Skip to main content

MENEMUKAN JALAN MENUJU KHILAFAH

 MENEMUKAN JALAN MENUJU KHILAFAH


Oleh: Pasukan Pembebasan


Banyak orang baru mulai tertarik mengkaji Islam, lalu mereka penasaran tentang Khilafah. 


Muncul segudang pertanyaan di benak mereka: apa itu Khilafah, bagaimana cara menegakkannya, dan mengapa urgensinya begitu besar bagi kehidupan umat? 


Sayang seribu sayang, langkah pertama mereka sering kali terjerumus karena bertanya kepada pihak yang salah. 


Mereka bertanya kepada negarawan sekuler yang sejak awal memisahkan agama dari negara. Tentu saja jawabannya akan selalu sama: Khilafah adalah ancaman. 


Sebab, Khilafah akan menyatukan agama dengan negara, menjadikan syariat islam sebagai aturan negara. yang mana hal ini jelas sangat bertentangan dengan doktrin sekuler yang memisahkan agama dari negara.


Maka, jangan pernah berharap mendapatkan penjelasan yang jujur dari mereka yang posisinya saja sudah berseberangan dengan syariat Allah.


Kesalahan kedua, yang lebih sering terjadi adalah ketika seseorang bertanya kepada agamawan yang fasih dalam kajian ritual, namun buta dalam ranah politik Islam. Mereka menganggap politik itu kotor, menjijikkan, dan bukan ranah ulama. 


Hidup mereka habis membahas kajian di luar politik Islam, sehingga ketika ditanya soal tata kelola negara, mereka hanya menjawab berdasarkan asumsi, bukan karena penguasaan materi. 


Memang mereka tampak paham agama secara umum, namun pemahaman mereka terhadap politik islam belum menyentuh level spesialisasi yang mendalam. Padahal, Islam adalah ilmu yang menuntut kepakaran. 


Jika engkau sakit gigi, engkau tidak akan pergi ke dokter spesialis jantung, bukan? Begitu pula dalam urusan politik negara; engkau membutuhkan seseorang yang setiap harinya berkecimpung, mengkaji, dan membedah politik Islam secara spesifik.


Maka, tanyakanlah kepada ahlinya. Jangan pernah berharap jawaban yang benar dari mereka yang tidak memiliki spesialisasi dalam politik Islam. 


Umumnya tempat belajar politik adalah didalam sebuah partai politik.

Maka dari itu, untuk belajar politik islam khususnya Khilafah, kita membutuhkan partai politik Islam yang memang didesain untuk menjadi wadah kaderisasi dan kepemimpinan umat dalam rangka menegakkan Khilafah. 


Kita butuh partai yang tidak hanya berwacana, tapi memiliki rancangan detail mengenai undang-undang, struktur negara, hingga teknis pemilihan pemimpin berdasarkan hukum syara’. 


Sejauh pengamatan penulis, hanya Hizbut Tahrir yang istiqomah menyerukan wajibnya Khilafah dengan metode yang jelas, sistematis, dan konsisten. 


mereka memiliki konsep yang sangat rinci, dari cara membentuk kader pengemban dakwah, membentuk partai, cara mendirikan Khilafah sesuai yang Nabi contohkan. Jika ada wadah yang lain, sampaikan kepada penulis, karena kita butuh rujukan yang benar-benar ahli.


Pendirinya, Syech Taqiyuddin An-Nabhani, bahkan menyusun belasan kitab secara berurutan dan sistematis khusus membahas politik Islam; konsep dan metodenya pun disusun dengan sangat jelas. 


Terdapat ratusan pasal rancangan undang-undang yang sudah disiapkan untuk ketika Khilafah nanti berdiri. Singkatnya, Hizbut Tahrir telah merampungkan blueprint sistem pemerintahan Islam yang mereka perjuangkan.


Berangkat dari kematangan konsep dan kemurnian ideologi yang tidak terkontaminasi oleh sistem demokrasi tersebut, Hizbut Tahrir menjadi rujukan yang ideal bagi siapa pun yang ingin mempelajari Politik Islam secara mendalam. 


Lantas, bagaimana langkah konkret bagi engkau yang ingin bergabung untuk belajar bersama Hizbut Tahrir?


Tenang, Tidak perlu duit, prosedur rumit, atau birokrasi yang berbelit. Engkau cukup mulai dengan menegur mereka di sosmed, atau jika ingin yang lebih nyata, tengoklah sekelilingmu. Pergilah ke masjid, kampus, atau warung kopi di sekitar tempat tinggalmu. 


Jika engkau bertemu seseorang yang tak bisa menahan diri untuk terus membincangkan sistem Islam dan gelisah melihat kezaliman sistem sekuler, kemungkinan besar itu adalah syabab Hizbut Tahrir.


Kebanyakan syabab Hizbut Tahrir memang tak mampu menahan mulutnya untuk tidak membicarakan sistem Islam. 


Mereka persis seperti penggemar sepakbola yang tak tahan untuk tidak menceritakan hasil pertandingan klub kesayangannya. Bagi mereka, Khilafah adalah "klub" perjuangan yang kebangkitannya adalah kemenangan mutlak yang harus disebarkan ke seluruh penjuru. 


Maka, berhentilah bertanya kepada mereka yang tidak tahu atau yang sengaja menyesatkanmu. Datang dan belajarlah kepada ahlinya; Hizbut Tahrir adalah wadah yang paling tepat untuk itu.


Engkau telah menemukan jalannya, Jangan menunda lagi, bergabunglah sekarang. Sebab, dakwah ini bukan tentang siapa yang tercepat, melainkan tentang siapa yang melangkah dengan ilmu yang benar. Mari, tentukan langkah awalmu hari ini.[]

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...