Skip to main content

Posts

Siapa yang Mengundang Intervensi Asing ?

Siapa yang Mengundang Intervensi Asing ? Poros Negara Imperialis akhirnya menyerang Libya. Pesawat tempur NATO terutama Amerika, Inggris, dan Prancis membombardir Libya . Ratusan misil diluncurkan dari pesawat tempur, kapal induk, kapal selam, dan kapal tempur. Libyapun luluh lantak. Pejabat Libia mengatakan selain mengenai pangkalan angkatan laut, serangan udara juga mengenai desa nelayan yang terletak tak jauh dari Tripoli. Korban tewas dari rakyat sipil pun berjatuhan. Tidak hanya itu, Kantor berita Fars melaporkan konfirmasi David Wilson- anggota Aliansi Anti-Perang Inggris- tentang penggunaan bom-bom yang mengandung uranium oleh Amerika Serikat dan sekutunya dalam serangan ke Libya. Siapa yang mengundang serangan penjajah ini ? Pertama, diktator tiran yang brutal terhadap rakyatnya. Kebrutalan Mu’ammar Qaddafi yang melakukan pembantain terhadap rakyatnya sendiri telah dijadikan alat pembenaran poros negara penjajah untuk menyerang negeri Islam itu . Sama seperti Saddam Husain , si...

DPR= Dewan Pengkhianat Rakyat?

DPR= Dewan Pengkhianat Rakyat? [Al Islam 551] Salah satu isu hangat belakangan ini adalah rencana DPR membangun gedung baru. Awalnya, DPR beralasan karena gedung DPR yang ada saat ini mengalami �kemiringan� beberapa derajat. Berikutnya DPR beralasan karena gedung yang ada saat ini sudah tidak memadai; ruangan masing-masing anggota DPR sudah terasa sempit, apalagi ada penambahan staf ahli masing-masing anggota DPR di setiap ruangan. Rencana awal, pembagunan gedung itu akan menghabiskan biaya sekitar Rp 1,8 triliun rupiah. Saat masyarakat menganggap besarnya biaya itu terlalu mahal, DPR pun men�diskon�nya beberapa kali hingga menjadi hanya Rp 1,138 triliun saja saat ini. Luas ruangan bagi setiap anggota DPR di gedung baru nanti direncanakan 111 meter persegi dengan total biaya per-ruangan sekitar Rp 800 juta. Itu belum termasuk mebel dan laptop (Detiknews.com, 5/4/2010). Lebih dari itu, dalam maket awal, gedung DPR baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel, antara lain kol...

Bank Indonesia Milik Siapa?

NB : Semisal Hongkong perang melawan Amerika, jangan dilihat pasukan Hongkong atau rakyat Hongkong melawan serdadu Amerika. Tetapi bank sentral ini di Hongkong sedang perang kepentingan melawan bank itu di Amerika. Lha serdadu-serdadunya? Hah itu sih cuma satpam-satpam punyanya bank sentral (baca : pengusaha2 iblis di balik bank sentral) aja. Gold Menancapkan & mengendalikan Bank Sentral & Hutang LN Glory One for All, All for New World Order, embrionya PBB à resolusi PBB Gospel Satu dunia, satu dien à Dien Demokrasi Bank Indonesia Milik Siapa? Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara Bank-bank sentral adalah perusahaan swasta yang diberi hak monopoli mencetak uang. BI milik siapa? Kebanyakan orang, warga negara di hampir semua negara nasional di dunia ini, tidak memahami bahwa mata uang kertas yang mereka pakai di negaranya bukanlah terbitan pemerintah setempat. Hak monopoli penerbitan uang kertas diberikan kepada perusahan-perusahaan swasta yang menamakan dirinya sebaga...

Beriman kepada Hari Akhir

Beriman kepada Hari Akhir Beriman kepada Hari Akhir artinya meyakini dengan teguh apa yang diberitakan oleh Allah dalam kitabNya dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya terkait dengan peristiwa yang terjadi sesudah mati, mulai fitnah kubur, azab dan nikmat kubur dan seterusnya sampai surga dan neraka. Beriman kepada Hari Akhir adalah rukun iman yang kelima dari enam rukun iman. Di dalam al-Qur`an dan di dalam hadits beriman kepada Hari Akhir sering digandengkan dengan beriman kepada Allah karena orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak mungkin beriman kepada Allah, orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak akan beramal, orang beramal karena ada harapan kemuliaan di Hari Akhir dan ada ketakutan terhadap azab di Hari akhir, jika dia tidak beriman kepadanya maka dia seperti orang-orang yang disebutkan oleh Allah dan firmanNya, “Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang aka...

Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'

Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin' Jakarta (voa-islam) - Toleransi ala Hanung seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?” terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal. Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly. Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik), dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting d...

Jihad Bangsa Moro

Jihad Bangsa Moro Kamis, 10 Maret 2011 06:54 administrator Cahaya Islam memasuki tanah air Bangsa Moro pada tahun 1310 M (sekitar 710 H) melalui para pedagang Arab, perantau, pengembara Sufi, dan para dai. Institusi-institusi politik dan pengaruh islami berasal dari Sumatera melalui kedatangan Raja Baginda Ali dengan menteri dan prajuritnya. Islam berkembang pesat sehingga berdirilah negara muslim Sulu dan Maguindanao pada tahun 1830. Sultan pertama dari Kesultanan Sulu ialah Sayyid Abu Bakar. Kesultanan ini merupakan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, yang memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negara-negara lain di wilayah tersebut. Sedangkan Syarif Muhammad Kabungsuan, seorang Arab Melayu dari Malaysia, mendirikan Kesultanan Maguindanao yang berada di pulau kedua yang terbesar dan terkaya di Filipina. Ketika dua kesultanan Muslim di selatan berkembang dengan cepat dan semakin kuat dan menjadi bangsa yang merdeka, kabupaten-kabupaten muslim lain lahir dan kemudian...

Cara liberalkan indonesia

Tuesday, 05 April 2011 10:07 Kalangan liberal berusaha membangun sebuah sistem yang kondusif bagi berkembangnya paham liberal dengan berbagai cara secara terus menerus. Bukan hal aneh bila kalangan liberal selalu membela Ahmadiyah. Soalnya, adanya kasus ini bisa menjadi pintu masuk bagi liberalisasi di Indonesia. Masih ingat kasus bentrokan Monas 2008? Setelah itu mereka berusaha menggugat keberadaan peraturan yang selama ini dianggap sebagai penghalang bagi proses liberalisasi tersebut. Saat itu tujuh lembaga swadaya masyarakat (LSM), yakni IMPARSIAL (Rachland Nashidik), ELSAM (Asmara Nababan), PBHI (Syamsudin Radjab), DEMOS (Anton Pradjasto), Perkumpulan Masyarakat Setara (Hendardi), Desantara Foundation (M. Nur Khoiron) dan YLBHI (Patra M Zen) serta individu yakni Abdurrah-man Wahid, Musdah Mulia, M. Dawam Rahardjo dan Maman Imanul Haq, mengajukan permo-honan uji materiil (judicial review) kepada Mahkamah Konstitusi (MK) atas UU No 1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan...