Skip to main content

Posts

Basis Ideologi

Basis Ideologi Sering dikatakan bahwa Indonesia bukanlah negara agama, juga bukan negara sekular; bukan negara sosialis, juga bukan negara kapitalis. Jadi Indonesia negara apa? ++++ Ketidakjelasan basis ideologi inilah yang kemudian memunculkan banyak sekali persoalan serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya tampak dalam pembahasan RUU Keamanan Nasional yang saat ini tengah digodog di gedung DPR. RUU yang dibuat dalam 7 Bab dan 60 pasal plus penjelasan pasal-pasalnya ini diperlukan untuk menjadi dasar penanganan masalah keamanan secara komprehensif—sebuah kebutuhan yang sesungguhnya sangat wajar dalam sebuah negara. Namun, bila dikaji secara cermat, RUU ini alih-alih bisa menciptakan keamanan bagi seluruh rakyat dan negara, yang terjadi justru sangat berpotensi menimbulkan ancaman bagi rakyat. Mengapa? Salah satunya adalah akibat tidak jelasnya basis ideologi tadi. RUU ini bisa secara serampangan menyasar siapa saja yang dianggap melawan penguasa dengan dalih menga...

Iffah Rahmah (Jubir MHTI): Negara: Pilar Utama

Iffah Rahmah (Jubir MHTI): Negara: Pilar Utama Pengantar Tidak bisa ditampik bahwa kehidupan generasi muda negeri ini dirudung banyak masalah. Pornografi, pornoaksi, seks bebas, narkoba, aborsi, HIV/AIDS, dan berbagai PMS dan sebagainya marak menghinggapi generasi muda. Bagaimana menyelamatkan generasi muda kita sekaligus menggapai kemajuan? Siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana peran keluarga, masyarakat, dan terutama Negara? Itulah beberapa topik wawancara Redaksi dengan Jubir MHTI, Iffah Rahmah. Berikut petikannya. Ada yang mengatakan, dengan liberalisme bangsa Eropa dan Amerika bangkit. Bagaimana pandangan Ibu? Benar, bangsa Eropa dan Amerika memang ‘bangkit’ dan memperoleh kemajuan-kemajuan materi sejak meninggalkan doktrin jumud gereja dan mengadopsi sekularisme-liberalisme. Hasil dari pembangunannya bisa dilihat dari infrastruktur yang memadai dan kemudahan akses ekonomi yang mensejahterakan warga negaranya. Kebanyakan orang mudah mendapatkan fasilitas umum seperti perawatan k...

Ada Apa di Balik Pembatasan BBM Bersubsidi?

Ada Apa di Balik Pembatasan BBM Bersubsidi? Setelah sempat tarik ulur menentukan pembatasan dan pemcabutan BBM bersubsidi. Pemerintah telah bertekad untuk membuktikan konsistensinya terhadap Neoliberalismenya. Mulai 1 April mendatang pemerintah akan melakukan pembatasan BBM tersebut diawali di wilayah Jabodetabek. Yang menyebabkan seluruh kendaraan berplat hitam roda empat dilarang untuk membeli bensin Premium yang seharga Rp 4.500/liter beralir ke Pertamax yang harganya Rp 8.350. Pemerintah berdalih Subsidi yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat tidak mampu malah dinikmati oleh masyarakat yang berpendapatan tinggi. Apakah Demikian? Hal inilah yang menimbulkan banyak pertanyaan. Lalu jika demikian siapaka yag menikmati keuntunga? Menyikapi hal tersebut, DPP Hizbut Tahrir Indonesia kembali menyelenggarakan Halqah Islam dan Peradaban Edisi Ke 35 dengan tema "Ada Apa di Balik Pembatasan BBM Bersubsidi", Sabtu (28/01) di Wisma Antara Jakarta. Hadir sebagai pembica...

