terjadi peminggiran peran kelompok minoritas jika syariat Islam diterapkan dalam koridor negara? Berikut paparan mengenai penerapan syariat Islam di tengah keragaman agama, keyakinan, dan budaya, ditinjau dari sisi sejarah dan nash-nash syariat. Juga mengetengahkan cara pandang dan solusi Islam terhadap keragaman budaya, agama, dan pemikiran. Inklusivitas Masyarakat Islam Tatkala Rasulullah SAW menegakkan Daulah Islam (Negara Islam) di Madinah, struktur masyarakat Islam saat itu tidaklah seragam. Masyarakat Madinah dihuni oleh kaum Muslim, Yahudi, Nashrani, dan juga kaum Musyrik. Namun, mereka bisa hidup bersama dalam naungan Daulah Islamiyyah dan di baw...