Skip to main content

Posts

Neraka, Derita Tanpa Jeda

Neraka, Derita Tanpa Jeda Oleh Abu Umar Abdillah @ Rabu, 16 Maret 2011 — Tulis komentar Maka, Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala.Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan (berpaling) dari iman. (QS.al-Lail 14-16) Suatu hari, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengimami Shalat Maghrib dengan membaca Surat al-Lail. Tatkala bacaan sampai pada firman-Nya, “fa andzartukum naaran talazhzha..”, beliau menangis hingga tak mampu melanjutkan bacaannya. Kemudian beliau mengulanginya dari awal, namun sampai pada ayat yang sama, beliau kembali menangis dan tak sanggup melanjutkannya. Hal itu terjadi dua atau tiga kali, lalu beliau membaca surat yang lain. Kita memang tidak bisa mengukur persis, gejolak macam apa yang membuncah di dada beliau, hingga air mata tumpah tak terbendung. Tapi, begitulah karakter ulama, “innama yaksyallaha min ‘ibaadihil ‘ulama’, hanyasanya orang yang takut kepada Allah di antara hamba-Ny...

Jihad Tak Akan Berhenti dengan Kematian Usamah bin Ladin

Jihad Tak Akan Berhenti dengan Kematian Usamah bin Ladin Oleh: Badrul Tamam Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, serta menetapkan takdir dan ajal bagi mereka semua. Jika sudah datang waktunya, tak seorangpun bisa mengundurkannya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah yang menghabiskan umurnya untuk menyampaikan risalah, menyeru kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya hingga maut menjemputnya. Semoga shalawat dan salam juga dilimpahkan kepada keluarga dan para sahabatnya yang bersungguh-sungguh dalam menemani dan membelanya. Berita wafatnya Usamah bin Laden membuat berbinar Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Dengan bangga presiden negera yang telah membunuh ribuan umat Islam di Irak dan Afghanistan tersebut melakukan konferensi pers dadakan pada Ahad malam kemarin untuk memastikan wafatnya Usama bin Laden dalam operasi militer di Pakistan. Pengumuman resmi ini disambut ...

\\Wasiat Syaikh Al Mujahid Usamah bin Ladin

saya yakin spirit jihad untuk menghancurkan amerika yang masuk kenegeri negeri muslim akan selalu bergelora ...... Usir tentara AS yang telah menewaskan anak cucu kita di Irak , Afganistan ..Pakistan , Paletin ..... \\Wasiat Syaikh Al Mujahid Usamah bin Ladin Voa-Islam.com - Inilah intisari Surat Syaikh Al Mujahid Usamah bin Ladin yang terangkum dalam buku “At-Taujihat Al-Manhajiyyah 3, Idha’at ala Thariqil Jihad” yang ditulis langsung oleh Usamah bin Ladin. Assalamu’alaikum Wr.Wb Risalah ini sengaja saya sampaikan kepada Anda semua, khususnya dalam mengobarkan semangat (tahridh) untuk berjihad, melawan mata rantai penjajahan besar yang terus mengguncang dan menyerang umat kita. Apalagi, sebagian penjajahan itu sudah tampak dengan dengan sangat jelas: Seperti penjajahan yang dilakukan bangsa salibis terhadap Baghdad dengan dibantu oleh orang-orang murtad terhadap negeri Khilafah, dengan kedok inspeksi terhadap senjata pemusnah masal. Contoh lain adalah berbagai konspirasi licik...

Terlalu! DPR Hamburkan Uang Rakyat Rp 1,2 M untuk Revisi 2 Pasal

Terlalu! DPR Hamburkan Uang Rakyat Rp 1,2 M untuk Revisi 2 Pasal Jakarta - Rombongan Komisi III DPR tanpa publikasi ke masyarakat berkunjung ke Jerman selama sepekan. Untuk revisi 2 pasal RUU MK, Komisi III DPR menggunakan anggaran fantastis hingga Rp 2,2 miliar. “Anggota Komisi III yang saat ini sedang berada di Jerman, sudah jelas akan menghambur-hambur uang pajak rakyat sebesar Rp 1,2 miliar. Jadi, pada bulan April sampai awal Mei 2011 ini, anggota DPR yang melakukan pelesiran ke luar negeri, secara total telah menghabiskan uang pajak rakyat dengan sia-sia sebesar Rp 14,5 miliar,” ujar Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers, Senin (2/5/2011). Uchok menyayangkan anggaran sebesar itu hanya digunakan untuk studi banding yang tidak begitu penting. Hal ini dianggapnya sebagai pemborosan uang negara secara berjamaah oleh anggota DPR. “Uang sebesar Rp 1,2 miliar sebetulnya tid...