Khalifah Peduli Rakyat

Khalifah Peduli Rakyat Oleh: Hafidz Abdurrahman Khalifah, sebagai kepala negara, adalah orang yang dibaiat oleh umat untuk mengurusi urusan mereka berdasarkan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, baik dalam urusan domestik maupun internasional. Baiat itu sendiri merupakan akad suka rela (`aqdun muradhat), yang dilakukan antara umat dengan khalifah. Tidak ada paksaan, baik kepada umat maupun khalifah. Karena itu, siapa saja yang menjadi khalifah, dengan baiat yang diterimanya, menyadari betul tanggung jawab dan konsekuensi dari amanah tersebut. Baiat ini adalah akad yang dilakukan terhadap diri khalifah, karena khalifah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh syariah, yaitu Muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka dan mampu menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. Karena ini merupakan akad terhadap dirinya, maka tanggung jawab khalifah ini tidak bisa dilimpahkan, atau diwakilkan kepada orang lain. Nabi SAW bersabda, al-imamu ra'in wahuwa mas'ulun `an ra'iyyatih...

Jawab Soal :Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Jawab Soal :Ancaman Penutupan Selat Hormuz Soal:Kemarin Ahad 15/1/2012 Muhammad Ali Khathiby, utusan Iran di Opec, memperingatkan negara-negara teluk agar tidak mengkompensasi (mengganti) suplay minyak Iran ke pasar dalam kondisi dipaksakan sanksi terhadap Iran oleh Uni Erpa. Ia menambahkan seperti yang dikutip oleh surat kabar Sharq Iran bahwa berbagai dampak kompensasi (penggantian) suplay negerinya yang dilarang ke pasar tidak dapat diprediksi! Pada hari yang sama, juru bicara kementerian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti yang dikutip oleh kantor berita resmi Iran IRNA, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat menyerahkan surat kepada Iran tentang selat Hormuz. Sebelum itu pada tanggal 28/12/2011 lalu Iran mengancam akan menutup selat Hormuz sebagai balasan terhadap pengetatan sanksi internasional terhadapnya. Iran mengumumkan pelaksanaan manuver laut di kawasan itu dan bahwa Iran telah sukses melakukan uji penembakan rudal dengan berbagai dimensi dan jangkauan. Lalu apakah Ir...

Inilah 10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi'ah Level Awam hingga Ulama

Inilah 10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi'ah Level Awam hingga Ulama Oleh AM. Waskito Alhamdulillahirabbil ‘alamin atas segala nikmat dan karunia Allah. Dengan segala nikmat-Nya kita senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk meniti jalan istiqamah, alhamdulillah. Tanpa karunia dan perlindungan Allah, kita tak ada apa-apanya. Berikut ini adalah “10 Jurus Penangkal Kesesatan Syi’ah” yang berisi sepuluh logika dasar untuk mematahkan akidah sesat Syi’ah. Logika-logika ini bisa diajukan sebagai bahan diskusi ke kalangan Syi’ah dari level awam, sampai level ulama. Setidaknya, logika ini bisa dipakai sebagai “anti virus” untuk menangkal propaganda dai-dai Syi’ah yang ingin menyesatkan umat Islam dari jalan yang lurus. Kalau Anda berbicara dengan orang Syi’ah, atau ingin mengajak orang Syi’ah bertaubat dari kesesatan, atau diajak berdebat oleh orang Syi’ah, atau Anda mulai dipengaruhi dai-dai Syi’ah; coba kemukakan 10 logika dasar di bawah ini. Tentu saja, kemukakan satu per satu. Insya ...

Demokrasi: Kufur dan Merusak

Demokrasi: Kufur dan Merusak Saat ini kondisi remaja kita semakin memprihatinkan. Padahal bagaimana masa depan masyarakat, bangsa dan umat kita di tentukan oleh generasi muda. Pangkal penyebabnya lagi-lagi karena kita tidak lagi secara utuh berpegang teguh pada Islam. Akidah Islam tidak lagi menjadi landasan atau asas dalam segala kehidupan kaum Muslim. Seharusnya akidah Islam bukan hanya menjadi dasar perbuatan kita yang sifatnya individual, tetapi juga dalam segenap aspek kehidupan. Akidah Islam bagaikan fondasi bangunan yang menentukan kuat dan lemahnya bangunan itu. Akidah Islam bagaikan akar dari sebuah pohon yang menentukan kokoh atau keroposnya pohon itu. Pohon yang besar dan menjulang tinggi, kalau akarnya busuk, pastilah akan merobohkan pohon itu; setinggi dan sebesar apapun pohon itu. Inilah yang digambarkan oleh Allah SWT dalam al-Quran (yang artinya): Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teg...