Skip to main content

Posts

PERBEDAAN MENDASAR SISTEM KHILAFAH DENGAN SISTEM DEMOKRASI

 PERBEDAAN MENDASAR SISTEM KHILAFAH DENGAN SISTEM DEMOKRASI Dr. Yusuf al-'Isy dalam buku Sejarah Dinasti Umawiyah menuliskan, "Hanya saja seorang khalifah mempunyai kekuasaan yang sangat luas, maka tidak didapati pada sistem khulafaur rasyidin pembagian kekuasaan dan pembatasannya, sebagaimana dimaklumi saat ini adanya tiga macam kekuasaan, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pada pemerintahan masa itu, ketiga kekuasaan tadi ada ditangan sang khalifah, namun dia bisa melakukan pendelegasian kekuasaan kepada yang lain, seperti bisa mewakilkan kekuasaan yudikatif kepada seorang Qadhi, namun si hakim (qadhi) harus mengikutinya, dan seorang khalifah berhak menggantinya dengan orang yang lain kapan saja diinginkannya. Begitu juga undang-undang (legislatif) juga merupakan hak kekuasaan khalifah, tapi pada batas Al-Quran dan Hadits. Sedang kekuasaan eksekutif merupakan miliknya yang seluas-luasnya dan tanpa batas, terkecuali yang telah ditetapkan oleh syara'....

TERNYATA BEGINILAH LATAR BELAKANG KENAPA DINAR-DIRHAM DICETAK DENGAN MOTIF ISLAMI

 TERNYATA BEGINILAH LATAR BELAKANG KENAPA DINAR-DIRHAM DICETAK DENGAN MOTIF ISLAMI Gambaran Khalifah Sebagai Junnah/Perisai, Penjaga Ajaran Islam dan Kehormatan Nabi Muhammad ï·º, serta Pelindung Umatnya Copas tulisan orang yang layak dibaca: Boikot Khilafah Umawiyyah Terhadap Romawi Timur Tersebab Ancaman Penghinaan Atas Rasulullah  ï·º Saat sedang berdiskusi santai, Khalifah Harun Ar-Rasyid (w. 193 H) pimpinan Kekhalifahan Bani ‘Abbasiyyah, bertanya kepada Al-Imam Al-Kisai (w. 189 H), sang imam qiraat dan nahwu, “Tahukah engkau siapakah yang paling pertama mencetak ukiran (Islami) di  uang emas dan perak seperti ini?” Al-Imam Al-Kisai menjawab, “Wahai Tuanku, beliau adalah ‘Abdulmalik bin Marwan (w. 86 H).” “Apakah gerangan sebab beliau melakukan demikian?” tanya Khalifah Harun kembali. “Aku tidak memiliki pengetahuan mengenai itu hanya saja beliaulah yang pertama kali melakukannya.” Jawab Al-Imam Al-Kisai. Khalifah Harun lantas berkata, “Aku akan mengisahkannya padamu.” Pe...

Di Balik Penundaan Pemakaman Jenazah Nabi SAW.

 REFLEKSI 100 TAHUN DUNIA TANPA KHILAFAH#75. Di Balik Penundaan Pemakaman Jenazah Nabi SAW.  Pertanyaan: Ada yang mengatakan bahwa istidlâl Hizbut Tahrir dan sebagian fukaha atas penundaan pemakaman jenazah Nabi saw. sebagai dalil atas kewajiban membaiat seorang khalifah adalah tidak benar. Pasalnya, penundaan itu disebabkan oleh sebab-sebab lainnya seperti penundaan kaum Muslim untuk penyiapan jenazah. Yang menjadi dalil adalah semata-mata kewafatan Nabi saw., lalu mereka mengangkat seorang imam/khalifah. Inilah dalil atas kewajiban baiat kepada Khalifah dan bukan penundaan pemakanan jenazah Nabi saw. Jadi tidak ada hubungan penundaan pemakanan jenazah itu dengan baiat. Bagaimana penjelasan atas masalah ini  secara rinci? Jawab: Sebelum menjawab masalah seputar penundaan pemakaman jenazah Nabi saw., ada baiknya disebutkan beberapa perkara ushul tentang beberapa hukum syariah. Asal dalam perintah secara syar’i memberikan pengertian “tuntutan untuk mengerjakan (thalab al-f...

