Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Makin di HaTI Umat.
Oleh :M.Muhajirin
Penikmat kopi hitam
18 Agustus 2026
Dakwah merupakan kewajiban, konsisten adalah modal utama, dan kejujuran adalah penyempurna. Begitulah mungkin yang bisa kita gambarkan terhadap gerakan dakwah islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Mungkin ada segelintir oknum yang sengaja membangun narasi buruk terhadap kelompok dakwah satu ini (HTI), Akan tetapi jika kita perhatikan justru serangkaian serangan narasi atau framing buruk terhadap HTI menjadi penjelas atas sikap jahil mereka sendiri. Berikut beberapa contoh yang ada.
1. Para pembenci dakwah syari'ah kaffah senantiasa menjual narasi basi bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Merupakan ancaman bagi negeri ini, padahal yang menyatakan demikian beberapa bulan kedepan pada menggunakan rompi oranye. Artinya cukup menunjukkan sikap konsisten dalam dakwah saja para pembenci sibuk dengan urusan mereka sendiri.
2. Narasi yang dibangun bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkaitan dengan isis (Baghdadi), sehingga harapan pembuat narasi agar HTI di jauhi umat. Eehh malah kaum pemuja isis telah mengkonfirmasi sendiri dengan halu menyerang ide ide Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), lagi lagi sikap elegan dan Konsisten Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ditunjukkan ke publik, pasalnya fitnah bahwa HTI berkaitan dengan isis dibantah sendiri oleh pemuja isis (Baghdadi). Bahkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tetap concern terhadap dakwah nya.
3. Kerikil kecil, batu yang tajam, dan onak duri dijalan dakwah mustahil di hindari, namun sibuk dengan hambatan hingga mengaburkan tujuan sepertinya bukan tipikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mereka memiliki manhaj dakwah yang unik dan berbeda dari pembencinya. Sebab Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Mungkin sudah bisa mengukur kualitas para pembencinya, karena selalu inkonsisten terhadap ucapannya sendiri. Contoh kecil para pembencinya selalu menuduh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Menolak khilafah versi selain HTI. Padahal hingga detik ini tidak ditemukan satupun khilafah yang memenuhi kriteria yang diwajibkan. Mereka hanya main klaim bahwa kekhilafahan sudah tegak. Sementara yang menyatakan khilafah sudah tegak pun masih bingung baiat sama siapa,bahkan kehidupan nya sendiri masih ikut negara ini. Ini kholifah macam mana yang gak mampu meriayah warganya?. Inilah hasil kholifah hanya modal klaim dan khilafah dibangun diatas kehaluan tanpa ilmu. Hebatnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak pernah menanggapi serius tudingan miring pembencinya,sebab orang waras yang menggunakan akalnya saja akan mampu menjawab kehaluan tersebut.
Memang tidak bisa di pungkiri semakin hari dakwah syari'ah dan khilafah semakin diterima oleh umat. Bukan dengan arogan dan kehaluan, namun dengan menghadirkan paradigma berfikir yang kokoh,serta mampu memvisualisasikan kemuliaan islam jika tegak. Begitulah cara paling ampuh yang ditempuh oleh Rasulullah SAW dalam berdakwah.
Wallahu A'lam.
Comments