Skip to main content

Sholusi untuk palestin , kirim tentara untuk berjihad dan tegakan khilafah


Lesehan Syariah


Jubir HTI Membahas Tragedi Gaza di Acara Debat Live TV One (Video)
Ust. Ismail Yusanto (Jubir HTI) dalam acara Debat Live TV One yang ditayangkan pada Senin, 14 Juli 2014 pukul 19.00 -20.00 di stasiun televisi TV One menyatakan bahwa masalah konflik Israel – Palestina adalah masalah wujud dari negara Israel yang berdiri di tanah Palestina. Padahal Palestina adalah tanah wakaf milik kaum muslimin. Tanah ini tidak boleh lepas walau hanya sejengkal. Mengutip pernyataan tokoh pejuang Palestina, Syaikh Ahmad Yasin, sikap terhadap masalah ini ada dua kemungkinan. Pertama, menyerah kalah. Atau kedua, yaitu berjuang mengusir Israel.

Solusi dari masalah ini adalah dengan melakukan jihad dan menegakkan khilafah. Pengiriman bantuan militer sangat tepat karena Israel sudah terbukti berkali-kali tidak mempan dengan kutukan dan jalur diplomasi. Bahkan resolusi PBB yang merupakan puncaknya diplomasi pun diabaikan oleh Israel. Oleh karena itu, umat Islam harus menyelesaikannya dengan jalan militer. Jika tiap negeri Islam yang ada mengirimkan pasukan satu batalyon saja, maka dari 50 negeri Islam akan terkumpul kekuatan 50 batalyon pasukan untuk melindungi Palestina. Sayangnya, penguasa negeri-negeri Islam tidak mempunyai kemauan politik untuk melakukannya. Bahkan penguasa negeri-negeri Islam sekarang ini justru menjadi boneka dari negara-negara Barat yang mendukung Israel. Ini ironi besar kita, bagaimana mungkin 1,3 milyar umat Islam bisa kalah oleh 7 juta warga Israel?

Kita juga tidak bisa berharap kepada PBB. Bukankah berdiirnya negara Israel sendiri pada 1948 adalah atas sponsor PBB? Jadi tidak logis jika kita berharap kepada PBB.

Kita juga tidak bisa menerima tawaran solusi Two State Solution (solusi dua negara) yaitu ada negara Palestina dan negara Israel. Mengakui dua negara, berarti kita mengakui adanya negara perampok yaitu Israel. Ini solusi yang sangat mungkin. Kita harusnya malu dengan Syaikh Ahmad Yasin yang walaupun fisiknya cacat, tetapi berkomitmen penuh dalam melawan Israel.
Selain menghadirkan Ust. Ismail Yusanto (Jubir HTI), TV One juga mengundang dr. Jose Rizal (Ketua Mer-C), Muhammad Najib (Anggota Komisi I DPR RI), dan Michael Tene (Juru Bicara Kemenlu RI). Bagaimana jalannya debat tentang Gaza ini? Selengkapnya silakan simak di video rekaman berikut :
(www.syariahpublications.com)

sumber : http://www.syariahpublications.com/2014/07/jubir-hti-membahas-tragedi-gaza-di-TV-One.html

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...