Irak dan Syuriah wajib di hancurkan

 IRAK DAN SURIAH WAJIB DI HANCURKAN Kepada yth, Para pakar geopolitik di negara indonesia Dari Edward Junaidi Antonio 082284676310. Pada tahun 2003 yang lalu, Usia saya genap 34 tahun, Kini Usia saya telah mencapai 51 tahun. Dalam kisah ini saya akan menceritakan Kisah pribadi, Dua negara (irak-Suriah) di pimpin oleh orang yang Jujur, Taqwa, berilmu dan amanah, itulah alasannya negara Amerika Serikat menghancurkan Irak dan Suriah. Kira-kira apa motivasi yang sesungguhnya Amerika di balik invasi militer kedua kalinya ke negara Irak pada 2003 yang lalu ? Minimum tiga teori yang dapat menjelaskan persoalan tersebut.  Pertama : perang ini berhubungan dengan kepentingan geopolitik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan yang kerap tidak stabil, Amerika Serikat membutuhkan rekan yang juga punya kepentingan sama. alasan itulah Amerika Serikat selalu berupaya melindungi Israel, apalagi disaat sedang merasa resah di bawah bayang-bayang ancaman I...

HRS: Lelaki Di Antara Maut dan Penjara

 HRS: Lelaki Di Antara Maut dan Penjara Oleh SED, Dini Hari, 11 Desember 2020  ..  Habib Rizieq Syihab atau kini populer dengan akronim HRS, boleh dijuluki, Si Pitung Abad 21. Tak ada takutnya menyambar bahaya. Bagi pandangan dan ukuran orang awam, kehidupan yang dijalani HRS, merupakan hal yang berat dan tak sanggup dijalani. Bagaimana tidak, dia senantiasa dalam incaran maut, dari para oligarki dan penguasa gelap di Indonesia.  Tidak bisa dilenyapkan dengan maut, digiring ke penjara. Dipenjara tidak bisa, disingkirkan dari Indonesia. Dan dia sudah tiga tahun lebih di Mekkah, ketika datang kembali, lagi-lagi dia diancam nyawanya dalam suatu perjalanan ke arah Karawang. Lepas dari ancaman yang sampai merenggut 6 nyawa pengikutnya pada dini hari 7 Desember 2020 di tol kilometer 50 saat menuju Karawang, belum pun selesai silang sengketa tentang siapa bertanggung jawab terhadap 6 nyawa anak manusia yang malang itu, 10 Desember 2020 sore hari, dia HRS dan pemimpin FPI la...

Nasehat emas Imam Syafi'i

 NASEHAT EMAS DARI : IMAM SYAFI'I 1. "Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan" (Imam Syafi'i) 2. "Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu" (Imam Syafi'i) 3. "Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia" (Imam Syafi'i) 4. "Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran" (Imam Syafi'i) 5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat" (Imam Syafi'i) 6. "Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu" (Imam Syafi'i) 7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun" (Imam Syafi'i) 8. "Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk mat...

KHILAFAH ADALAH NEGARA BASYARIAH, BUKAN NEGARA ILAHIYAH

 *KHILAFAH ADALAH NEGARA BASYARIAH, BUKAN NEGARA ILAHIYAH* Oleh : *Ahmad Khozinudin* Sastrawan Politik _"Siapa yang berhak mengawasi, mengkritisi dan mengevaluasi kinerja khalifah? apakah rakyat masyarakat sipil masih bisa mendapatkan kebebasan untuk mengkritik khilafah ? kalau khalifah melanggar konstitusi,siapa yang berhak memberhentikan khalifah? Bagaimana khalifah itu bisa merepresentasikan aspirasi rakyat kalau dia tidak di pilih oleh rakyat ?"_ *[Netizen, GWA Tokoh Nasional, 20/11]* Saat penulis mengunggah artikel berjudul "SAYA PILIH NEGARA KHILAFAH BERBENTUK KESATUAN, BUKAN FEDERAL' ada satu anggota GWA mempertanyakan beberapa substansi penting tentang Khilafah. Penulis menyebutnya Netizen, karena banyak anggota GWA yang tidak penulis kenal. Pertanyaan Netizen tersebut diantarnya : 1. Siapa yang berhak mengawasi, mengkritisi dan mengevaluasi kinerja khalifah?  2. Apakah rakyat masyarakat sipil masih bisa mendapatkan kebebasan untuk mengkritik Khilafah ?  3. K...