Skip to main content

Ustadz Felix Siauw.

Ustadz Felix Siauw.

orang-orang yang ingin mencapai kebaikan lewat jalan keburukan | tak ada ubahnya menyapu dengan lumpur lalu berharap bisa bersih

di zaman ini mudah sekali orang beralih dukungan, hari ini memuji besok memaki | hari ini dijadikan pahlawan besok sudah jadi pecundang

aib dibuka dan fitnah ditebar, pujian murah demikian pula cacian | benarkah semua itu dilakukan demi kebenaran dan keyakinan?

dalam Islam, perang pun ada etika, dalam Islam membenci pun ada tuntunan | bahwa semua karena Allah, pada amalnya bukan pada orangnya

sekarang yang dibenci itu orang bukan ke-kufuran-nya | yang dipuji itu orang bukan ke-Islaman-nya

tatkala jagoannya bermaksiat dia kata "ini terpaksa, darurat" | saat yang dimusuhinya beribadah dia kata "ini pencitraan"

kita tak ubahnya seperti anak kecil yang tak bijak | lupa tujuan dan kehilangan tempat berpijak

kita berubah mendukung orang bukan syariat | kita berubah memuji orang bukan apa yang dia pegang

kita sibuk dengan agenda dan kepentingan orang lain | membelanya lebih daripada Al-Qur'an dan As-Sunnah

kita mulai lebih banyak berkata-kata tentang demokrasi, tentang nasionalisme | lebih daripada berkata-kata tentang syariat, tentang Islam

kita fokus pada pemenangan orang bukan pemenangan syariat | berharap pada orang bukan berharap pada kebaikan Islam

lalu siapa yang mengingatkan ummat bahwa Al-Qur'an ini wajib diterapkan? | bahwa ucapan Rasulullah bukan hanya sejarah tapi panduan?

tugas ulama bukan mendukung satu atau dua pemimpin | tapi memastikan mereka menerapkan hukum Allah

bencilah seadanya, cintailah seadanya, manusia bisa dan cepat berubah | dan saat itu terjadi, jangan sampai kita yang sakit hati, rugi

cintai Allah sepenuhnya, perjuangkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sampai mati | sampai kapanpun kita takkan kecewa, Allah takkan ingkar janji

begitulah saya tidak mendukung satu dua pemimpin | tapi saya mendukung siapapun yang berkomitmen pada syariat Allah

ambillah ini sebagai nasihat bila bermanfaat | bila tidak ada kebaikan, abaikan saja | jangan sampai jadi dosa karena mencela 

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...