Skip to main content

Khomeini: Nabi Muhammad, Nabi yang Gagal

Para Pendukung Syiah pasti kesal dan memberikan komentar pembelaan. Perkataan Khomeini tersebut berdasarkan kesaksian langsung dari Ulama Besar Indonesia, Buya Hamka. Berikut rincian penjelasannya.

Khomeini: Nabi Muhammad, Nabi yang Gagal

KIBLAT.NET, Jakarta – Ustadz Fahmi Salim, MA menjelaskan bahwa revolusi Iran bukanlah kebangkitan Islam, tetapi merupakan kebangkitan Syiah pada awal abad ke 15 hijriyah. Dalam revolusi itu Syiah berhasil menggulingkan rezim Reza Pahlevi.

Menurut Fahmi, umat Islam pada awalnya memang belum memahami bahwa revolusi yang terjadi di Iran pada waktu itu adalah revolusi Syiah.

“Akan tetapi sedikit demi sedikit mulai terkuak misi yang dibawa Khomeini selaku pemimpin revolusi Syiah saat itu,” kata Fahmi dalam Tabligh Akbar dan Bedah Buku yang digelar di Masjid An Ni’mah, Perumahan Citra Gran, Cibubur pada Sabtu (31/05)

Peraih gelar MA di bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an Universitas Al-Azhar ini mengatakan, para tokoh Islam seperti Buya Hamka dan Pak Natsir sudah mencium gelagat yang tidak beres sejak awal. Pada tahun 1980, Buya Hamka pernah menghadiri undangan ke Iran, ia menyaksikan langsung bagaimana terjadinya kebangkitan versi Syiah. Kebangkitan di Iran itu ingin mengembangkan Syiah ke seluruh dunia.

“Khomeini menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu termasuk Nabi yang gagal, tidak berhasil membawa keadilan, tidak berhasil membina umat. Karena sejak awal dulu Nabi tidak berani menyampaikan gagasan tentang imamahnya Ali bin Abi Thalib,” kata Fahmi, menyampaikan kesaksian dari Buya Hamka yang pada saat itu mendengar secara langsung pidato Khomeini.

Fahmi juga menyampaikan pernyataan Muhammad Natsir pada tahun 1983, bahwa Syiah suatu saat akan menjadi bom waktu di Indonesia. Saat itu terbatasnya akses informasi membuat apa yang ada di balik revolusi Iran tidak dapat diketahui. Dengan jaringan informasi yang dia miliki, Natsir berkesimpulan kalau Syiah sampai bisa berkembang di Indonesia, dengan terinspirasi revolusi Khomeini.

“Dan pernyataan Natsir waktu itu mulai terlihat dampaknya akhir-akhir ini,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui bersama, jaringan Syiah mulai terang-terangan dalam menyebarkan syiar kesesatannya. Mereka mulai merambah ke berbagai bidang di masyarakat, bahkan mereka memasuki percaturan politik dan pemerintahan. di beberapa daerah Syiah mulai menebarkan teror dan tak segan-segan melakukan aksi kekerasan.

Pada tahun 1984 MUI telah mengeluarkan fatwa tentang pokok-pokok kesesatan aqidah Syiah, dan menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadapnya. Kalau saat ini tentunya masyarakat tidak hanya sekadar waspada, demikian tutur Fahmi Salim.

Dalam kesempatan itu, Fahmi Salim menjadi perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang buku ‘Mengenal dan Memahami Penyimpangan Syiah di Indonesia’.

Reporter: Imam.S
Editor : Qathrunnada

‪#‎prayforgaza‬ ‪#‎savegaza‬ ‪#‎savepalestine‬ ‪#‎freegaza‬ ‪#‎freepalestine‬ ‪#‎selamatkanindonesiadarisyiah‬ ‪#‎indonesiadamaitanpasyiah‬ ‪#‎savesuriah‬ ‪#

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...