Skip to main content

Siapa yang Mengundang Intervensi Asing ?

Siapa yang Mengundang Intervensi Asing ?

Poros Negara Imperialis akhirnya menyerang Libya. Pesawat tempur NATO terutama Amerika, Inggris, dan Prancis membombardir Libya . Ratusan misil diluncurkan dari pesawat tempur, kapal induk, kapal selam, dan kapal tempur. Libyapun luluh lantak. Pejabat Libia mengatakan selain mengenai pangkalan angkatan laut, serangan udara juga mengenai desa nelayan yang terletak tak jauh dari Tripoli.

Korban tewas dari rakyat sipil pun berjatuhan. Tidak hanya itu, Kantor berita Fars melaporkan konfirmasi David Wilson- anggota Aliansi Anti-Perang Inggris- tentang penggunaan bom-bom yang mengandung uranium oleh Amerika Serikat dan sekutunya dalam serangan ke Libya.

Siapa yang mengundang serangan penjajah ini ? Pertama, diktator tiran yang brutal terhadap rakyatnya. Kebrutalan Mu’ammar Qaddafi yang melakukan pembantain terhadap rakyatnya sendiri telah dijadikan alat pembenaran poros negara penjajah untuk menyerang negeri Islam itu . Sama seperti Saddam Husain , sikap kejinya terhadap rakyat Irak telah dijadikan dalih bagi asing untuk menduduk Irak.

Di samping itu diamnya penguasa negeri Islam lainnya menjadi alasan kedua. Seharusnya, penguasa negeri Islam di Mesir, Tunisia, Suriah, Saudia lah yang harus mengirim pasukan untuk membebaskan rakyat Libya yang ditindas, bukan penjajah. Bukankah Allah SWT berfirman : Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72)

Namun para penguasa negeri Islam memilih sikap diam, tindakan pengecut yang membuat penjajahan terhadap negeri Islam semakin menjadi-jadi. Mereka tahu, apapun yang mereka lakukan terhadap negeri Islam, penguasa negeri Islam tidak akan menggerakkan jutaan tentaranya untuk melawan. Mereka juga tahu, penguasa negeri Islam, akan mengikuti apapun yang diminta oleh mereka, bagaikan budak hina.

Padahal semua tahu, apa yang dilakukan oleh pasukan penjajah bukanlah untuk kepentingan kemanusiaan, apalagi untuk melindungi rakyat Libya. Bagaimana mungkin srigala diminta untuk menjaga dan melindungi domba ? Bagaimana negara brutal yang telah membantai dan membunuh umat Islam di Irak, Afghanistan, dan Pakistan diminta untuk menyelamatkan umat Islam.

Kalau alasan koalisi penjajah melindungi rakyat Libya, kenapa mereka hanya diam saat negara Zionis Yahudi membombardir Gaza yang telah menewaskan lebih dari 1500 orang penduduk sipil. Kenapa mereka tidak menyerang Birma negara yang juga dikenal represif terhadap rakyatnya ? Kalau mereka melakukan itu dalam rangka mendukung resolusi 1973 PBB, kenapa mereka diam ketika Israel melanggar dan tidak patuh terhadap banyak resolusi PBB ? Semua ini menunjukkan , tujuan dari semua serangan ini adalah kepentingan menguasai minyak Libya yang dikenal kaya!

Serangan ini dengan dalil resolusi PBB 1973, kembali menegaskan kepada kita bahwa PBB hanyalah alat kepentingan politik negara-negara penjajah Barat. Naskah resolusi yang disetujui Dewan Keamanan PBB memberikan kewenangan untuk melakukan ‘’semua langkah yang diperlukan”’ untuk melindungi warga sipil dari pasukan pro-Gaddafi, termasuk zona larangan terbang. Atas dasar ‘melakukan semua langkah yang diperlukan ‘ , berarti poros penjajah bisa melakukan apapun, menghalalkan segala cara!

No Free Lunch, tidak ada makan siang gratis, Amerika dan sekutunya akan memperhitungkan biaya perang yang mereka harus tanggung. Bayarannya tentu minyak Libya. Bayangkan, sebanyak 162 peluru kendali (rudal) Tomahawk yang diluncurkan pada 4 hari pertama operasi militer Odyssey Dawn (Fajar Odyssey) di Libya saja memakan biaya sekitar lebih dari US$ 1 juta (Rp 8,7 miliar) per rudal. Pesawat tempur F-15E yang jatuh di Libya Selasa (22/3) lalu, memakan biaya sekitar US$ 30 juta (Rp 261 miliar).

Pusat Penilaian Strategis dan Anggaran AS merilis hasil studi yang memperkirakan, penetapan pembatasan zona larangan terbang di Libya memakan biaya sekitar US$ 30 - 100 juta setiap minggunya. Biaya tersebut merupakan biaya bagi patroli pesawat-pesawat di zona larang terbang Libya.

Menyikapi hal ini sikap kita harus tegas. Pertama , kita mendukung upaya penggulingan rezim dikatator brutal seperti Qaddafi. Kedua,kita juga menolak intervensi asing dalam segala bentuknya. Ketiga, kita menyerukan umat untuk bersama-sama Hizbut Tahrir memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Dengan Khilafah, umat Islam akan memiliki pemimpin amanah yang mengurus rakyat dengan kelembutan dan kebenaran. Khilafah juga akan menjadi negara adi daya yang membebaskan negari Islam yang rakyatnya tertindas dan mempersatukan umat . Khilafah juga akan menjadi al junnah (pelindung umat) dari segala bentuk kebrutalan penjajah asing. (Farid Wadjdi)

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

๐“๐€๐“๐Š๐€๐‹๐€ ๐ƒ๐€๐‹๐ˆ๐‡-๐ƒ๐€๐‹๐ˆ๐‡ ๐๐„๐Œ๐„๐‘๐ˆ๐๐“๐€๐‡ ๐”๐๐“๐”๐Š ๐Œ๐„๐Œ๐๐”๐๐€๐‘๐Š๐€๐ ๐‡๐“๐ˆ ๐“๐„๐‘๐๐€๐“๐€๐‡๐Š๐€๐

 ๐“๐€๐“๐Š๐€๐‹๐€ ๐ƒ๐€๐‹๐ˆ๐‡-๐ƒ๐€๐‹๐ˆ๐‡ ๐๐„๐Œ๐„๐‘๐ˆ๐๐“๐€๐‡ ๐”๐๐“๐”๐Š ๐Œ๐„๐Œ๐๐”๐๐€๐‘๐Š๐€๐ ๐‡๐“๐ˆ ๐“๐„๐‘๐๐€๐“๐€๐‡๐Š๐€๐ https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi โ„Ž๐‘’๐‘Ž๐‘‘๐‘™๐‘–๐‘›๐‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...