Skip to main content

SIAPAKAH ULIL AMRI DALAM AN NISA' 59

 SIAPAKAH ULIL AMRI DALAM AN NISA' 59?


Al Imam Abu Zahrah menjelaskan, 


Bahwa sebagian ulama berpendapat ulil amri itu para ahli fiqih yang mereka mampu menggali hukum, akan tetapi menurut mayoritas ulama ulil amri adalah para penguasa (al hukkam) dan ahlul halli wa 'aqdi (mereka yang memilih penguasa). Tapi dengan dua catatan:


Pertama, selama mereka muslim, artinya bukan penguasa kafir. 


Kedua, mereka taat kepada Allah dan rasul Nya, yang itu ditandai dengan menegakkan keadilan dan tidak melanggar hukum-hukumNya. 


Mengutip penjelasan Az Zamakhsyari, 


Bahwa "ulil amri dari kalian" artinya para pemimpin di atas kebenaran (umaraa' al haq). Digabungkannya perintah taat kepada ulil amri dengan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, tidak lain karena sifat ulil amri tersebut yang mengutamakan keadilan dan kebenaran, memerintahkan kepada keduanya, melarang dari kebalikannya. Contohnya seperti Khulafa' Rasyidin. Dimana mereka mengatakan:


أطيعوني ما عدلت فيكم فإن خالفت فلا طاعة لي عليكم


Taatilah aku selama aku berlaku adil, tapi jika aku tidak adil maka kalian tidak wajib taat kepadaku. 


Abu Zahrah, Zahrotut Tafasir (Beirut: Darul Fikr al Arobi) hlm 1727-1728


Faidah:

• Ulil Amri yang wajib ditaati dalam mafhum syar'i bukan sembarang penguasa, melainkan penguasa yang memilki kriteria tertentu. 


• Ulil amri adalah penguasa yang memiliki kriteria: 1) muslim, dan 2) terikat dengan hukum Allah dan RasulNya atau terikat dengan syariat Islam. 


• Sedangkan istilah syar'i untuk penguasa yang tidak memenuhi kriteria tersebut adalah thaghut, bukan ulil amri minkum. Sebagaimana disebut di ayat setelahnya (an Nisa' 60). Imam Ibnu Katsir menjelaskan:


فإنها ذامة لمن عدل عن الكتاب والسنة ، وتحاكموا إلى ما سواهما من الباطل ، وهو المراد بالطاغوت هاهنا


Ayat ini (an nisa 60) berisi celaan terhadap siapa saja yang berpaling dari al Quran dan as Sunnah, dengan berhukum kepada kebatilan di luar keduanya. Ini yang dimaksud thaghut di sini.

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...