Skip to main content

Posts

Bagaimana kedudukan hadis tentang perpecahan umat islam

  *Bagaimana Kedudukan Hadis Tentang Perpecahan Umat Islam?* February 1, 2018 by Al-Wa'ie  Soal: Bagaimana kedudukan hadis tentang perpecahan umat Nabi Muhammad di akhir zaman? Sahih atau tidak? Jika sahih, lalu apa makna perpecahan dalam konteks hadis ini? Siapa pula kelompok selamat yang dimaksudkan? Jawab: Masalah ini telah dijawab dalam Soal-Jawab Amir Hizbut Tahrir, tanggal 24 Raibul Akhir 1439 H/11 Januari 2018 M. Secara ringkas, sebagai berikut: Pertama, hadis-hadis yang menyatakan perpecahan umat bisa dipilah menjadi tiga kelompok Kelompok hadis yang menyebutkan umat berpecah menjadi 73 kelompok. Kelompok hadis yang menyebutkan 73 kelompok dengan tambahan “kulluhâ fî an-nâr illâ wâhidatan” (semuanya di neraka, kecuali satu). Kelompok hadis yang menyebutkan 73 kelompok disertai tambahan “kulluhâ fî al-jannati illâ wâhidatan” (semuanya di surga, kecuali satu). Mengenai kelompok hadis pertama, yaitu yang menyatakan perpecahan umat Islam menjadi 73 kelompok, tetapi tanpa t...

Mamahami Lafazh Kull Pada Hadits Bid’ah

 Mamahami Lafazh Kull Pada Hadits Bid’ah Tanya: Selama ini saya memahami kata kullu pada hadits “kull[u] bid’at[in] dhalâlat[un]” bermakna semua. Namun sebagian kalangan memahami itu makananya sebagian, sehingga ada bid’ah hasanah yang tidak termasuk bid’ah dhalalah. Sebenarnya apa kata kullu bisa bermakna sebagian? kapan bermakna sebagian? Di hadits tersebut menggunakan makna yang mana? (Ratna Winarsih - Malang) Jawab: Bismillahirrahmanirrahim Saudari benar, bahwa lafazh kull secara bahasa memang berarti: semua, seluruh, atau segala. Al-Imam Al-Jurjani (w. 816 H) dalam kamus at-Ta’rîfat menjelaskan lebih lanjut: وَكَلِمَةُ كُلٍّ عَامٌّ تَقْتَضِي عُمُوْمَ الْأَسْمَاءِ . “Dan kata kull itu berlaku umum meliputi keumuman semua kata benda.”[1] Maksudnya adalah apabila ia mengenai sebuah kata benda, maka itu akan menimbulkan makna umum pada kata benda tersebut. Sebagai contoh, lafazh kull dalam hadits Rasulullah saw berikut ini. « كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَ...

BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI KEMAKSUMAN PARA NABI?

 BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI KEMAKSUMAN PARA NABI? Tanggapan atas Tulisan KH. M. Najih Maimoen: Membongkar Penyimpangan Hizbut Tahrir, Jama’ah Tabligh, MTA, LDII, dan Ma’had Zaitun. Sub Bab: Konsep Mengingkari Ishmah Al-Anbiya’ Azizi Fathoni K بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لله وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاه . وَبَعْد Sambil memohon pertolongan kepada Allah ‘azza wa jalla, al-faqir katakan:  Pada bagian sub bab terkait kritik terhadap Hizbut Tahrir, Kyai Najih Meimoen selaku penulis di antaranya mencantumkan judul: Konsep Mengingkari ‘Ishmah Al-Anbiya`[i] Al-faqir katakan: Judul tersebut rasanya kurang pas, karena yang menjadi pendapat Hizbut Tahrir adalah bahwa para nabi tidak maksum sebelum diutusnya mereka menjadi nabi atau rasul atau sebelum masa kenabian, bukan tidak maksum secara mutlak. Sehingga lebih tepatnya apabila ditulis dengan redaksi: Konsep Mengingkari ‘Ishmah Al-Anbiya` sebelum Masa K...

BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI QADLO’-QODAR?

 BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI QADLO’-QODAR? . Azizi Fathoni K. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لله وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاه . وَبَعْد Sambil memohon ma’ûnah Allah 'azza wa jalla, al-faqir katakan: Terkait Hizbut Tahrir, Kyai Muhammad Najih Maimoen di antaranya menuliskan pembahasan yang berjudul: Konsep Mengingkari Qodlo’-Qodar (Taqdir Allah pada Perbuatan Ikhtiyari Manusia)[i] Sebagai “bukti” atas tuduhan tersebut beliau mengutip dua ‘ibarat yang terdapat dalam kitab yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir, yaitu; Pertama: وَهذِهِ الْأَفْعَالُ لَا دَخْلَ لَهَا بِالْقَضَاءِ وَلَا دَخْلَ لِلْقَضَاءِ بِهَا ، لِأَنَّ الْإِنْسَانَ هُوَ الَّذِيْ قَامَ بِهَا بِإِرَادَتِهِ وَاخْتِيَارِهِ ، وَعَلَى ذلِكَ فَإِنَّ الْأَفْعَالَ الْاِخْتِيَارِيَّةَ لَا تَدْخُلُ تَحْتَ الْقَضَاءِ "Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla Allah SWT, karena perbuatan tersebut ia lakukan atas inisiatif manusia itu sendiri dan...

BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI SIKSA KUBUR

 BENARKAH HIZBUT TAHRIR MENGINGKARI SIKSA KUBUR? Tanggapan atas Tulisan KH. Muhammad Najih Maimoen: Membongkar Penyimpangan Hizbut Tahrir, Jama’ah Tabligh, MTA, LDII, dan Ma’had Zaitun. Sub Bab: Konsep Mengingkari Siksa Kubur.  Azizi Fathoni K. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لله وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاه . وَبَعْد Sembari memohon ma’ûnah Allah ‘azza wa jalla, al-faqir katakan: Pada bagian sub bab terkait kritik terhadap Hizbut Tahrir, Kyai Muhammad Najih Maimoen di antaranya juga menuliskan judul: Konsep Mengingkari Siksa Kubur[i]  Sesuai dengan judul tersebut, Kyai Najih dalam paparannya menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir telah mengingkari keberadaan siksa kubur, sembari beliau mengetengahkan bagaimana pandangan Ahlussunnah yang mengimaninya. Jelas ini akan memunculkan pada diri pembaca kesimpulan bahwa Hizbut Tahrir dalam isu ini telah menyelisihi Ahlussunnah alias bukan bagian dari mereka. Tuduhan...

Cara cerdik sang jenderal menumbangkan kediktatoran

CARA CERDIK SANG JENDERAL MENUMBANGKAN KEDIKTATORAN Serial Khatulistiwa “Loe tahu, Than? Presiden Soekarno itu jatuh karena dikudeta oleh Soeharto. Dia bekerja sama dengan CIA Amerika melakukan Kudeta Merangkak untuk menggulingkan Soekarno. Di buku ini jelas sekali diceritakan ...” kata Dipo kepada Nathan sambil menunjukkan sebuah buku berlambang palu dan arit. “Iya, soalnya Amerika juga berkepentingan menumbangkan kekuasaan Soekarno, lalu mereka menjadikan PKI sebagai kambing hitamnya. Kita harus meminta maaf kepada anak cucu PKI.” tambah Nathan. “Loe berdua salah!!” kata Ahsan. Dipo dan Nathan terkejut, serempak keduanya memandang Ahsan. Mereka bertiga tengah duduk lesehan, beristirahat sejenak di atas panggung utama Festival Kemerdekaan Khatulistiwa sore itu setelah rangkaian acara selesai. Sementara, panitia lain sedang merapikan berbagai peralatan dan stand booth masing-masing. “Lho, dimana salahnya?” kata Dipo, sang Ketua OSIS, tidak terima. “Pertama, loe berdua terlalu mengecilk...