Skip to main content

Posts

Penjelasan KH. Hasyim Asy'ari seputar Syariah Islam dan Kesatuan Umat

 Penjelasan KH. Hasyim Asy'ari seputar Syariah Islam dan Kesatuan Umat Dinukil dari kitab al-Inhadh:  اشرح لكم الخطوات التي يجب ان نخطاها نحو الهدف الاعظم والغاية القصوى وهي اقامة الشريعة السلامية على المذاهب الاربعة ... "Saya jelaskan kepada Anda sekalian langkah - langkah yang wajib kita tempuh menuju target lebih besar dan tujuan lebih tinggi yaitu 'penegakan Syariah Islam berdasarkan Madzhab Yang Empat' ..." الخطوة الاولى تأليف القلوب وتوحيد الاراء والتحاب في الله لعل أبلغ وصف وضعه نبينا محمد صلى الله عليه وسلم لوحدة الامة الاسلامية هو مثل المؤمنين في تراحمهم وتوادهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد اذا اشتكى منه عضو تداعي له سائر الجسد الحمى والسهر ... "Langkah pertama, mendekatkan hati, menyatukan pendapat dan saling mencintai karena Allah. Bentuk penyifatan tertinggi yang ditetapkan Nabiyyuna Muhammad صلى الله عليه وسلم tentang Kesatuan Umat Islam ialah 'permisalan kaum mukminin dalam saling berkasih sayang, saling mencintai dan saling bersikap lembut se...

PANDANGAN SYAIKH 'ATHA BIN KHALIL ABU AR RASYTAH TERKAIT RUKYAT HILAL DAN POSISI HISAB ASTRONOMIS

 PANDANGAN SYAIKH 'ATHA BIN KHALIL ABU AR RASYTAH TERKAIT RUKYAT HILAL DAN POSISI HISAB ASTRONOMIS https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/03/pandangan-syaikh-atha-bin-khalil-abu-ar.html?m=1 Ditanyakan kepada Al 'Alim Al Ushul Syaikh 'Atha' bin Khalil Abu Ar Rasytah tentang rukyat hilal dan bagaimana posisi hilal astronomis. Lantas, bagaimana dengan orang yang berpuasa dengan sandaran keduanya (rukyat hilal dan hisab astronomis)? Maka dijawab oleh Syaikh 'Atha bin Khalil Abu Ar Rasytah sebagai berikut. *** PERTAMA, Yang dijadikan sandaran dalam puasa Ramadhan, sesuai dalil-dalil yang ada, adalah rukyat hilal. Diantaranya: (صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ)  "Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal, jika kalian tertutup (tidak melihatnya) maka genapkan hitungan Sya’ban tiga puluh hari." Adapun yang dijadikan sandaran oleh mereka yang menggunakan h...

Benarkah Ibn ‘Aqil Menyatakan Nabi Tidak Membangun Pemerintahan

 Tanya Jawab Benarkah Ibn ‘Aqil Menyatakan Nabi Tidak Membangun Pemerintahan? 4 Maret 2023 Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman Muslimah News, TANYA JAWAB — Soal: Ada yang mengutip pernyataan Ibn ‘Aqil yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. itu tidak mensyariatkan politik dan wahyu pun tidak menurunkan ihwal politik. Benarkah Ibn ‘Aqil menyatakan demikian? Kalau iya, apa dan bagaimana konteksnya? Berikutnya, benarkah Nabi Muhammad saw. tidak mensyariatkan politik, dan wahyu pun tidak menjelaskan ihwal politik? Jawab: Pertama: Pernyataan Abû al-Wafâ’ ibn ‘Aqîl (w. 513 H/1119 M) harus dikutip dengan lengkap. Dengan itu kita tahu bunyi teks dan konteksnya dengan tepat. Ini sebagai bagian dari amanah ilmu. Dalam kalimatnya, beliau menyatakan, اَلسِّيَاسَة مَا كَانَ مِنَ الْأَفْعَالِ بِحَيْثُ يَكُونُ النَّاسُ مَعَه أَقْرَبَ إلَى الصَّلَاحِ وَأَبْعَدَ عَنْ الْفَسَادِ، وَإِنْ لَمْ يُشَرِّعْه الرَّسُولُ صلى الله عليه وسلم وَلَا نَزَلَ بِهِ وَحْيٌ “Politik (siyasah) adalah semua tindakan, yang d...