Temu Tokoh dan Ulama Semarang : Khilafahlah yang Dapat Menghadapai Pentagon Trap

Temu Tokoh dan Ulama Semarang : Khilafahlah yang Dapat Menghadapai Pentagon Trap HTI Press. Alhamdulillah, semua karena pertolongan Allah. Acara temu tokoh dan ulama di Semarang berjalan sukses. Sekitar seratus sepuluh tokoh yang berasal dari para ulama, tokoh birokrat, organisasi masa dan LSM berkumpul di Gedung LPMP Srondol Semarang, pada Hari Ahad, 17 April 2010 pukul 10 WIB diakhiri pas adzan Zhuhur berkumandang. Beberapa tamu tokoh juga hadir dari Jepara, Pemalang, Kendal dan Rembang. Acara temu tokoh dan ulama ini dipandu oleh moderator Ust Mushonif Huda dari Lajnah Khusus Ulama DPD I Jateng, menghadirkan dua pembicara yaitu Ustadz M Rahmat Kurnia dari DPP HTI dan Ust M Ainul Yaqien yang sudah familiar di hadapan para tokoh dan ulama Semarang. Setelah pembacaan ayat suci Alquran dan sambutan ketua DPD II HTI Semarang, Ust Agus Suyanto, acara dimulai dengan testimoni tokoh sekaligus ulama terkenal di Semarang, Bp Habib Hasan Thoha Putra. Beliau adalah Ketua Badan Wakaf Sultan Agu...

Hak Beribadah non-Muslim dalam Negara Khilafah

Hak Beribadah non-Muslim dalam Negara Khilafah Negara Khilafah, meski merupakan negara kaum Muslim di seluruh dunia, tidak berarti rakyatnya harus semuanya Muslim. Karena itu, keislaman bukanlah syarat mutlak diterimanya seseorang sebagai warga Negara Khilafah. Seseorang bisa menjadi rakyat Negara Khilafah menetap di wilayah Khilafah, serta loyal pada negara dan sistemnya. Seorang Muslim yang tinggal di luar wilayah Islam tidak dianggap sebagai warga negara Khilafah. Sebaliknya, orang non-Muslim yang tinggal di wilayah Islam dan tunduk pada hukum Islam (kafir dzimmi) dianggap sebagai warga Negara Khilafah.1 Non-Muslim yang menjadi warga Negara Khilafah akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan kaum Muslim. Terhadap mereka diberlakukan hukum Islam sama dengan kaum Muslim. Sebab, hukum Islam pada dasarnya ditujukan kepada seluruh umat manusia, bukan hanya untuk kaum Muslim saja. Dalam QS Saba’ (34) ayat 28 dijelaskan bahwa orang kafir juga diseru untuk terikat dengan hukum Islam, bai...

Menyongsong Konferensi Rajab 1432 H: Kegemilangan Pertanian Pada Masa Khilafah

Menyongsong Konferensi Rajab 1432 H: Kegemilangan Pertanian Pada Masa Khilafah Bidang pertanian mendapat perhatian yang besar dalam Islam. Islam memberikan dorongan ruhiah yang besar untuk bertani atau berladang atau lebih umum menanam bebijian atau pepohonan. Rasulullah saw. pun bersabda: Tidaklah seorang Muslim menanam sebatang pohon (berkebun) atau menanam sebutir biji (bertani), lalu sebagian hasilnya dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan baginya ada pahala sedekah (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmizi dan Ahmad). Selain dorongan ruhiah, peran negara yang menjalankan politik ekonomi Islam juga amat penting dan berperan besar. Hasilnya, kaum Muslim berhasil meraih kegemilangan di sektor pertanian serta memberikan konstribusi besar bagi kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia selama berabad-abad. Semua itu terekam baik dalam sejarah kaum Muslim dan diakui oleh sejarahwan Barat sekalipun. Kemajuan besar di sektor pertanian itu menunjukkan besarnya peran kebijakan pertan...