Skip to main content

Jawab Soal Zakat Fitrah

 بسم الله الرحمن الرحيم


*Jawab Soal Zakat Fitrah*


_*Syaikh Atho Bin Kholil Abu Rasytah*_ 


Terdapat hadits-hadits shahih mengenai zakat fithrah. Kami tidak mentabanni rinciannya. Di sini saya menyebutkan kepada Anda beberapa pandangan para fuqaha yang mu’tabar dalam masalah ini. Anda sendiri bisa mengikuti (bertaqlid) kepada siapa pun yang Anda inginkan dari mereka, selama perbuatan Anda sebelumnya belum terikat dengan pandangan-pandangan (mengenai zakat fithrah) tersebut. Namun, jika perbuatan Anda sebelumnya sudah terikat dengan tata cara (pendapat) salah seorang mujtahid yang mu’tabar, maka teruskanlah apa yang Anda lakukan itu.


Abu Hanifah membolehkan mengeluarkan zakat fithrah dari benda-benda yang telah disebutkan di dalam berbagai hadits. Contohnya adalah hadits dari Abi Sa’id al-Khudri yang berkata:


«كنا نخرج زكاة الفطر إذا كان فينا رسول الله ( صاعاً من طعام أو صاعاً من تمر أو صاعاً من شعير أو صاعاً من زبيب أو صاعاً من أقط فلا أزال أخرجه كما كنت أخرجه ما عشت»


_Kami telah mengeluarkan zakat fithrah pada saat Rasulullah (masih) berada di tengah-tengah kami satu sha’ dari makanan, atau satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari gandum, atau satu sha’ dari kismis, atau satu sha aqith. Aku tetap melakukan hal itu (dengan mengeluarkan benda-benda tersebut) sebagaimana aku telah mengeluarkannya selama ini._ *(HR. Bukhari dan Muslim dengan lafadz berdasarkan riwayat Muslim)*.


(Aqith atau keju adalah sari pati susu yang dimasak, kemudian dibiarkan hingga kering).


Jadi Boleh mengeluarkan zakat fithrah dengan benda-benda tersebut di atas. Boleh juga mengeluarkan zaklat fithrah dengan benda-benda lain selain benda-benda tersebut di atas. Misalnya beras dan biji adas. Banyaknya beras diukur setara dengan takaran satu sha’ kurma, kemudian dikeluarkan dalam bentuk beras. Atau juga dalam bentuk uang (nuqud) yang nilainya setara dengan nilai (harga) satu sha’ kurma, kemudian dikeluarkan dalam bentuk uang. Begitulah. Pendapat mereka ini terdapat di dalam kitab Tuhfatu al-Fuqaha.


Madzhab Imam Malik membolehkan apa yang jadi bahan makanan penduduk negeri sebagaimana yang disebutkan (dalam hadits) tadi atau yang biasa dimakan oleh masyarakat. Contohnya beras dan biji adas, kacang-kacangan dan lain-lain. Pendapatnya ini terdapat di dalam kitab Balighatu as-Salik.


Madzhab Imam Syafi’i membolehkan untuk mengeluarkan zakat fithrah dari jenis apa yang bisa dizakatkan, yaitu dari hasil pertanian, buah-buahan. Dan yang paling utama adalah apa yang biasa menjadi makanan penduduk negerinya atau apa yang biasa menjadi makanannya . Pendapat ini terdapat di dalam kitab Mughni al-Muhtaj. Dengan ukuran (takaran-pen) yang telah dijelaskan di dalam berbagai hadits.


Madzhab Imam Hambali membolehkan mengeluarkan zakat fithrah hanya dari benda- benda yang telah disebutkan (di dalam hadits). Beliau tidak membolehkan selain dari benda-benda tersebut. Namun demikian, jika tidak dijumpai salah satu jenis dari beberapa jenis benda-benda tersebut, maka dibolehkan mengeluarkan zakat fithrah dengan sejenis bahan makanan yang layak, berupa biji-bijian jagung/shorgum, beras … Pendapat ini terdapat di dalam kitab al-Mughni.


Sha’ adalah takaran, yaitu ukuran volume tertentu.  Berat isi timbangannya berbeda-beda  tergantung biji apa yang memenuhi volumenya. Satu sha’ gandum setara dengan 2,25 kg gandum, atau lebih detail lagi setara dengan 2.176 gram gandum. 


Di kalangan para mujtahid yang disebutkan tadi, seluruhnya tidak membolehkan zakat fithrah dikeluarkan dalam bentuk nilai tertentu dari mata uang, kecuali pendapat Abu Hanifah.


Kami tidak mentabanni rincian dari benda-benda yang harus dikeluarkan sebagai zakat fithrah; apakah dibolehkan zakat fithrah dikeluarkan dalam bentuk uang atau tidak? Anda boleh bertaklid (mengikuti pendapat) berdasarkan keinginan Anda yang dianggap memuaskan. Apabila apa yang telah Anda lakukan itu terkait dengan pendapat salah seorang mujtahid, maka teruskanlah apa yang telah Anda lakukan itu. Zakat fithrah harus dikeluarkan sebelum shalat Ied. Boleh juga zakat fithrah dikeluarkan satu atau dua hari sebelum Ied, dan disalurkan kepada fakir miskin.


Anda boleh menyerahkan zakat fithrah langsung, demi menenteramkan diri anda, kepada orang-orang yang berhak (yaitu fakir miskin-pen), juga boleh mewakilkannya kepada seseorang –yang anda percayai-- untuk menyerahkannya kepada orang-orang yang berhak.


20 Nopember 2003

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...