HADITS TENTANG KEBOLEHAN MUSIK

 HADITS TENTANG KEBOLEHAN MUSIK Hadits Aisyah ra. عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: (دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم) (فِي أَيَّامِ مِنًى) (-وَرَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَئِذٍ بِالْمَدِينَةِ-) (وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ مِنْ جَوَارِي الْأَنْصَارِ) (-وَلَيْسَتَا بِمُغَنِّيَتَيْنِ-) (تَضْرِبَانِ بِدُفَّيْنِ) (وَتُغَنِّيَانِ بِمَا تَقَاوَلَتْ بِهِ الْأَنْصَارُ يَوْمَ بُعَاثَ) (يَوْمٌ قُتِلَ فِيهِ صَنَادِيدُ الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ) (فَاضْطَجَعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْفِرَاشِ, وَحَوَّلَ وَجْهَهُ) (وَتَسَجَّى بِثَوْبِهِ) (فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه) (فَانْتَهَرَهُمَا) (وَقَالَ: أَمَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم؟) (فَكَشَف رَسُولُ اللهِ عَنْ وَجْهِهِ وَقَالَ: دَعْهُمَا يَا أَبَا بَكْرٍ، فَإِنَّهَا أَيَّامُ عِيدٍ) (إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا, وَهَذَا عِيدُنَا) (قَالَتْ: فَلَمَّا غَفَلَ, غَمَزْتُهُمَا فَخَرَجَتَا) Aisyah ra. berkata: (Ali menjumpai Rasulullah saw. sewaktu di hari-hari Mina –Tasyriq-...

WAJIB MENDENGAR & TAAT PADA PEMIMPIN MESKIPUN BERHATI SETAN ?

 WAJIB MENDENGAR & TAAT PADA PEMIMPIN MESKIPUN BERHATI SETAN ? ( Meluruskan Gagal Faham Terhadap Sebuah Hadits ) PAHAMI baik-baik dan baca dengan cermat.  Orang kalau sudah berjenggot, bergamis, atau bercelana cingkrang (diatas mata kaki), lalu ngomongnya pakai dalil qur’an dan hadits, apalagi ngomongnya di TV atau Radio tertentu; langsung dianggap sudah pasti benar, langsung dianggap ‘oh ini ahlus sunnah sejati’; sehingga kalau ada berbeda dengan yang disampaikannya ini, berarti ‘salah’ atau ‘sesat’. Demikianlah diantara fenomena keterpurukan intelektual yang sedang menimpa sebagian kaum muslimin dewasa ini, padahal kebenaran itu bukan sekedar di ukur dengan yang namanya DALIL, tetapi juga perlu ISTIDLAL (cara menggunakan dalil). Artinya, ketika dalil sudah benar, lalu bagaimana cara menggunakan dalil itu agar pemahaman dan pengamalan terhadap dalil itu juga benar. Inilah garis lurus syari’at/manhaj salaf yang sesungguhnya. Kalau hanya terpesona dengan orang yang menyampa...

TAK ADA YANG MENCINTAI INDONESIA

 TAK ADA YANG MENCINTAI INDONESIA Oleh Moeflich H. Hart  Tak ada yang mencintai Indonesia melebihi umat Islam, karena cintanya itulah, para ulama awal masuk ke Nusantara, mengislamkan negeri ini dan membawanya "min adz-dzulumāti ilā an-nūr" (dari kegelapan kepada cahaya pentunjuk), sehingga yang tadinya penduduk Nusantara yang menyembah dewa-dewa beralih menjadi menyembah Tuhan yang benar, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah menyiramkan hidayah di bumi Nusantara setelah ajaran-Nya didakwahkan oleh para ulama utusannya sebagai warāsatul anbiyā. Tak ada yang mencintai Indonesia melebihi umat Islam, karena setelah negeri ini berada di bawah pemerintahan kesultanan² Islam, dengan kontrol dan bimbingan para ulama, mereka tidak sudi dan melakukan perlawanan bahkan pemberontakan ketika negeri subur nan berkah ini akan dikuasai oleh orang-orang kafir, Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang, bangsa-bangsa asing kulit putih yang datang bergantian ingin menguasai negeri, merampas dan me...

WALISONGO ITU SIAPA? DARI MANA?

 WALISONGO ITU  SIAPA? DARI MANA?   https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/03/walisongo-itu-siapadari-mana.html?m=1 Baca biar gagal tidak paham... Walisongo Adalah Utusan Khalifah Utsmaniyah101dunia - Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Kondisi ini tidak lepas dari peranan para ulama yang disebut sebagai Walisongo (sembilan wali). Sedikit orang yang mengetahui siapa sebenarnya Walisongo dan berasal dari mana kah mereka. Sebuah kitab bernama Kanzul Hum karya Ibnu Bathutah yang sekarang disimpan di museum Istana Turki di Istanbul menyebutkan bahwa Walisongo datang ke Indonesia atas perintah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam. Pada tahun 1404 M (808 H) Sultan mengirim surat kepada para pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah dengan maksud untuk meminta sejumlah ulama agar diberangkatkan ke pulau Jawa. Para ulama yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam segala bidang agar nantinya akan memudahkan proses penyebar...